Peter menerima perubahan jadwal kerja dua hari sebelum waktu yang disepakati bersama Shalter. Ia membaca pesan itu beberapa kali, merasakan keinginan lama untuk menjawab bahwa semua dapat diatur nanti. Jika perjalanan selesai cepat, jika pekerjaan tidak bertambah, jika kendaraan tidak terlambat, mungkin ia masih bisa tiba tepat waktu. Deretan kemungkinan tersebut terdengar seperti jalan keluar sampai ia teringat anak yang pernah duduk menunggu panggilan pada hari Sabtu.
Ia memeriksa pilihan dengan pengelola sebelum mengirim jawaban. Sebagian pekerjaan dapat ditukar, tetapi bagian yang mengharuskan kehadirannya tidak dapat selesai sesuai harapan awal. Kali ini bukan tawaran tambahan yang belum diterima. Ada kewajiban yang telah dijadwalkan dan berubah karena kebutuhan beberapa orang lain. Peter meminta kepastian waktu serta kemungkinan pengganti, lalu menghubungi Sabelle sebelum memberi tahu anak.
'Aku tidak dapat memenuhi jam yang kita setujui,' katanya melalui telepon. 'Aku mempunyai dua pilihan waktu lain. Aku ingin memeriksa dulu apakah salah satunya sesuai untuk Shalter. Kalau tidak, kita perlu mencari waktu lain, bukan memaksanya mengubah semua kegiatan.'
Sabelle menerima informasi tanpa mengatakan perubahan tersebut tidak masalah. Ada rencana yang sudah disiapkan, dan Shalter mungkin kecewa meskipun diberi tahu lebih awal. Ia memeriksa jadwal, mencoret satu pilihan yang bertepatan dengan kegiatan anak, lalu mengatakan pilihan berikut dapat dibicarakan. Peter tidak boleh menyampaikan waktu baru sebagai janji pasti sebelum Shalter mengetahui serta menanggapi perubahan.
Mereka menyepakati kapan Peter menelepon untuk menjelaskan. Sabelle memberi tahu Shalter bahwa ada pembicaraan tentang rencana akhir pekan, tanpa meminta anak bersikap baik supaya Daddy tidak merasa bersalah. Putranya menatap telepon ketika panggilan masuk. Ia mendengarkan penjelasan Peter, kemudian langsung bertanya apakah itu berarti Daddy tidak datang pada jam yang sudah disebut.
'Ya. Aku perlu mengubahnya. Aku minta maaf karena rencanamu ikut terganggu.'
'Aku sudah menyiapkan barang.'
'Aku tahu kamu sudah bersiap. Barangmu tidak salah disiapkan. Jadwalkulah yang berubah.'
Shalter diam cukup lama. Ia mengatakan tidak menyukai perubahan itu dan ingin menutup telepon. Peter menerima, tetapi menanyakan apakah ia boleh menyebut pilihan waktu baru sebelum sambungan berakhir. Anak itu mengizinkan dengan jawaban singkat. Peter menyampaikan hanya pilihan yang telah diperiksa bersama Sabelle, lalu mengatakan Shalter tidak harus menjawab saat itu juga.
Setelah panggilan selesai, Sabelle tidak buru-buru menghibur dengan menyebut betapa sibuk pekerjaan ayahnya. Ia bertanya apakah Shalter ingin menyimpan barang yang sudah disiapkan atau membiarkannya untuk kemungkinan pertemuan berikut. Anak itu memilih memasukkan bola kembali ke tempat biasa. Keputusan kecil tersebut membuatnya dapat melakukan sesuatu dengan kecewa yang masih terasa besar.
'Kalau Daddy tidak datang lagi?'
'Kali ini dia memberi tahu perubahan sebelum waktunya. Kita akan memutuskan waktu baru setelah kamu siap. Kalau ada masalah lagi, orang dewasa yang harus memberitahukan, bukan kamu yang terus mencari tahu.'
Sabelle tidak menjamin tidak akan pernah ada kegagalan. Ia juga tidak menyamakan kabar lebih awal dengan panggilan yang dahulu dibiarkan terlewat tanpa penjelasan. Shalter boleh mengenali perbedaannya setelah rasa kecewa mereda, tanpa disuruh bersyukur pada saat masih marah. Mereka melanjutkan hari dengan kegiatan yang tetap dapat dilakukan, bukan dengan menunggu telepon berbunyi lagi.
Teressa datang membawa sesuatu untuk kebutuhan tokonya sendiri dan mendapati Shalter membantu memilah sisa pita. Ia mengajaknya memilih warna untuk bungkus kecil, lalu bertanya mengenai latihan basket tanpa menyinggung perubahan janji ayahnya. Sabelle menghargai percakapan yang tidak membuat putranya pusat perhatian karena kesedihan. Ketika Teressa hendak pergi, Shalter sudah sibuk memperdebatkan apakah dua warna terlihat cocok. Rasa kecewa belum hilang, tetapi ada hal lain yang dapat diisi dalam sore tersebut. Sabelle menyimpan pita yang masih bisa dipakai dan membiarkan sisanya menjadi bahan kegiatan anak, setelah memastikan tidak tercampur dengan barang pesanan.
Sore berikutnya Shalter memilih salah satu waktu pengganti. Sabelle mengirim keputusan tersebut dan menerima konfirmasi Peter. Mereka memastikan tempat serta durasi tetap jelas. Peter tidak menambahkan hadiah besar pada pesan, tidak menawarkan membawa anak ke tempat jauh untuk menebus kesalahan. Ia menyiapkan hal yang diminta untuk kegiatan biasa dan menjaga agar pekerjaan barunya benar-benar selesai sebelum pertemuan dimulai.
Pada hari pengganti, Shalter menyambutnya dengan wajah yang belum sepenuhnya cerah. Peter tidak berkata bahwa ia sudah datang sehingga tidak ada alasan terus kesal. Ia menerima bola, menanyakan apakah ingin langsung bermain atau duduk sebentar, lalu mengikuti pilihan anak. Sabelle melihat keduanya memulai lebih pelan daripada biasanya dan membiarkan waktu tersebut berjalan tanpa memberi petunjuk agar putranya segera tersenyum.
'Aku tidak suka menunggu,' kata Shalter setelah beberapa lemparan.
'Aku dengar. Aku akan memberi kabar seawal mungkin kalau ada perubahan. Aku juga perlu menepati waktu yang sudah kita setujui, bukan hanya pandai menjelaskan saat tidak bisa.'
Anak itu memandang ayahnya, kemudian melempar lagi. Perkataan tersebut belum menjadi jaminan untuk seluruh hidupnya, tetapi kedatangan hari itu dapat dilihat. Peter tidak perlu meminta ucapan bahwa semuanya dimaafkan. Ia bermain, menerima jeda ketika Shalter lelah, lalu mengembalikan anak kepada ibunya sesuai rencana. Tidak ada perpanjangan sepihak karena merasa berhak mengganti jam yang hilang.
Sesudahnya Peter menuliskan kebutuhan pemberitahuan perubahan dalam catatan pengasuhan yang masih disusun. Ia meminta Sabelle membicarakannya pada pertemuan yang tepat, supaya tidak hanya bergantung pada ingatan ketika mereka sedang tenang. Sabelle menyetujui untuk membawa hal tersebut dalam pembahasan berikut, bersama cara memilih pengganti tanpa mengorbankan kegiatan anak.
Malam itu Shalter tidak mengatakan Daddy telah berubah menjadi orang yang tidak pernah mengecewakan. Ia mengatakan Daddy datang pada waktu baru, dan mereka sempat mencoba latihan yang ingin dilakukannya. Sabelle mendengarkan tanpa menambahkan kesimpulan. Hubungan itu sedang dibangun melalui hal yang dapat dikerjakan dan diperbaiki, termasuk kesempatan anak mengatakan tidak suka. Ia tidak harus kehilangan hak tersebut hanya karena kedua orang tuanya sedang berusaha menjalani perpisahan dengan lebih jelas.