"Ara... jangan pernah gunakan kekuatan pemanggil binatang yang kita bisa kepada orang orang. Meski dalam keadaan terdesak sekalipun. Kamu harus menjaga petuah ini. Agar para leluhur tidak marah kepada kita!"
Nerthus berkata penuh dengan kelembutan pada putri nya. Itu adalah pesan terakhir yang harus ia sampaikan kepada sang putri sebelum benar benar pergi ke Acavalati.
Wanita yang sudah hampir mencapai usia setengah abad itu terus mewanti wanti putri satu satunya agar terus mengingat pesan para leluhurnya. Meski Ara adalah seorang yang tidak taat pada aturan. Tapi tetap saja, untuk yang satu itu, Nerthus harus pastikan Ara menurut.
"Ck... kenapa ibu? Bukannya itu adalah keahian Ara? Dibanding mengusir semua binatang, bukannya Ara jauh lebih mahir mengundang dan mengendalikan para binatang itu? Ara kesal Ibu. Orang orang terus menganggap kalau Ara ini bodoh. Padahal bukan seperti itu kebenarannya. Ara bukan tidak menguasai sihir. Hanya saja Ara berbeda dengan mereka!"
Semua orang selalu mengolok kalau Ara adalah gadis paling bodoh di desa. Tidak ada satupun sihir yang mampu untuk Ara kuasai. Padahal bukan seperti itu kenyataan.
Arabella mahir dalam berbagai sihir. Seperti mengendalikan para binatang dan juga merubah ukuran mereka. Tapi sayangnya, orang orang di Sigyn ingin dia melakukan hal yang berlawanan.
Termasuk Nerthus, semua orang meminta Ara mengusir para binatang itu. Padahal para binatang itu justru datang berbondong tiap kali Ara membaca mantra sihir. Tidak heran jika semua orang justru menertawakan Ara.
Mereka bilang Ara tidak kompeten dan tidak pantas untuk jadi penyihir.
Awalnya Arabella marah dan ingin menunjukkan kemampuan yang dia punya untuk diadu dengan para orang orang itu. Namun Nerthus selalu saja melarang dan berucap jika Arabella harus mengalah.
"Dengarkan Ibu, Ara, untuk apa kamu menjadi hebat tapi akan membuat semua orang sengsara dan sakit hati. Simpan kemampuan mu untuk dirimu sendiri. Kamu tahu? Terkadang karena diamlah kita akan selamat! Karena itu ibu mohon, tetap jangan pakai kekuatan mu. Terutama di depan orang lain!"
Namun Nerthus tetap Nerthus. Dia tidak dapat mendengar kan Arabella. Apapun yang dia putus kan adalah final.
"Berjanjilah Ara. Kau tidak akan menggunakan kekuatan mu. Meski kau terdesak di Acavalati dan kau akan mati!"
Arabella kembali mengangguk kan kepala. Tidak punya pilihan lain. Selain menuruti apa yang diinginkan sang ibu. Karena mau sekeras apapun menolak. Nerthus akan memaksa.
"Ya ibu!"
Nerthus tersenyum mengingat janji Arabella sesaat sebelum berangkat ke Acavalati. Dia berharap Arabella benar benar tidak akan menggunakan kekuatan dahsyat yang gadis itu miliki.
Terlalu mencolok jika sampai Arabella melakukannya.
***
Raksasa yang dikirim oleh Aldric semakin bertambah bengis. Pada saat ini mahluk monster itu sama sekali tidak peduli pada Freya yang mulai kehabisan tenaga. Justru malah mahluk itu menyeringai. Sangat senang karena melihat Freya sudah diambang kehancuran. Hanya butuh sedikit waktu lagi untuk membunuh putri dari Retori itu.
Sementara itu di tempat lain. Arabella dengan berkonsentrasi pada diri sendiri. Dia mengambil sebuah burung kecil dan memantrainya menjadi raksasa yang bisa bicara.
Seharusnya ini tidak boleh dia lakukan. Namun terpaksa ini keadaan yang genting. Arabella berharap jika sang ibu bisa memaafkan kesalahan yang dia lakukan. Karena telah lancang menggunakan sihir terlarang keluarga Sigyn.
"Tidak mungkin. Jadi gadis ini adalah penyihir pengendali binatang? Ini sulit untuk di percaya!"
Sang pangeran kaget bukan main. Ini di luar ekspektasi yang dia punya. Dengan mata kepala nya sendiri. Dia dapat menyaksikan jika Arabella punya kemampuan yang luar biasa. Dan tidak dapat dianggap remeh.
"Apakah dia berasal dari Klan raja? Tapi itu tidak mungkin. Klan nya adalah klan rendahan. Siapa sebenarnya gadis ini?"
Aldric sangat penasaran dengan siapa Arabella yang sesungguhnya. Gadis itu seakan punya banyak sekali teka teki yang tidak mampu dengan mudah di pecahkan.
Jika benar keluarga Sigyn adalah klan raja. Mengapa ia menutupi semua. Kenapa mereka tidak ingin tampil di khalayak umum. Dan justru sembunyi? Bukankah istana dan tahta raja adalah hak mereka seharusnya?
Setelah ini adanya Aldric harus banyak mencari tahu tentang Arabella dan juga klan nya.
***
Burung yang tadi di kirim oleh Arabella terbang begitu tinggi dan juga cepat. Dia melihat ke arah bawah dan mencari dimana keberadaan sang putri. Setelah di rasa menemukan posisi dari Freya. Burung itu mulai memperendah jarak terbang.
Dapat di lihat pada saat ini sesosok raksasa ingin menusuk Freya dan juga Gotta, untung saja burung yang dikirim Arabella dapat menyambar kedua gadis itu secara tepat kemudian mengajaknya terbang tinggi.
"Siapa kau?" tanya Freya setelah sang buruk menaikkan nya ke punggung.
Dia mengira kalau hidupnya akan berakhir setelah tenaga nya habis untuk mengurus mahluk terkutuk. Namun siapa yang sangka ternyata ada penyelamat untuk nya, lagi.
"Hebat... Ini sungguh hebat. Kita selamat di detik detik terakhir."
Gotta tidak kalah leganya dengan Freya karena berhasil selamat dari amukan makhluk yang menyeramkan itu.
Pada awalnya Gotta sama sekali tidak bisa melihat mahluk itu hingga pada akhirnya dia bisa melihat dengan sempurna wujud dari makhluk mengerikan tersebut.
Gotta yang juga sudah mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia miliki menjadi pasrah jika dia akan segera mati. Nanun keajaiban itu datang.
"Aku dikirim oleh seseorang. Dan tugasku hanya menyematkan mu. Untuk membunuh raksasa itu, kamu hanya perlu menurunkan hujan badai yang begitu deras!"
Sang burung enggan untuk memberitahu siapa orang yang sudah mengirim nya. Karena tugas nya pada saat ini hanya membawa Freya dan Gotta menjauh sejauh mungkin dari raksasa. Yang pada saat ini masih saja terus mengejar dirinya.
Sesuai pesan dari Arabella. Freya harus segera membuat hujan turun. Agar Raksasa itu kalah kemudian mati.
"Menurunkan hujan badai? Hanya itu?" tanya Freya penuh dengan kebingungan. Dia tidak percaya jika cara untuk mengalahkan raksasa bengis itu hanya semudah itu.
***
Nott berlari tunggang langgang ke hadapan Nyonya Gerld. Dia tahu kalau mungkin orang nomor satu di Acavalati itu akan mencacinya. Namun dia tidak pernah punya pilihan lain.
"Nyonya... saya gagal masuk kedalam hutan terlarang itu Nyonya. Bukan. Bukan hanya itu. Saya juga gagal membuat kabut hitam untuk menggelapkan hutan. Maafkan saya Nyonya. Tapi seperti nya ada kekuatan besar yang pada saat ini sedang mengincar Nona. Dan saya tidak sanggup untuk melawan nya Nyonya," jelas Nott penuh dengan penyesalan.
Dia mengakui jika kekuatan nya tirak sebanding dengan kekuatan yang di miliki oleh orang yang akan mencelakai Sia.
Kekuatan itu sangat besar dan gelap.