"Apa maksudnya dari menyelamatkan Pangeran Aldric dari sihir? Bukannya dia adalah orang yang bersama dengan Ara menenangkan seleksi kemarin? Lantas kenapa pada saat ini Aldric justru sedang terkena sihir? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Jujur saja Nerthus masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi sampai harus ada sayembara untuk membuat Aldric terbebas dari sihir. Karena jujur saja pada saat ini Nerthus justru khawatir kalau akan terjadi sesuatu yang buruk pada Arabella jika kejadian nya seperti itu.
Meski Arabella juga punya kemampuan yang terbilang mumpuni, Arabella juga mungkin tidak akan berani untuk menampakkan kekuatannya itu. Tidak heran jika pada saat ini Nerthus terus mencerca Baladia. Pria itu pasti tahu tentang banyak hal.
"Ck... sebenarnya ini hanya karena permusuhan anak anak. Konon katanya Putri Raja Retori tidak dapat menerima kekalahan dan pada akhirnya dia memaksa untuk mengutuk Pangeran menjadi patung kera. Kabar ini sudah tersebar kemana mana dan hingga pada saat ini tidak ada yang mampu untuk mengubah sang pangeran. Dan akhirnya di buatlah sayembara ini. Barang siapa bisa membuat sang pangeran kembali ke wujud semula... maka dia akan jadi ketua asrama!"
Kabar tentang permusuhan antara Pangeran Aldric dan Putri Freya telah sampai ke telinga semua orang.
Setiap orang selalu berfikir kalau perang terbuka akan terus terjadi pada dua bangsawan itu. Sayang, untuk kali ini, Aldric harus menerima kekalahan telak. Dia berubah menjadi patung kera dan satu satunya orang yang bisa mengembalikan Aldric tidak kunjung untuk di temukan.
Kabarnya, Gerld yang sudah sangat putus asa. Menggelar sayembara untuk semua peserta. Imbalannya tidak tanggung tanggung. Yaitu di anugrahi menjadi kepala asrama selama di Acavalati. Jujur saja, Baladia sangat berharap kalau Arabella akan berhasil dan akhirnya bisa duduk di kursi pemimpin asrama Acavalati.
Meski kemungkinan itu hampir tidak pernah ada. Namun siapa yang tahu? Jika keajaiban memihak kepada Arabella. Mungkin saja takdir mengatakan jika Arabella mampu.
"Ck... jangan berharap berlebihan Baladia. Arabella hanya seorang anak klan rendahan. Jangan bebani dia dengan pencapaian tinggi itu. Hanya dengan dia berhasil masuk Acavalati saja sudah lebih dari cukup. Jangan berharap apapun lagi!"
Keringat dingin langsung saja keluar dengan deras dari kening Nerthus. Dia benar benar tidak mau kalau sampai Arabella menggunakan kekuatan nya yang lain untuk membantu teman nya. Jika memang sampai itu terjadi. Mungkin akan lebih baik jika Nerthus segera menyeret Arabella pulang dari Acavalati.
Tidak. Nerthus tidak ingin Putri nya makin terseret ke dalam arus Acavalati. Dia harus bisa mencegah Arabella makin menunjukkan bakat yang selama ini dia tutupi rapat rapat.
"Ck... kau ini Nerthus. Namanya juga orang berharap. Ya wajar wajar saja. Ohhh... andai saja Arabella akan benar dapat meruntuhkan sihir yang sedang di alami Pangeran Bath itu. Betapa semua orang akan sangat menghormati klan kita. Klan kita tidak akan dianggap sebagai klan buangan lagi. Andai saja!"
Harapan Baladia sangat lah besar. Dia harap Arabella akan bisa bicara banyak saat ada di Acavalati. Agar makin membuat bangga klan Sigyn.
"Aku justru tidak akan pernah rela jika Arabella menunjukkan kemampuan nya. Arabella tidak boleh menunjukkan kalau dirinya sangat hebat!"
Nerthus akan lakukan segala cara untuk mencegah Arabella unjuk bakat. Biar saja Klan Sigyn terus terusan jadi bahan olok olokan semua orang. Yang paling penting Nerthus tidak akan kehilangan Putri semata wayangnya.
Mungkin kedengarannya Nerthus begitu sangat egois. Tapi sebagai seorang ibu. Nerthus rasa dia telah menunjukkan sikap yang benar. Dia tidak akan pernah menyerah untuk membuat Arabella tetap aman.
"Tenanglah di alam sana, Suamiku. Aku berjanji akan menjaga Arabella dengan segenap jiwa ku. Ramalan yang di tulis oleh para leluhur tidak akan pernah terjadi. Aku yang akan pastikan itu. Sekalipun nyawa ku yang jadi taruhan!"
Nerthus akan memegang janji yang pernah dia ucap, tepat sebelum sang suami meninggal.
***
Semua orang berkumpul di aula dengan perasaan yang tidak terkira. Mereka menunggu pengumuman apa yang akan di sampaikan oleh Nyonya Gerld hingga tengah malam seperti ini semua harus di kumpul kan jadi satu.
Jika keadaannya seperti saat ini. Dapat di pastikan, kalau masalah besar pasti sudah terjadi. Entahlah jenis masalah yang seperti apalagi yang kini terjadi. Yang pasti Arabella dan teman temannya tegang dengan fikiran masing masing.
Barisan paling kiri diisi oleh para penghuni Hugvindor. Sebagai kasta tertinggi. Mereka tidak pernah sekalipun tersenyum. Aura ketegangan selalu saja tampak di wajah mereka. Seakan hidup nya selalu saja diisi dengan masalah.
Disamping kanan nya ada anak anak dari Verewild yang tidak pernah berhenti untuk membaca buku mereka. Ya, meski semua tahu, jika para anak anak di strata itu adalah rata rata seorang jenius dan pemikir. Tapi bukan berarti mereka akan terus belajar dalam keadaan menenangkan seperti saat ini kan?
Di sebelah kanannya lagi adalah para peserta penghuni Javernic. Berbanding terbalik dengan para anak Hugvindor. Para anak Javernic justru terus tersenyum seakan akan tidak punya beban apapun. Mungkin bisa di bilang jika pada saat ini mereka sangat senang dengan kekacauan yang sedang terjadi.
Barisan terakhir sendiri, diisi oleh Arabella dan teman temannya. Yang tidak tahu harus memberi reaksi apapun sebagai klan rendah yang tidak mengerti apa apa.
"Katanya, Pangeran Aldric telah di ubah oleh putri Freya menjadi patung kera. Sialnya lagi, dia tidak bisa kembali lagi. Jadi Nyonya Gerld terpaksa melakukan hal ini. Akan ada imbalan besar jika kita bisa bebaskan Pangeran Aldric dari sihir. Masalahnya jika Nyonya Gerld saja tidak mampu. Bagaimana dengan kita? Tidak akan sanggup sudah pasti!"
Seperti biasa. Valeri akan menjadi orang yang paling up-to-date dari segala informasi yang beredar. Tidak tahu dari mana asal semua kabar itu. Yang paling pasti, Valeri selalu memulai semua kabar yang beredar.
"Dari mana kamu tahu? Bukannya tadi siang pangeran Aldric baik baik saja? Jangan mengada ngada Valeri. Tidak mungkin Pangeran Aldric tumbang dengan begitu saja."
Arabella menjadi orang yang paling tidak percaya dengan kabar itu. Karena jelas jelas siang tadi Pangeran Aldric masih bisa meladeni segala kemarahan yang di lakukan Putri Freya.
Pangeran Aldric bahkan berhasil untuk memperbaiki gedung Hugvindor yang hancur lebur. Lantas bagaimana bisa Pangeran Aldric tiba tiba tidak dapat bergerak dan menjadi sebuah patung. Arabella sangat tidak percaya akan hal itu.
"Hemm... kabarnya setelah perkelahian tadi siang, Putri Freya menyerang Pangeran Aldric tanpa ada aba aba. Karena Pangeran Aldric lengah. Pada akhirnya dia tidak mampu untuk menghalau semua sihir itu. Jadilah begini! Berita ini sangat Valid, karena aku dapat dari anak anak Javernic. Tahu sendiri kan? Mereka itu paling jago kalau disuruh cari kesalahan anak anak Hugvindor!"
Sudah jelas, Valeri tidak akan pernah kehabisan bahan Informasi dari orang lain. Gadis itu pasti telah berkeliling supaya mendapatkan kabar terbaru. Dan anak anak Javernic tentu menjadi pilihan yang tepat.
Aldric di kabarkan tidak mampu berbuat apa apa setelah mendapat serangan dari Freya. Kini pangeran dari Bath itu hanya tinggal menunggu orang yang mampu untuk melepaskan dirinya dari Sihir terkutuk itu.
Termasuk kekuatan Nyonya Gerld ternyata tidak mampu untuk melawan sihir itu.
"Kalau begitu kenapa bukan Putri Freya saja yang mengubah sihir itu. Kenapa harus mengadakan sayembara segala? Malam malam begini. Apa tidak ada hari esok? Sebegitu mendesaknya? Sampai sampai semua orang harus andil?"
Gotta makin mempererat mantel yang dia pakai. Ia kedinginan dan tidak habis fikir dengan otak Nyonya Gerld.
Sihir yang pada saat ini terjadi adalah hasil kerja dari Freya. Harusnya untuk menyelesaikan semua ini cukup mudah. Suruh saja Freya melenyapkan sihir. Tidak perlu ribet ribet membangun kan semua orang. Bukannya itu lebih efektif.
"Iya benar kenapa mereka tidak memanggil Putri Freya saja? Apa Putri Freya tidak bersedia menolong Pangeran Aldric karena mereka adalah rival?"
***
Rivalitas antara dua orang itu tidak terbantahkan. Apapun akan menjadikan keduanya saling sikut dan menjegal satu sama lain. Pasti, dari pada mengobati Aldric, Freya akan lebih memilih untuk membuat sihir yang dia lakukan abadi.
Tidak heran, jika Nyonya Gerld pada saat ini kelabakan hanya untuk membuat Pangeran Aldric cepat kembali ke wujud aslinya.
"Bukan. Putri Freya bukannya tidak mau untuk mengubah Pangeran Aldric. Hanya saja, dia tidak tahu cara mengembalikan Pangeran Aldric ke wujud yang semula. Dan parah nya lagi. Kalian tau kenapa? Nyonya Gerld hanya punya waktu sampai besok pagi untuk membuat Pangeran Aldric ke wujud yang semula. Jika tidak... maka perang antara klan Signur dan Bath akan pecah disini!"
Valeri sudah seperti seorang pendongeng yang sangat handal. Dia menceritakan semua yang dia tahu dengan penuh drama.
Kabar yang tersiar, Klan Bath akan melakukan penyerangan jika sampai sampai besok pagi Pangeran Aldric tidak juga kembali pada wujud asli. Hal itulah yang kemudian membuat Nyonya Gerld panik dan memaksa siapa pun yang mampu untuk membuat Pangeran Aldric kembali ke wujud semula mendapatkan hadiah. Tidak tanggung tanggung, hadiah nya adalah menjadi ketua di asrama yang peserta tersebut tinggali.
Nyonya Gerld pasti tidak ingin jika tempatnya menjadi ajang pertempuran antara dua klan tertinggi di Kwanta.
"Apa? Jadi Putri Freya tidak tahu bagaimana cara menghilangkan sihir nya sendiri? Astaga... aku tidak percaya jika Putri Freya akan sebodoh itu. Dia yang menciptakan sihir. Tapi dia juga yang tidak bisa untuk melepaskan nya. Bagaimana pada saat ini Nyonya Gerld tidak ingin bunuh diri? Putri Freya tidak pernah pantas untuk jadi Putri raja. Dia itu terlalu payah!" ejek Gotta yang merasa kalau Freyaa sangat tidak masuk akal. Bagaimana dia tidak mampu mengendalikan sihir yang dia kuasai.
"Tidak tahulah. Yang pasti. Jika satu diantara kita semua tidak ada yang bisa meruntuhkan sihir itu. Maka kita akan melihat pertumpahan darah."