Lebih baik yang mana menurut kalian?
Mengetahui yang sebenarnya tapi menyakitkan?
Atau mengagumi tanpa mengetahui yang sebenarnya?
———————***————————
Beberapa menit sebelumnya..
"Ayoo, katanya kau mau ceritakan tentang Arief." desakku pada Nuri.
"Duuuh sabaar buuuukk... Ini pentolnya baru mau aku masukin mulut niih." Jawab Nuri sedikit jengkel.
"Ahihii... Iyaaaahh Nuri sayaang... Makan yang banyak yaaa." Rayuku pada Nuri.
Kemudian Nuri menceritakan semuanya padaku. Tentang masa ospek yang seru di kelasnya.
'Andaikan aku sekelas dengannya.' batinku dalam hati.
Arief anak yang sangat aktif di kelas. Dia begitu pede ketika berhadapan dengan kakak kelas. Berbanding terbalik denganku. Dia anak yang pintar. Waktu perkenalan hari pertama dia memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris. Nggak salah jika sekarang dia pun berada di kelas unggulan.
Aku mendengarkan cerita Nuri dengan sangat antusias sambil membayangkan aku benar-benar melihat dia secara langsung. Namun diakhir cerita Nuri sedikit memelankan suaranya.
"Aleesa, jangan terlalu berharap sama Arief yaa." Ucap Nuri.
"Kenapa?? Dia bad boy?? Atau dia juga anak yang nakal??"
"Sepulang acara MOS di hari yang kedua aku lihat Arief mendekati Nisa anak kelas X-6."
Nisa adalah anak kelas X-6, kelasnya bersebelahan dengan kelasku X-5. Aku kenal dengan Nisa. Dia anak yang ramah dan juga periang. Setiap kali aku bertemu dengannya dia selalu menyapaku dengan senyum manisnya.
"Terus??" Tanyaku penasaran.
"Sepertinya Arief suka dengan Nisa, dan di hari itu dia nembak Nisa." ucap Nuri pelan sambil menepuk punggungku.
Hari ini kutahu tentangnya. Sedih, tapi memang saatnya aku harus tau kenyataannya.
Dia orang yang bisa membuatku jatuh cinta tuk pertama kalinya. Dia orang yang setiap kali aku memandangnya ada yang berdesir dalam d**a.
Ya.. dia yang bisa melakukannya tanpa mengetahui perasaan ku.
"Oohh.. gak pa pa kok Nuri. Sebenarnya sedikit ada rasa kecewa dalam hatiku, tapi it's Ok. Aku kan masih punya kamu." Kataku sambil nyubit pipi Nuri.
Tiba-tiba Nuri memelukku.
"Makasih yaa Nuri. Yuk kita kembali ke kelas."
"Yuk.. Asal jangan tiba-tiba mewek di kelas yaa." ledek Nuri.
"Iiihh.. apaan sih.. nggak lah"
******************
Epilog
Mungkin, memang rasa ini hanya sebatas rasa mengagumi. Aku tak menyesal telah mengenalnya. Aku pun tak menyesal telah jatuh cinta padanya.
Karena rasa ini begitu indah. Aku tak ingin merusak rasa ini hanya jika akan melukai temanku Nisa dan kebahagiaan mereka.
Mengaguminya dari jauh mungkin cukup bagiku. Karena mengagumi pun juga bukan sebuah dosa. Hak setiap orang untuk memiliki rasa cinta, rasa suka, rasa kagum. Tapi, bukankah semua cinta tidak harus memiliki.
Secret Admirer - End
———————***————————
Tenang kawan, cerita ku nggak akan berhenti di sini kok
Bukankah akhir adalah suatu awal yang baru.
Jangan lupa follow dan tinggalkan coment yaa
Spoiler : kisah Aleeya dan Arief tidak berhenti di sini loo