Sabelle memilih menelepon Emily setelah meninggalkan meja pertemuan. Ia berjalan ke tempat yang lebih tenang sebelum berbicara, menyampaikan bahwa percakapan sudah selesai dan dirinya ingin pulang tanpa menyetir. Tidak ada kepentingan mendesak yang mengharuskannya tampak kuat di depan Peter. Ia dapat menerima bantuan pulang dari orang lain tanpa menjadikan pilihan tersebut jawaban mengenai pernikahannya.
Selama menunggu, ia membaca kembali salinan perjalanan. Perubahan rencana awal, tanggal keberangkatan akhir, lalu jarak tahun yang tidak diisi komunikasi. Kertas itu menjelaskan mengapa Peter masih berada di kota ketika ia mengira suaminya sudah jauh. Namun bagian paling berat tidak tercantum pada halaman: suaminya mengenali dirinya terluka, sempat hadir, kemudian pergi lagi.
Emily menjemput setelah memastikan Shalter tetap menjalani kegiatan yang telah diatur. Di kendaraan ia menanyakan apakah Sabelle ingin bercerita sekarang atau menunggu sampai tiba di rumah. Putrinya memilih menunggu. Ibunya menerima tanpa menafsirkan diam sebagai pertanda pertemuan gagal. Mereka membicarakan kebutuhan singkat mengenai makan malam, lalu membiarkan perjalanan berlangsung dengan suara jalan yang tidak perlu diberi percakapan penutup.
Di rumah, Sabelle meletakkan tas dan mencuci muka sebelum duduk bersama Emily. Ia menceritakan pengakuan Peter sejak awal. Ibunya mendengar dengan mata yang perlahan membesar, tetapi menahan pertanyaan sampai putrinya selesai. Ketika sampai pada bagian suaminya pergi dari tempat kecelakaan, Sabelle berhenti cukup lama untuk menyadari bahwa kalimat itu masih membuat dadanya terasa sempit setiap kali diucapkan.
'Aku berterima kasih dia menolong,' katanya. 'Lalu aku marah karena dia tetap pergi. Rasanya seperti aku seharusnya memilih salah satunya.'
'Mengapa harus?'
Sabelle memandang ibunya. Ia telah membayangkan jawaban bahwa pertolongan membuktikan Peter masih mencintainya, bahwa seorang lelaki yang berlari mendekati mobil tentu layak mendapat kesempatan. Emily justru menanyakan apa yang membuat putrinya merasa kedua perasaan tidak boleh hadir bersamaan. Tidak ada permintaan agar ia memutuskan masa depan pada hari ketika baru memperoleh kabar tentang masa lalu.
'Karena kalau aku tetap marah, seolah aku tidak tahu berterima kasih.'
'Kau sudah mengucapkannya. Itu tidak membuat tahun-tahun setelahnya hilang.'
Mereka duduk dalam diam. Sabelle ingat betapa sering dirinya dahulu meminta maaf agar pertengkaran berhenti, meskipun kebutuhan yang dibicarakannya belum dijawab. Kali ini ia tidak ingin menggunakan rasa terima kasih sebagai cara menghentikan pertanyaan yang masih diperlukan. Ia dapat menghargai tindakan Peter di jalan dan tetap menilai bagaimana ia menjalani perannya sebagai suami serta ayah sesudahnya.
Frank mendengar cerita tersebut kemudian, setelah Sabelle mengatakan siap mengulang bagian pokok. Ia mengernyit ketika mengetahui Peter meninggalkan tempat itu tanpa menghubungi keluarga. Namun putrinya meminta agar ia tidak langsung menelepon atau mendatangi lelaki tersebut. Percakapan berikutnya harus tetap berada dalam kendalinya, bukan berubah menjadi orang tua yang saling melindungi dengan mengambil keputusan atas dirinya.
Frank menarik kursi dan duduk. Ia mengatakan sulit menerima bahwa putrinya terluka sementara seseorang yang dapat mengabarkan justru pergi. Sabelle menjawab bahwa dirinya juga merasakan itu. Untuk malam tersebut ia hanya membutuhkan ayahnya tahu, bukan bertindak. Frank akhirnya mengangguk, meletakkan telepon yang sempat diambilnya, lalu menanyakan apa yang perlu dibantu untuk kebutuhan esok.
Pertanyaan sederhana itu lebih berguna daripada perdebatan tentang lelaki mana yang lebih pantas. Mereka mengatur pengambilan kendaraan dan waktu kerja toko. Sabelle menyadari kehidupan yang dibangunnya mempunyai banyak hal nyata untuk dipertahankan. Ada jadwal sekolah, pelanggan, keluarga, serta istirahat yang selama ini mudah dikorbankan setiap kali masa lalu datang meminta seluruh perhatiannya.
Ia membuka buku pesanan dan menemukan pengambilan rangkaian yang sudah dijanjikan untuk pagi berikutnya. Bahan tersedia, tetapi ada bagian yang belum selesai. Sabelle menghubungi pelanggan untuk memastikan waktu, kemudian meminta Emily menemani sebentar saat ia kembali menyiapkan pekerjaan. Ia tidak ingin menghabiskan malam memikirkan Peter lalu membiarkan orang lain datang menerima alasan yang terlambat.
Di toko, mereka bekerja tanpa membicarakan kecelakaan lagi. Emily memotong pembungkus sesuai petunjuk, sementara Sabelle menyusun bunga dan memeriksa kartu ucapan. Rangkaian selesai sebelum Shalter pulang. Sabelle memotret hasil untuk pelanggan, mencatat pembayaran yang sudah diterima agar tidak ditagih ulang, lalu menyimpan pesanan di tempatnya. Untuk sesaat ada satu urusan yang dapat diselesaikan hari itu, tanpa memerlukan jawaban tentang pernikahannya.
Ketika Shalter pulang, tidak ada sambutan tegang yang mengharuskannya menebak kesalahan sendiri. Sabelle bertanya mengenai harinya, kemudian mengatakan ia baru membicarakan kejadian lama dengan Daddy dan memerlukan sedikit waktu untuk memikirkannya. Anak itu menatapnya sebelum menanyakan apakah rencana bertemu ayahnya dibatalkan. Sabelle mengatakan pembicaraan orang dewasa tidak otomatis mengubah rencana yang telah disetujui untuknya.
'Mommy sedih?'
'Ada hal yang membuatku sedih. Aku sedang membicarakannya dengan orang dewasa yang dapat membantu.'
'Aku perlu ikut bicara?'
'Tidak. Kamu tidak perlu membuat kami sepakat atau menjaga supaya kami tidak sedih.'
Shalter mengangguk, meskipun matanya masih memeriksa wajah ibunya. Sabelle menemaninya membereskan barang hingga percakapan bergeser pada kegiatan lain. Ia tidak mengumumkan siapa yang pernah menyelamatkan siapa di dekat kendaraan. Cerita itu belum perlu diberikan kepada anak sebagai ukuran kewajiban menyayangi ayahnya. Jika kelak dibicarakan, harus ada alasan yang lebih baik daripada keinginan orang dewasa memperoleh rasa lega.
Malamnya Peter mengirim satu pesan. Ia berterima kasih telah diberi kesempatan menjawab dan mengatakan akan menerima bila Sabelle memerlukan jarak sebelum pembicaraan berikutnya. Tidak ada permintaan agar keputusan tentang mereka dipercepat. Sabelle membaca, kemudian menjawab bahwa ia belum ingin membahas pernikahan malam itu. Urusan anak tetap dapat disampaikan melalui jalur yang digunakan selama ini.
Ia juga menulis kepada Damien, menanyakan kesediaan berbicara mengenai hari kecelakaan. Ia tidak menyatakan ada kebohongan yang perlu dibongkar. Ada bagian yang baru diketahuinya, dan ia ingin mendengar kembali hal yang memang dilihat Damien sendiri. Sesudah mengirim, ia menaruh telepon jauh dari bantal. Hari itu sudah cukup dipenuhi jawaban. Ia berhak tidur sebelum memilih pertanyaan mana yang akan dibawa esok.