"Apa aku bilang ayah. Freya dan ayahnya itu sama saja. Mereka adalah iblis. Tidak pantas untuk kita kasihani. Jadi izinkan aku pergi untuk menemui dia dan memenggal kepalanya."
Eric emosi tidak terkira karena mendengar kabar kalau pada saat ini adiknya telah diubah menjadi sebuah patung kera dan belum ada yang berhasil untuk membuat Aldric kembali ke wujud yang asli.
Jelas, sebagai orang yang sangat sayang kepada Aldric. Eric tidak bisa menerima kenyataan itu. Dia berulang kali meminta izin kepada sang Ayah untuk pergi ke Acavalati, untuk memenggal kepala Freya yang telah dianggap lancang karena telah membuat Aldric menjadi patung kera.
"Jangan kedepan kan emosi mu Eric. Apa kamu tidak ingat kalau kamu pernah hampir membuat nyawa Freya dalam bahaya saat berada di hutan terlarang? Jadi untuk kali ini. Ayah mohon, jangan bertindak gegabah. Biar nanti Ayah yang akan membereskan masalah ini. Kamu hanya perlu diam dan tidak melakukan apapun. Itu jauh lebih baik."
Fredict tahu jika pada saat ini Eric marah dan juga khawatir karena adiknya telah di sihir. Namun dengan dia datang ke Acavalati dan membuat kekacauan, maka sama saja dia memperkeruh suasana. Eric hanya akan membuat permusuhan makin kental antara Klan Signnur dan Bath. Kepala dingin harus digunakan untuk menyelesaikan masalah ini.
"Jadi Ayah akan diam saja melihat putra Ayah di perlakukan seperti itu? Ayah akan memaklumi semua? Memaafkan Freya? Sama seperti saat kakak dari Freya membuat kepala ku berubah menjadi musang seperti saat ini? Ayah hanya diam saja tanpa pernah mau untuk membela aku kan? Aku tidak akan pernah membiarkan Aldric berjuang sendiri! Aku akan membantu adik ku."
Eric sudah terlanjur kecewa pada sang ayah yang dia nilai selama ini tidak pernah sekalipun mau menbela hak anak anak nya. Dulu saat kakak dari Freya merubah nya jadi musang, Frederick diam. Sekarang pun juga sama saja. Ayahnya diam setelah Aldric telah berubah menjadi patung kera.
"Ayah bilang berhenti Aldric. Kamu tidak tahu apa apa. Kamu tidak tahu apa yang sedang Ayah rencana kan. Semua ini juga demi kamu."
"Tidak perlu banyak alasan Ayah! Aku mengerti kalau Ayah tidak pernah peduli dengan Aldric dan juga Ayah. Karena Ayah hanya sayang pada diri sendiri dan takut melawan Retori. Aku akan membunuh Freya. Untuk membalas semua dendam ini. Nyawa harus di bayar dengan nyawa. Tidak ada kompromi!"
Katakan saja bahwa Eric adalah seseorang yang keras kepala dan tidak pernah bisa untuk diatur. Tapi jika sang ayah tidak pernah bisa untuk melindungi Aldric, maka Eric sendiri yang akan melindungi sang adik.
Meski nyawa adalah taruhannya. Tidak akan pernah membuat Eric mundur sedikit pun. Justru dia akan maju paling depan untuk melindungi Aldric dari siapa pun yang mencoba untuk menyakiti.
"Aldric tidak pernah tertarik untuk masuk ke Acavalati. Bagi nya tempat itu adalah tempat terkutuk. Dia benci Acavalati karena tempat itu telah membuat kamu menjadi seperti sekarang. Hingga akhirnya Aldric tahu, jika satu satunya mantra yang bisa melepaskan kamu, ada di buku kuno, hadiah untuk jawara Acavalati. Aldric yang awalnya begitu anti dengan Acavalati. Mendadak berambisi untuk pergi kesana. Kamu adalah alasannya."
Fredict berbicara panjang lebar. Hingga membuat langkah Eric terhenti. Dia tidak pernah tahu jika alasan Aldric masuk ke Acavalati adalah karena dirinya.
Eric fikir kalau Aldric pergi ke Acavalati adalah karena ingin jadi pemenang seperti dirinya dulu. Eric ingin membuat kekuasaan Retori runtuh. Sayang, karena ambisi itu, pada akhirnya Eric hancur.
"Apa maksud ayah?"
"Aldric sedih melihat kamu seperti saat ini. Dia sedih kamu tidak pernah berwujud kembalii seperti semula. Aldric ingin mendapatkan buku itu dan merubah kamu seperti dulu. Karena itu dia melarang kita untuk ikut campur. Dia tidak ingin kita membuat dirinya ter diskualifikasi. Jadi Ayah mohon hargai adikmu. Hargai usaha yang dia lakukan untuk membuat kamu kembali."
Sejak awal, peraturan dalam Acavalati sudah jelas. Para Klan tidak di perbolehkan ikut campur dalam setiap seleksi peserta.
Karena setiap peserta harus menunjukkan kemampuan diri sendiri. Siapa yang tidak menuruti perintah itu. Maka siap siap saja di tendang dari Acavalati dengan tidak terhormat.
"Lalu bagaimana dengan Aldric Ayah? Apa aku harus diam saja melihat dia disakiti seperti itu? Aku tidak tega melihat Aldric disakiti. Dia itu adikku Ayah!"
Eric rasanya hancur, adiknya celaka hanya karena ingin menyelamatkan dirinya. Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Aldric. Maka Eric tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
"Percayalah. Adikmu pasti bisa melewati ini dengan baik!"
Fredict percaya jika Eric tidak akan selemah itu. Pasti anaknya itu mampu mengalahkan setiap orang yang berusaha untuk menyakiti dirinya. Yang di butuhkan mereka semua hanyalah rasa percaya pada kemampuan Aldric.
***
Sementara kabar tentang berubah nya Pangeran Aldric telah sampai kemana mana. Klan Sigyn terutama Nerthus justru dikagetkan dengan suatu kabar yang lain. Nerthus tidak percaya jika Arabella memenangkan pertandingan kemarin adalah karena memakai mantra yang sudah susah payah dia larang.
"Jadi maksud kamu Arabella bisa memenangkan pertandingan karena keluar dari hutan terlarang menggunakan burung emas? Kamu tahu burung itu milik siapa?"
Nerthus hanya sedang mengetes, sejauh mana pengetahuan Baladia. Soal kemampuan Arabella. Jika sampai semua orang tahu kalau Arabella pandai mengendalikan binatang. Maka siap siap saja. Nerthus akan segera kehilangan Arabella.
Burung emas itu sudah pasti adalah hasil jelmaan dari sihir Arabella. Semua hewan yang berhasil untuk di kendalikan Arabella akan berubah menjadi keemasan kan?
"Ck... tentu saja itu adalah milik pangeran Bath itu. Tapi tetap saja pihak Acavalati memberikan kita hadiah. Semua itu sebagai tanda kalau mereka sangat menghormati kita. Jadi mulai sekarang, kita bisa pergi pergi menggunakan kendaraan. Bukannya itu sangat menyenangkan?"
Baladia tidak pernah lelah bercerita bagaimana Acavalati dan Acavalati. Hingga kadang membuat Nerthus menjadi muak. Namun mau bagaimana lagi? Jika dia tidak mendengar Baladia. Maka dia tidak akan pernah mengetahui berita terbaru mengenai Arabella. Jelas saja Nerthus tidak mau hal itu terjadi.
Dan sepantasnya pada saat ini Nerthus untuk menghela nafas lega. Karena pada kenyataannya, Arabella tetap tidak menunjukkan kekuatan yang dia punya.
"Tapi Arabella tidak menunjukkan kekuatan yang aneh aneh kan? Dia hanya punya kekuatan yang biasa biasa saja kan?"
Entahlah, Nerthus justru ingin Arabella segera keluar dari Acavalati. Kemudian tidak lagi datang ke tempat itu. Dia tidak akan sanggup jika makin lama makin banyak yang tahu tentang kehebatan Arabella.
Baladia memicing kan mata, seakan tidak suka pada ucapan dari Nerthus yang seakan sedang mengolok Arabella.
"Nerthus... kenapa kamu berbicara seperti itu pada Arabella? Meski dia tidak punya kekuatan yang istimewa seperti yang lain. Tetap saja dia adalah pahlawan kita. Yang harus nya terus saja kita dukung. Apalagi dia anak mu!" tegur Baladia dengan tidak suka.
Dari ucapan Nerthus, tampak sekali jika pada saat ini wanita itu tidak suka pada pencapaian Arabella.
"Aku tidak bermaksud begitu Baladia. Hanya saja aku sebagai seorang ibu, takut jika sampai Arabella akan menjadi bahan olok olojay yang lainnya!" elak Nerthus dey cepat.
"Ck... aku tahu kegelisahan yang kamu rasakan. Tapi tidak perlu fikirkan soal itu. Aku yakin Arabella akan bertahan di Acavalati. Apalagi jika dia bisa membebaskan Pangeran Aldric dari sihir!"