Peter menatap dua daftar di meja kerjanya. Daftar pertama berisi jadwal yang berubah setelah pengakuan publik, termasuk pekerjaan yang belum memperoleh kepastian. Daftar kedua berisi kebutuhan yang tidak menunggu orang kembali menyukainya. Ia telah mengirim pembayaran awal untuk Shalter sesuai pembicaraan dengan Sabelle, tetapi keteraturan berikutnya harus dibangun dari pengaturan yang dapat berjalan, bukan dari rasa bersalah yang muncul sewaktu-waktu.
Pengelola pekerjaannya meminta waktu membicarakan pengeluaran promosi. Ada rencana yang dapat diperkecil, ada yang sudah mempunyai kewajiban sehingga tidak bisa dihentikan hanya dengan satu pesan. Peter mendengarkan sebelum memutuskan. Ia tidak ingin memperbaiki satu ketidakjujuran dengan menciptakan masalah baru bagi orang yang telah bekerja berdasarkan persetujuannya. Mereka memisahkan hal yang masih dapat dipilih dari hal yang memang harus dibereskan.
'Untuk yang ini, kita belum menyetujui pelaksanaan,' kata pengelola sambil menunjukkan catatan. 'Kalau tidak diteruskan, jangan memberi jawaban seolah tanggalnya sudah pasti.'
Peter mengangguk. Ia menolak tambahan yang belum disanggupinya, kemudian meminta perhitungan untuk pekerjaan yang tetap berjalan. Keputusan tersebut tidak membuat semuanya ringan. Ada bagian kenyamanan yang perlu dikurangi dan ada kebiasaan menerima setiap undangan yang harus dihentikan. Namun kehidupan keluarganya tidak dapat terus disesuaikan dengan uang yang mungkin baru datang setelah penonton melupakan sebuah berita.
Sebuah tawaran wawancara kembali masuk. Kali ini pembicaraan diusulkan berlangsung di tempat yang tampak lebih pribadi, dengan pertanyaan tentang ayah dan anak. Pengelola menyampaikan bahwa pihak tersebut berharap ada gambar kebersamaan keluarga, meskipun hanya sebentar. Peter membaca sampai akhir sebelum menolak bagian itu. Ia bersedia membicarakan pekerjaannya dan pilihan dirinya, tidak menawarkan kegiatan Shalter sebagai jalan mengembalikan simpati.
'Kalau mereka tetap ingin membicarakan musik, minta rincian lain,' katanya. 'Jangan menjawab bahwa mungkin keluargaku bisa dibujuk.'
Pengelola mencatat keputusan tanpa menjanjikan tawaran akan bertahan. Peter merasakan kehilangan kemungkinan tersebut, lalu membiarkannya tetap menjadi kehilangan. Ia tidak mengirim pesan kepada Sabelle untuk memberitahukan besarnya kesempatan yang baru ditolak. Batas yang telah disetujui tidak memerlukan ucapan terima kasih setiap kali dipertahankan pada percakapan kerja berikutnya.
Pada sore yang sama, ia memeriksa jadwal pembayaran yang sebelumnya dibicarakan. Ia menyiapkan pesan singkat mengenai waktu pengiriman berikut dan menanyakan cara mencatat kebutuhan tambahan tanpa membuat Sabelle harus mengulang semua cerita setiap bulan. Ia menyebut bahwa kebutuhan lama masih perlu dibahas dengan bantuan yang tepat, sebagaimana pernah disepakati. Uang awal tidak menghapus masa ketika beban keluarga ditanggung tanpa dirinya.
Sabelle membaca pesan setelah menyelesaikan pelayanan. Ia menjawab bagian mengenai kebutuhan anak dan mengatakan pengaturan tertulis akan dibahas lebih lanjut. Tidak ada percakapan tentang hadiah untuk dirinya. Peter tidak meminta Sabelle menyerahkan kendali atas toko bunga, dan tidak meminta melihat pembukuan usahanya untuk memutuskan apakah putranya masih membutuhkan dukungan.
Sebelum menutup pembukuan, Peter memeriksa kembali pembayaran sebelumnya. Jumlah serta tanggal telah sesuai dengan bukti yang disimpan, dan Sabelle sudah mengonfirmasi penerimaannya. Ia menandai catatan itu agar tidak mengirim pertanyaan yang sama berulang kali. Untuk kebutuhan berikut yang belum disepakati, ia menyiapkan ruang pembicaraan tersendiri. Ia tidak ingin bantuan teratur berubah menjadi uang mendadak yang kemudian disebut seolah telah menyelesaikan seluruh kekurangan. Pengaturan tersebut perlu dapat dipahami kedua orang tua, bukan hanya terlihat murah hati dari sisi orang yang mengirim.
Malamnya Peter mengambil gitar, mencoba memainkan bagian lagu yang tertunda. Beberapa nada terdengar asing karena pikirannya kembali pada daftar yang belum selesai. Ia berhenti dan memeriksa apakah waktunya masih cukup sebelum panggilan yang disepakati dengan Shalter. Ada cukup waktu untuk merapikan catatan, tidak cukup untuk memulai pertemuan kerja baru. Ia mengirim bagian musik yang sudah dapat diteruskan, lalu menutup percakapan pekerjaan.
Shalter menjawab panggilan dengan cerita tentang hasil tugas yang pernah mereka kerjakan bersama. Ada bagian yang perlu diperbaiki, dan anak itu memastikan Daddy tahu kesalahan tersebut bukan seluruhnya miliknya. Peter tertawa kecil, menerima bahwa ia juga sempat membingungkan baris. Ia menanyakan apakah penjelasan guru kini lebih dipahami. Shalter mengatakan sudah, lalu berpindah membicarakan latihan berikut bersama Mien.
Nama itu tidak lagi membuat Peter perlu mencari pertanyaan terselubung tentang hubungan orang dewasa. Ia mendengarkan kegiatan anak tanpa menanyakan apakah Damien datang ke rumah Mommy malam sebelumnya. Putranya boleh mempunyai orang lain yang membantu serta disayanginya. Peter tidak akan memperoleh kembali tiga tahun dengan membuat setiap kedekatan di sekitar Shalter harus melewati persetujuan cemburunya.
Sebelum panggilan selesai, Shalter bertanya apakah Daddy masih menyanyi. Peter terdiam sesaat, lalu menjawab bahwa ia tetap bekerja dan berlatih. Anak itu mengatakan sudah lama ingin melihatnya, seperti yang pernah dibicarakan setelah mereka mulai bertemu lagi. Peter mengingat permintaan tersebut. Ia tidak langsung menjanjikan acara berikut tanpa mengetahui apakah tempatnya aman serta sesuai bagi putranya.
'Aku belum melupakan permintaanmu,' katanya. 'Aku perlu mengatur cara yang cocok. Kalau sudah ada pilihan yang jelas, kita bicarakan dengan Mommy dulu.'
'Bukan cuma bilang nanti?'
'Aku akan memberi kabar tentang yang sudah kutanyakan. Kalau belum bisa, aku juga akan bilang, bukan membuatmu terus menunggu tanpa tahu.'
Setelah sambungan berakhir, Peter menulis permintaan kepada pengelola mengenai kemungkinan menyaksikan latihan terbatas. Belum ada tanggal, belum ada undangan kepada anak. Ia menanyakan siapa yang hadir, kegiatan apa yang berlangsung, dan apakah ada bagian tanpa kebutuhan pengambilan gambar. Putranya ingin melihat Daddy menyanyi; itu tidak sama dengan menyetujui dirinya masuk materi promosi.
Ketika kembali pada daftar pengeluaran, Peter menambahkan biaya yang sungguh perlu diperhitungkan untuk pengaturan tersebut, tanpa menganggap setiap keinginan harus diwujudkan lewat hal paling besar. Ia dapat bekerja, memenuhi kebutuhan anak, dan mengatur kehadiran dalam hidupnya. Tidak satu pun membuat dirinya berhak menerima kembali pernikahan. Kesadaran itu masih menyakitkan, tetapi setidaknya tidak lagi disembunyikan di balik anggapan bahwa uang atau pekerjaan dapat memutuskan perasaan Sabelle untuknya.