Sejak kejadian itu benar saja aku menjadi omongan karyawan lain, Mbak Nova selalu menceritakan padaku bahwa aku sering menjadi bahan gosip. Sebenarnya aku tidak peduli dengan semua omongan itu, aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun. aku akan tetap fokus bekerja lagipula aku tidak punya waktu untuk mendengarkan omongan miring karyawan restoran tentang aku dan bos. Menurutku wajar saja kalau bos memperlakukan aku berbeda dengan yang lain karena memang bos adalah malaikat penolong yang membantuku saat aku kecelakaan, aku pun tidak punya perasaan khusus pada bos seperti yang digosipkan. Mungkin ketika hal ini terdengar oleh bos aku pastikan hal buruk akan terjadi pada karyawan yang menggosipi aku, Lihat saja nanti.
Di depan restoran baik tamu maupun karyawan sangat heboh dengan kedatangan seorang wanita cantik, bagaikan seorang bintang wanita cantik itu begitu menarik perhatian, ia mengenakan pakaian mahal dilengkapi aksesoris glamor, rambutnya panjang terurai, begitu mempesona. Aku tak kalah penasaran, aku mendekat tanpa sengaja aku didorong oleh seseorang dan sial aku menabrak wanita cantik itu dan membuatnya menjerit manja, sontak aku menjadi tontonan. Aku sangat malu, aku meminta maaf dengan sopan tapi wanita cantik ini tidak merespon dengan baik.
"Hei apa yang kamu lakukan?, perhatikan jalan mu, dasar gadis kampung!"
"m m m m maaf nona aku tidak sengaja"
"maaf? kamu pikir kamu siapa? dan satu lagi panggil saya Nyonya Olive!"
"saya sungguh minta maaf Nyonya Olive"
"Saya tidak terima maaf kamu, panggilkan bos mu kesini, maka aku akan memaafkan mu"
Suasana restoran semakin ramai, aku menjadi tontonan banyak orang. wanita cantik yang menyebut dirinya Nyonya Olive ini begitu arogan. Ia begitu keras kepala dan tidak mau memaafkan aku, membuatku malu di depan tamu dan karyawan restoran.
Bos Peter keluar dari ruangannya masuk ke tengah kerumunan melihat apa yang sedang terjadi antara karyawan dan tamunya.
"Olive? apa yang kamu lakukan disini?" sepertinya bos ku mengenali wanita cantik ini, mereka terlihat seperti sangat dekat
"Peter, siapa gadis kecil yang berani-beraninya menabrak ku ini?"
tanpa basa-basi, Nyonya Olive semakin menjadi-jadi, dia tidak terima baik dengan kejadian barusan, jika aku bisa ditelan mungkin Nyonya Olive ini akan menelanku bulat-bulat.
"Tenang dulu Olive, ayo kita bicara di ruanganku, Scar ikut aku"
Aku mengekor mengikuti Peter dan Olive, orang-orang yang melihat drama Nyonya Olive sudah bubar ketika bos mengajak kita ke ruangannya untuk menyelesaikan masalah antara aku dan Nyonya Olive.
"Olive, apa yang karyawanku lakukan padamu?"
"Peter lain kali ajari karyawan mu untuk lebih berhati-hati! dia menabrakku dengan sengaja saat aku tiba di restoran mu"
"Scar, apa betul kamu menabrak Olive dengan sengaja?
" t t t tidak Pak, demi Tuhan, tadi saat orang-orang berkerumun di dekat Nyonya Olive, aku penasaran lalu mendekat juga ke kerumunan itu namun aku di dorong seseorang dari belakang dan tidak sengaja menyenggol Nyonya Olive"
"Scar, kamu memanggil Olive, dengan sebutan Nyonya?"
"Iya Pak, Nyonya Olive yang menyuruhku"
"Scar, panggil saja dia dengan sebutan Olive!"
"Cukup! Peter suruh saja karyawanmu minta maaf padaku"
"minta maaf? tadi dia sudah meminta maaf padamu dengan sopan, apa kamu kurang puas dengan permintaan maafnya?"
"Peter dari mana kamu tau bahwa gadis kecil ini sudah minta maaf?"
"Olive, jangan membodohi ku!, dan satu lagi jangan kau panggil dia dengan sebutan gadis kecil!"
Olive terdiam seribu bahasa, sorotan mata Peter begitu mengintimidasi, aku tertunduk tak berkutik, perdebatan antara Peter dan Olive semakin memanas, Olive sangat arogan dan tidak mau mengalah. Olive penuh amarah ketika menatap mataku, seperti aku telah menghancurkan hidupnya, matanya menyiratkan sebuah dendam, aku bergidik ngeri.
"Peter, siapa perempuan ini sampai kamu membelanya?"
"Olive cukup, apa yang kamu inginkan? jangan membawa urusan pribadi kesini"
"Peter jujur padaku, siapa dia!"
"Olive jangan membuatku kasar padamu, kalau kamu tidak puas, silahkan keluar dari ruanganku!"
"Peter, karena gadis kecil ini kamu berani mengusirku dari restoranmu?"
"Olive Alexandria!"
Aku seperti menonton sinetron secara langsung, perdebatan antara Bos Peter dan Olive semakin tak terkontrol karena keberadaan ku disini, ini semua karena aku, tapi aku sudah meminta maaf dengan sopan, dasarnya memang Olive adalah wanita arogan yang tidak suka mengalah pada siapapun.
"Scar, urusanmu dengan Olive sudah selesai, kamu silahkan keluar dari ruangan saya"
Aku keluar dengan sopan, dengan berlapang d**a aku sekali lagi meminta maaf pada Olive tapi dia dengan enggan memandang diriku, ku lihat Peter menahan amarahnya.