Aku terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit, aku benar-benar bingung sekarang. Apa yang barusan terjadi dan siapa yang mengantarkan aku ke rumah sakit. Tidak ada siapa-siapa disampingku, hanya beberapa perawat yang lalu lalang mengontrol pasien lain di sekitarku.
"Permisi suster, boleh saya bertanya?"
"ya, bagaimana? ada yang bisa saya bantu?"
"suster tau siapa yang mengantar aku ke rumah sakit tadi pagi?"
"oh itu, pria dengan baju putih penuh darah, apa kamu tidak mengenalnya?"
"iya suster, itulah mengapa aku bertanya, dia menolong aku, tapi aku benar-benar tidak mengingat wajahnya karena aku pingsan"
"saya akan coba cek ke bagian administrasi, untuk memastikan siapa yang membawamu kesini"
"baik suster, terima kasih banyak, ah boleh saya pinjam hp suster sebentar untuk menelpon mama ku?"
"oh tentu saja boleh"
suster memberikan handphone nya padaku, aku menelepon mama untuk memberitahu bahwa aku sedang di rumah sakit karena kecelakaan. Mama sangat kaget mengetahui aku dalam musibah.
Mama segera datang ke rumah sakit setelah aku memberikan alamatnya.
"oh Tuhan Scar!!! apa yang terjadi sayang?, kamu baik-baik saja?"
"Mama, tadi Scar kecelakaan di jalan"
"lalu siapa yang mengantar kamu ke rumah sakit, Scar?"
"aku tidak tahu Mam, saat Scar bangun orang itu tidak ada lagi, Scar minta tolong suster untuk cari tau siapa dia"
"Iya sayang, tidak apa-apa, kita harus berterima kasih padanya karena sudah menolong kamu"
"iya Mam, Scar ingin berterima kasih"
"Mama akan ke bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran rumah sakit, kamu tunggu sebentar disini"
"baik Mam"
Mama berlalu pergi, mama terlihat sedih, aku tau betul mama seperti apa, tapi mama berusaha menyembunyikan kesedihannya agar aku tidak merasa semakin buruk karena musibah ini. Dan aku sungguh penasaran dengan pria yang menolongku tadi, bagai di telan bumi, dia menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Aku sedikit mengingat wajahnya tapi aku tidak yakin. Aku merasa bersalah karena bajunya sudah ternoda oleh darahku, mungkin dia akan membuang baju itu. Jika saja aku mengenalnya, pasti aku akan mencuci bajunya sampai kembali putih tanpa noda.
Aku berpikir keras tapi sia-sia, aku pusing, lalu kembali tertidur.
Seseorang datang menghampiriku lalu memegang tanganku erat, tapi ini rasanya seperti mimpi, dia tersenyum padaku lalu membisikkan namanya, aku terkaget dari mimpiku dan tidak menemukan siapapun di sampingku tapi aku ingin betul namanya, ya Peter Smith!
Siapa Peter Smith?