Aku akui Olive sangatlah menawan, dia cantik sekali dan dia pantas bersanding dengan Peter. Sejak kejadian itu Olive sering sekali nongkrong di restoran bos ku, tapi jarang juga bos ku menanggapi kehadirannya malahan Peter terlihat seperti cuek dengan keberadaan Olive.
"Pelayan!" seseorang memanggil pelayan dari meja nomor dua, karena tidak ada yang menanggapi aku mencoba ke depan
"iya, ada yang bisa saya bantu?" ternyata yang memanggil pelayan dengan suara lantang itu adalah Olive
"Kamu Scar kan? yang waktu itu menabrak aku saat pertama kali aku datang ke restoran ini?"
aku sangat yakin Olive masih punya dendam padaku, terlihat jelas dimatanya bahwa dia sangat membenciku ditambah lagi waktu itu bos lebih membelaku daripada dirinya
"iya betul saya Scar, Mbak Olive mau pesan apa?"
"Mbak? kamu panggil aku Mbak? eh Scar kamu tuh kampungan ya ternyata, aku kan udah bilang panggil aku dengan sebutan Nyonya Olive!"
"Tapi bos Peter menyuruhku memanggilmu dengan sebutan Olive saja, tapi karena aku menghargai Olive yang umurnya lebih tua dariku makanya aku memanggil dengan sebutan Mbak"
hanya perkara sebut nama saja urusannya sampai panjang begini padahal kalau dia langsung memesan makanan pasti sudah selesai dari tadi, sabar Scar!
"bos? mana bos kamu, aku mau ketemu" Olive ini sebenarnya mau makan atau mau ketemu bos sih, permintaannya aneh-aneh apa dia mencoba mencari perhatian bos? atau dia punya hubungan spesial dengan bos?
"maaf Olive, bos sedang sibuk. Olive mau pesan makanan dulu?"
"Scar! cepat panggilkan bos mu sekarang!"
Olive semakin menggila, memaksaku untuk memanggil bos Peter, ngotot ingin dilayani oleh Peter. Aku yakin Olive adalah gadis pemaksa yang manja.
"baik Olive, saya akan panggil bos, tunggu sebentar"
aku menyimpan buku menu dan pergi ke ruangan bos, aku mengetuk pintu perlahan takut mengganggu pekerjaan bos.
"Permisi, bos sedang sibuk?"
"Hei Scar, ada yang bisa aku bantu?"
"Bos, ada Olive di depan, dia ngotot sekali ingin ketemu bos.
"Olive? mau apa dia? aku malas sekali bertemu Olive"
bos pun terlihat tidak senang dengan kehadiran Olive di restorannya, tapi mau tidak mau bos harus bertemu
"bos ayo pergilah dan temui Olive, dia cerewet dan keras kepala sekali aku pusing menghadapi tingkahnya"
"baiklah ayo kita temui Olive, biar selesai urusannya"
aku dan bos keluar bersamaan lalu aku mengekor mengikuti bos menuju meja nomor 2 dimana Olive berada. Melihat kehadiran bos Olive sangat bahagia, senyumnya mengembang dan dia begitu menawan, tapi tetap saja menyebalkan.
"Heii Peter, oh aku rindu sekali dengan mu"
"Olive jangan disini!"
"Peter temani aku makan ya, aku akan memesan banyak makanan untuk kita berdua"
"Olive, ini restoranku aku bisa makan kapan saja, pesan saja untuk dirimu, aku sibuk"
"Peter! aku ini pacar kamu, kenapa kamu selalu menolak permintaan ku!"
Pacar? Peter dan Olive punya hubungan spesial, wah pantasan saja Olive sangat manja ketika bertemu Peter. Mereka sangat serasi dan level mereka sama, mereka orang kaya yang bingung menghabiskan uangnya.
"Pacar? Mantan pacar maksud kamu, Olive dewasalah kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi"
"Peter, tegah sekali kamu, aku mencintaimu Peter. aku tidak ingin hubungan ini berakhir"
"Olive Alexandria! cukup. jika tidak ingin memesan makanan pergilah, aku masih punya banyak urusan di kantor"
aku mematung melihat pertengkaran antara bos Peter dan Olive, tidak ingin ikut campur aku cuek. Peter menegaskan bahwa hubungan mereka sudah berakhir tapi Olive tidak terima baik dengan kenyataan itu, dan masih menanggap Peter sebagai kekasihnya, entahlah bukan urusanku.
"Peter kamu mengusirku dari restoranmu?"
"Olive apa mau mu?, kamu kesini ingin makan atau cari ribut?"
"Peter dengarkan aku, aku masih mencintaimu, ayo kita perbaiki hubungan kita, aku janji aku akan menjadi yang terbaik"
"Olive cukup, aku harus pergi"
tanpa basa-basi Peter pergi meninggalkan Olive, aku masih terpaku bingung dengan pertengkaran mereka, ingin menangapi tapi nanti dibilang ikut campur urusan orang. Olive terlihat tertekan dengan sikap Peter yang to the point, sebenarnya apa yang terjadi?