Pagi pagi sekali aluna telah bersiap, ia sedang sarapan dengan menu sehat, oatmeal dan juga buah.
Shelly telah mempersiapkan semua ya sejak semalem, mulai hari ini ia akan membagi waktu dan juga tenaganya untuk menempuh pendidikan dan untuk pekerjaannya.
saat sedang bercermin Shelly melihat pantulan di kaca ia memberikan motifasi untuk dirinya sendiri
" Semangat shelly, kamu harus bisa kamu tunjukin ke semua orang kalau kamu yakin bisa sukses ... semangat....!!!"
setelah ia selesai bersiap ia akan mengorder ojol untuk mengantarkannya ke kampus.
" oke done Shelly, kamu harus bisa ..
yeeyyy.... semangat.....!!!"
sesampainya ia di gerbang kampus, ia bertemu dengan sosok pria yang kemarin sempat ia lihat, shelly masih memperhatikan dan mengingat ingat dengan sosok pria tersebut.
" aaah sudahlah mungkin salah orang" ucapnya dalam hati.
Ia mengalihkan perhatiannya sambil berjalan menuju aula kampus yang telah di jadwalkan untuk peserta didik baru.
" haaaiii.... kenalin dong nama gue dian, Dian irawati."
" oohhh hai, nama ku Shelly, shelly putri Irawan"
hahaha.... mereka tertawa bersamaan karena merasa lucu dengan kemiripan nama belakang mereka...
" kok bisa hampir sama ya nama belakang kita...." ucap dian dengan antusias
" lucu kan, bisa kebetulan begini hahaha ..."
"kalau begitu salam kenal ya, bagaimana kalau kita berteman kita juga satu jurusan bukan"
" yuuppss tentu saja, kita berteman ya .."
mereka saling mengobrol dengan asyik, saling bertukar cerita satu sama lain.
Hari belum ada agenda untuk calon mahasiswa baru, hanya akan ada sapa menyapa dan perkenalan dari semua direksi dan juga mahasiswa senior.
saat pas pada seorang dosen dan juga sebagai anak pemilik universitas tersebut sambutan sambutan pun ia ucapkan, namun pandangannya hanya tertuju pada sosok wanita yang duduk di barisan tengah.
Dari sekian banyak calon mahasiswa entah kenapa ia hanya fokus kepadanya.
"selamat siang perkenalkan nama saya Wirga Dirgantara, kalian boleh memanggilnya dengan wirga. saya adalah dosen pembimbing jurusan bisnis dan manajemen, ada pertanyaan "
wirga tampil dengan setalah casual yang sangat elegan dangan penataan rambut yang sangat rapi membuatnya tampil semakin memikat kaum hawa.
" giiilllaaa dosen kita ganteng banget, udah ganteng, pinter, cool, tajir pula. aaahhhh paket komplit ini mah, gue maauuu dong..."
" sudah beristri belum ya, gue mau dong di jadikan istrinya, istri kedua juga ngak apa apa...." banyak yang mengangumi wirga, ia sangat populer di kawasan mahasiswa disini.
" kalian mah haallluu....!!!" ucap salah satu teman yang tidak suka mendengar kehaluan para mahasiswi disini, yang sebagian besar ngefans dengan dosennya.
Tidak dengan shelly yang menganggap wirga biasa aja, berbeda dengan yang laen yang memperlihatkan kehebohannya dan berharap bisa menjadi pendamping tuan Wirga Dewantara.
" Bagaimana saya tanya sekali lagi, tidak ada pertanyaan?"
" hmm pak, maaf bapak sudah mempunyai seorang pendamping hidup belum ya.?" tanya seorang calon mahasiswi yang centil, ia berharap sang dosen menyukai keberaniannya.
" Baik akan saya jawab, saya masih lajang dan belum mempunyai seorang pendamping, saya masih menunggu kedatangan seorang gadis cantik yang saya tunggu beberapa tahun belakangan ini" wirga mengucapkan sambil memandang ke arah Shelly, namun wirga sempat kecewa karena Shelly tidak seantusias yang lain, malah menghindari pandangannya saat tak sengaja pandangan mereka bertemu.
" kamu memang beda my little girls," ucapnya dalam hati, karena ia yakin gadis yang ia temui sejak kemarin adalah gadis yang ia cari belakangan ini.
" yyyaahhh patah berjamaah ini namanya .." dan yang lain yang mendengarnya pun langsung tertawa bersamaan... "wahahhahaha.... kalah sebelum perang ini..."
" Baiklah kalau begitu saya sudahi perkenalan kita hari ini, dan saya ucapkan selamat datang dan sukses untuk calon mahasiswa mahasiswi di kampus ini .."
hormat wirga dengan semua yang ada di aulia ini.
Tak lama kemudian sesi perkenalan ini selesai, dan semua calon mahasiswa baru di kampus ini di perbolehkan untuk kembali pulang kerumah masing masing-masing.
" kamu pulang kemana shel, mau bareng engak?" dian pun menawari Shelly untuk pulang bareng dengannya.
" hmm maaf ya dian, bukannya nolak rejeki ya, tapi maaf gue harus kerja part time sehabis kuliah" menolak tawaran dian dengan sopan
" waaahhh loe juga sambil kerja part time, keren lo shel," dian bangga dengan teman barunya yang kuliah sambil kerja part time.
" aahhh apaan sih,,, engak aja, kalau ngak kerja mana mungkin gue bisa kualiah gini"
" jarang lo shel, anak sekarang mau susah kayak loe gini, gue salut sama loe yakin" dian merasa bangga dengan sifat teman barunya yang beda dengan tang laen menurutnya.
" gue juga beruntung bisa masuk universitas ternama ini, walaupun lewat jalur beasiswa, semoga gue bisa mempertahankan nilai gue, supaya tidak di cabut beasiswanya hehhe....."
" wahhh paket komplit ini mah namanya, loe tu udah cantik, baik, pinter, pekerja keras kurang apa coba, andai gue cowok udah gue sikat deh loe hahaha....."
keduanya tertawa bersamaan, walau baru hari ini mereka kenal tapi entah mengapa mereka sudah sangat cocok, nyambung aja gitu kalau ngobrol hehhe...
Dari dalam sebuah mobil mewah yang terparkir, ada seorang pria yang melihat interaksi keduanya, walaupun tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan namun wirga sangat senang dengan sikap Shelly yang gampang akrap dengan orang baru, masih sama seperti dulu, hanya saja sekarang ia terlihat lebih kurus namun aura kecantikannya lebih terpancarkan.
setelah selesai mengisi penyambutan tadi di aula, wirga pergi untuk meminta salinan dokumen milik Shelly, ia berniat nanti akan menelusuri tentang Shelly semoga benar seperti dugaannya.
" ya sudah gue pesen ojol dulu ya dian, kalau loe mau pulang dulu tidak apa apa, bentar lagi juga ojol gue dateng.."
" gue juga nunggu jemputan kok, bentar lagi kayaknya juga sampai"
" oohhh baiklah kalau gitu, kita duduk di depan gerbang aja bagaimana?" tawaran Shelly pada Dian.
" oke kalau gitu, ayo...!!"
mereka pun duduk sambil bercerita, hanya terdengar suara candaan dari keduanya yang sangat heboh, mereka tidak menyadari jika sedari tadi ada yang mengawasi keduanya.
Ia tidak sabar akan pencariannya nanti, jika benar gadis yang ia cari adalah Shelly ia akan secepatnya mengungkapkan langsung kepada Shelly, ia takut akan kehilangan gadis yang ia cintai sejak kecil.
Shelly adalah satu satunya wanita yang menguasai hati dan pikirannya setelah sang ibunda.
wirga tidak pernah berpaling ke lain hati, ia hanya ingin menunggu shelly, ia berharap semoga meraka kelak akan berjodoh.