seiring berjalannya waktu, tidak terasa sudah 6 bulan Shelly memulai bekerja di butik ini, dengan gaji yang ia dapat dari butik tersebut sudah ia sisihkan sedikit demi sedikit uangnya untuk di tabung,
Agar iya bisa masuk ke universitas,
shelly selalu mengikuti informasi tentang beasiswa di fakultas yang ia inginkan,
satu bulan yang lalu shelly mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa.
Triiinnngg .. suara pesan email masuk ke dalam ponselnya,. sebuah pesan dari universitas dan mendapatkan sebuah dokumen tentang di terimanya Shelly di fakultas tersebut dengan jalur beasiswa.
Berkali kali Shelly bersyukur kepada sang Pencipta, atas kemudahan yang ia dapatkan akhir akhir ini, selalu di berikan yang terbaik sama Allah.
benar adanya kata Akan ada pelangi setelah hujan karena shelly merasakan itu, dengan adanya ujian yang Shelly dulu rasakan perlahan derita yang ia rasakan mulai berganti dengan kemudahan yang ia jalani di setiap aktifitasnya.
Shelly bersyukur karena ia sekarang di kelilingi orang orang yang baik yang mendukung semua yang Shelly lakukan, sang owner dalam butik tempatnya kerja pun juga mendukung shelly sepenuhnya.
beliau mengizinkan Shelly untuk menempuh pendidikannya sambil bekerja paruh waktu di butiknya.
sang owner percaya akan kemampuan shelly dan ketekunannya selama ini.
cuma menyayangkan dengan nasib hidupnya.
Ia yakin suatu hari nanti shelly akan sukses dan menemukan kebahagiaannya kembali...
sore itu shelly mendatangi ruang sang pemilik butik tersebut untuk meminta izin akan bekeja paruh waktu sambil menepuh pendidikannya, ia tau sang pemilik butik sudah memberikan dukungan tapi lebih baik lagi kalau ia meminta izin secara langsung agar lebih enak
"tok ...tok..permisi bu Arumi"
" oohhh ya Shelly masuk saja, bagaimana ada yang boleh saya tau. kenapa kamu mendatangi saya di ruangan ini, pasti ada sesuatu bukan!"
"hmm sebelumnya saya ingin meminta maaf, karena saya baru saja mendapatkan kan email dari fakultas yang saya ajukan, dan saya bersyukur karena saya di terima dengan jalur beasiswa bu." ucap shelly sopan dan dengan antusias
"ow ya.... waahhh selamat ya Shelly kamu memang berhak mendapatkan ini semua, semoga ini awal yang baik buat masa depan kamu ya..."
"tapi,, begini bu saya boleh tidak kalau mengambil jam kerja paruh waktu, agar saya masih bisa kuliah sambil kerja" ucap shelly dengan takut sambil menundukan pandangannya
" aadduuhhh kamu tidak usah khawatir kamu boleh kok, tidak usah takut ya..
saya malah senang sekali dengan kabar ini,
kamu bisa menyesuaikan jadwal kuliah mu, jangan kawatir dengan pekerjaan, kalau kamu pas kosong kuliah kamu baru kerja,.."
'" maaf ya bu saya jadi merepotkan ibu"
" sudah sudah tidak usah sedih begitu, saya tidak mempermasalahkan itu kamu fokus saja sama kuliahnya."
menyemangati shelly dengan sayang, ia betul ibu arumi sangat menyayangi shelly. ia sudah mengangap shelly sebagai putrinya entah kenapa ia merasa nyaman dengan Shelly dan dengan tau adanya cerita tentang nasib Shelly iya merasa kasian dengannya, ibu arumi selalu adil memperlakukan semua karyawannya dengan baik, walau ia menyayangi Shelly tapi ia tidak membanding mandingkan dengan yang laen, semua karyawan di perlakukan sama.
pagi itu shelly telah bersiap untuk datang ke universitas untuk melengkapi berkas-berkas sebagai mahasiswa lewat jalur beasiswa tersebut.
shelly keluar dari rumahnya dengan pakaian yang sudah rapi dan bersih, dengan mengunakan sepatu flatshoes tidak lupa mengalungkan tas di bahunya.
Dengan pakaian yang sederhana shelly terlihat feminim dan juga angun.
orang tidak akan tahu dengan statusnya shelly, dia terlihat seperti seoarang remaja pada umumnya.
Lima menit berlalu ojeg online yang ia pesan sudah datang, ia menaiki taksi supaya mempercepat perjalanannya ia takut di hari penting ini ia akan terlambat.
Waktu berjalan cepat 30 menit berlalu Shelly sudah memasuki gerbang universitas ternama di kota ini, Universitas ini adalah universitas unggulan dengan segudang prestasi, ia merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di universitas ini
Shelly akan mengambil Fakultas Fashion design, ia ingin mengasah kemampuannya di bidang ini, berharap ini langkah awal untuk meraih cita-citanya yang sempat tertunda.
shelly sudah iklas dengan takdir yang ia jalani sedari dulu, ia akan membuka lembaran baru untuk hidupnya,
ia akan bersungguh sungguh untuk meraih cita citanya setinggi mungkin.
" terimakasih ya mas, sudah saya kasih bintang lima ya mas.?" ucap shelly pada ojol tersebut dengan menunjukkan handphone miliknya
"sama sama mbak, semoga lancar dan sukses ya mbak," dengan ramah pada shelly
" iya mas terimakasih, semoga mas dapat orderan banyak ya mas hari ini dan seterusnya, aamiin..." begitulah shelly, selalu baik kepada orang di sekitarnya, tidak lupa untuk mendoakan orang-orang tersebut.
"Aamiin... mbak terimakasih,,,!!"mengaamiini dengan hati terharu
shelly berjalan di koridor kampus tersebut, dengan menengok ke kanan kiri untuk mencari ruangan yang ia tuju untuk mengumpulkan berkas-berkas yang ia bawa, sesekali ia bertanya pada setiap mahasiswa yang berada di sekitarnya, ia langsung paham dengan ucapan mahasiswa tersebut, ia hanya fokus pada papan informasi di setiap lorong ruangan itu, tanpa sengaja ia menabrak seorang laki-laki dengan penampilan yang sangat rapi, dengan pakaian casual dan sepatu yang mengkilap tak lupa kaca mata yang bertender di atas hidungnya, buku yang ia bawa tercecer di depannya, shelly berjongkok untuk membantu membereskan buku buku tersebut
"maaf maaf pak saya tidak sengaja, biar saya bantu untuk membereskan buku buku ini" ucap shelly dengan posisi berjongkok sambil memunguti buku tersebut.
"hmm,,, laen kali kalau jalan hati hati, " jawab singkat cowok tersebut.
tak berapa lama, saat shelly menyerahkan buku buku tersebut, ia mendongakan wajahnya untuk melihat sang pemilik suara tersebut, dengan mengucapkan maaf padanya.
pandangan mereka bertemu cukup lama, Shelly mengerutkan alisnya karena merasa tidak asing dengan lelaki yang ada di depannya.
sang lelaki tersebut tak kalah terkejutnya saat melihat wajah cantik Shelly, ia tidak lupa dengan wajah dan harum tubuh shelly yang wangi vanila itu,
"deg. .. deg .. benarkah ini dia,,,?" batinnya dalam hati.
ia segera menyadarkan dirinya, dengan deheman "ghemmm, baik sama sama, laen kali hati hati saat berjalan"
Shelly masih fokus dengan ingatannya ia lupa dengan wajah tersebut tapi ia merasa tidak asing dengan lelaki ini, tapi siapa??
tanpa pikir panjang shelly melanjutkan tujuannya, akhirnya ruangan yang ia cari sudah di depan mata, ia segera mengumpulkan berkas tersebut,l
Shelly bernafas lega karena berkas yang ia bawa sudah mencukupi semua syarat syarat yang di minta oleh pihak universitas tersebut, mulai besok ia sudah bisa mengikuti kegiatan di universitas ini,
sehabis dari universitas ini shelly akan langsung berangkat kerja ke butik,