Jam menunjukkan pukul 6.40 WIB.
Tapi belum kulihat dia dan sepeda motornya terparkir di situ.
Oooh iya, kini hobiku berganti menjadi mengamati dia setiap pagi. Entah hal itu menjadi semacam semangat pagi buat ku (hihihii)
"Hey, alee.. nyari siapa sih celingak-celinguk dari tadi?", tanya Nuri sambil ikutan celingak-celinguk di jendela.
"Hehee.. nyari seseorang, nanti aku tunjukkin deh." Kataku sambil senyum malu-malu pada Nuri. Nuri adalah teman sebangku ku dan teman curhat ku.
"Eheem... Siapa sih? Bikin. Penasaran aja." Sahutnya gak sabar.
Belum sempat aku balas ucapannya, tiba-tiba suara sepeda motor yang begitu familiar mengalihkan perhatianku.
Dengan sigap kutarik tangan Nuri dan kutunjukan padanya dengan sinyal kepala tanpa menujuk dengan jari.
"Oohh si Arief."
"Lhoo kamu kenal dia?"
"Iyaa, dulu kan aku satu kelas sama dia waktu MOS (masa orientasi siswa)". Jelas Nuri.
Dulu memang kami MOS selama 3 hari, dengan berbagai kegiatan akhirnya bisa saling kenal dengan semua teman sekelas.
"Hmmmm.. jangan-jangan... Kamu..."
"Sssttss..." Kututup bibir mungil Nuri dengan telunjuk ku.
"Hahaha ternyata seorang Aleesa bisa suka sama laki-laki juga yaa", ledek Nuri
Aku hanya tersenyum malu padanya. Aku memang terkenal cuek dengan laki-laki, bahkan cuek pula dengan penampilanku.
Kelas 1 SMA kurasa belum mengubah rasa cuekku dengan penampilan yang terkesan cupu. Rambut kuncir kuda, poni belah samping. Pakaian yang selalu rapi dan lengkap.
Yaah.. mungkin dengan begitu aku bisa lebih fokus belajar dan tak terganggu dengan cinta cinta masa SMA, begitu pikirku.
Namun ternyata aku telah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang laki-laki yang memarkir sepeda motornya.
"Ceritakan padaku yang kau tau tentang dia," rengek ku pada Nuri.
"Berani berapa kau?"
"Ayoo nanti kubelikan pentol kesukaan mu."
"Hahahaha... Okee aku ceritakan yaa. Setelah jam istirahat aja."
Dan bel masuk pun berbunyi diikuti kedatangan Bu Diyah yang selalu ontime di jam pertama.
"Iiihh...." Aku mendengus kesal sambil menyubit lengan Nuri.
"Sssttss.. aku nggak mau menarik perhatian dari singa yang baru datang."
Kami pun saling menahan tawa.
--------------**************--------------
Next??
Menarik gak sih ceritanya??
Kasih kritik dan saran dong