wirga selalu berusaha untuk mencari Seorang gadis dari masa lalunya yang sering hadir dalam pikiran dan juga mimpinya, gadis tersebut merupakan gadis sepesial dalam hidupnya.
Hadis tersebut juga merupakan cinta pertamanya sejak dulu sekolah di sekolah menengah atas, mereka dekat dengan alasan selalu mengikuti bakti amal dalam sekolah mereka dan mengharuskan mereka seing bertemu dan bersama.
lambat laun perasaan mereka pun muncul namun, wirga yang tidak punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya.
hingga suatu hari terjadilah hal hal yang di luar dugaan tanpa sengaja wirga di haruskan untuk mencium Shelly saat shelly membutuhkan pernafasan buatan.
karena keadaan yang genting membuatnya harus melakukan itu.
Dan moment itu selalu menghantuinya hingga saat ini.
lamunan wirga pun buyar saat mendengar nada dering di handphonenya...
" ya hallo, bagaimana dengan pencarian kalian apa sudah ada hasilnya?"
tanya wirga pada seseorang yang berada di balik telefon genggamnya.
"" akan saya kirim ke email anda tuan" jawab sang penelepon ke wirga
" oke akan saya tunggu, dan terimakasih!""
ttuutt ... tuuuutttt....
wirga pun menutup teleponnya dengan sepihak,
ia berjalan menuju meja kerjanya untuk melihat email yang anak buahnya kirim. ia penasaran data tentang perempuan yang menjadi mahasiswi di universitas yang ia kelola.
" Shelly putri Irawan, dengan latar belakang yang sama namun kenapa ini statusnya sudah menikah, apa benar Shelly sudah mempunyai seorang suami....?""
" aaahhh.... s***.....!!!!"
Tttuuuuuutttt..... tttuuuuuutttt....
" ya hallo, coba kamu cari tau tentang suami dari shelly putri irawan, apakah benar ia sudah menikah dan bagaimana dengan kehidupannya dengan suaminya '"
" baik tuan akan saya cari tahu"
" saya tunggu lusa kamu harus memberi tahu hasilnya "
" baik tuan"
Ia tidaklah percaya dengan gadis yang ia cari sedari dulu ternyata ia telah menikah,
ia berpikir kenapa ia tidak mengetahui jika sang gadis telah menikah,?
" aaaahhhh..... sssiiiaaallll....!!!!""""
" tapi tunggu, aku tidak akan menyerah begitu saja, dan aku berdoa semoga hubungan mereka tidak baik baik saja, akan aku tunggu kamu Shelly....!!!"
rancaunya wirga yang frustasi dengan status shelly sekarang.
Di lain tempat, Shelly sedang fokus dengan pekerjaan. jika pelangan yang datang agak sepi ia memutuskan untuk belajar membuat desain, tentu dengan seizin sang owner butik.
Shelly sangat profesional dengan pekerjaannya, dan sangat rajin hingga sang owner selalu merekomendasikan desain hasil karya Shelly pada pelanggan setia butik tersebut.
tok.... toookkkk....
"masuk...!!"ucap sang owner dari dalan ruangan
"gimana shell, kamu sudah membuat desain pesanan saya, coba saya lihat...
"ini bu, coba di cek kembali. jika ada yang kurang mohon koreksinya ya bu?"
"baiklah kamu boleh kembali kedepan nanti akan saya panggil jika saya membutuhkan kamu lagi "
"baik bu, saya mohon undur diri " shelly emngangguk hormat dan berpamitan untuk kembali ke tempat kerjanya.
"kamu memang bisa saya andalkan shell, akan saya persentasekan karhmya kamu ke teman dan pelangan saya ..,,,"
ia selalu merasa puas dengan desain yang di buat oleh Shelly, selalu bagus dan elegant dan simpel.
"kamu memang berbakat, saya tidak akan menyia-nyiakan kinerja kamu shelly. semoga kamu betah berkerja dengan saya, dan kamu sudah saya anggap sebagai putri saya sendiri ..",
sedari tadi ia berbicara sendiri untuk memuji kepandaian shelly dalam bekerja selalu totalitas.
Hanya keberuntungan belum berada di pihaknya, dan kesedihan datang pada kehidupan rumah tangga kamu yang penuh dengan kesedihan.
" Ibu selalu berdoa untuk kebaikan kamu, dan semoga kebahagiaan akan datang pada kehidupan kamu kedepannya"
Diluar ruangan, kini Shelly dan yang lain sedang menata sambil membereskan barang barang agar terlihat lebih rapi dan bersih, supaya bisa lebih menarik pelanggan untuk datang berkunjung.
" tolong ya shelly, bantu angkat patung manekin itu?" ucap salah satu temannya ia bernama nina karena ia merasa tidak kuat untuk mengangkat nya sendiri
" oh ok, ayo aku bantu, lain kali jangan sungkan untuk meminta tolong"
" terimakasih ya Shelly, kamu memang baik dan ringan tangan untuk membantu jika ada yang membutuhkan, aku bangga mempunyai teman kerja seperti kamu!"
" aaahhh... kamu bisa aja, nanti aku terbang ini ...!!"
" hahahaha....." mereka berdua tertawa bersamaan
iya Shelly begitu ceria saat di luar, di kampus ataupun di tempat kerja ia selalu tersenyum dan gampang akrab dengan yang lain. karena sikapnya yang humble itu membuat teman-temannya menjadi nyaman.
jam pulang kerja pun telah tiba, saat ini pukul 22.00 di jam segini biasannya shelly pulang jika ia mendapatkan shift kerja sore.
namun sekarang saat ia sudah mulai ambil kerja paruh waktu ia akan pulang tepat jam 22.00 setiap harinya.
tiinnnn ....tiiinnnn....
"oh maaf tuan, saya tidak melihatnya?" shelly meminta maaf karena ia kira shelly yang salah dalan mengambil jalan.
padahal yang sengaja menyalakan klakson mobil tersebut adalah sang dosen killer.
" mau bareng tidak, mumpung saya sedang baik hati?" ucapnya berpura pura menawarkan tumpangan,
"Tidak usah tuan, terimakasih" shelly menolak dengan sopan dan hormat
" yakin ini, sudah malam lo tidak ada kendaraan yang lewat lagi selain saya!"
masih dengan memaksa shelly untuk ikut dengannya.
" hmmm tidak apa-apa tuan, saya bisa jalan dari sini karena rumah saya sudah dekat"
wirga pun frustasi karena ajakannya di tolak oleh Shelly, namun ia juga bangga karena shelly ternyata tidak seperti perempuan lain di luaran sana.
Tampa di sadari wirga menarik sudut bibirnya membentuk sebuah lingkaran, ia sekian lama akhirnya wirga tersenyum kembali, hanya karena penolakan shelly malam ini.
" Baiklah kalau begitu kamu hati hati, dan saya akan duluan. besok jangan sampai telat datang ke kampusnya.."
" baik tuan terimakasih sudah menginggatkan saya "
" hmmm.." sambil menganggukan kepalanya, ia lalu menutup kaca jendela mobilnya dan melaju meninggalkan shelly.
"kayaknya memang tidak asing lagi dengan dosen wirga tadi, perasaan gue juga beda saat bertemu dengannya..." gerutu shelly sendirian sambil berjalan di trotoar.
" aaahhhh..... sudaahhlaahh....!!!"
sepuluh menit berlalu, shelly akhirnya sampai juga di kontrakan yang ia tinggali, disinilah ia bisa memulainya dari awal, dan di ia memulai menemukan kehidupannya dan di lindungi orang orang yang baik terhadapnya. ia sangat bersyukur sekali dengan kehidupan ini, penuh dengan lika liku yang membuatnya bisa kuat sampai saat ini.
maaf ya untuk readers karena jarang sekali up nya, semoga suka dengan ceritanya dan maaf jika masih belepotan dengan tulisannya.
Tetap semangat !!!!