"Bagaimana? Kamu sudah menemukan Naemy dimana? Bukannya kamu hanya perlu mengirim pesan pada anjing laut miliknya? Biasanya juga tidak sesulit ini untuk menemukan nya. Tapi kenapa saat sedang dibutuhkan seperti saat ini dia justru menghilang? Apa dia sengaja melakukan ini? Astaga... aku tidak bisa diam saja. Ini sudah tidak bisa di tolerir lagi Nott. Nyawa kita dan keamanan Acavalati sedang di ujung tanduk. Kalau kita tidak bisa segera menemukan Naemy. Kita akan mati!"
Nyonya Gerld tetap tidak bisa menemukan dimana Naemy pada saat ini. Ahli perubahan wujud Acavalati itu hilang tanpa jejak. Orang yang dikirim oleh Nyonya Gerld untuk mencarinya tidak dapat memberi kabar apapun.
Kabar buruk nya. Klan Bath sudah mendesaknya dan mengeluarkan sebuah pernyataan yang keras. Jika Gerld tidak segera menemukan peruntuh sihir Aldric, maka Klan Bath akan mengaliri setiap sudut Acavalati dengan darah Freya.
Tidak akan ada ampun. Klan Bath tidak tinggal diam jika Gerld tidak melakukan tugasnya dengan benar.
Aldric adalah calon putra mahkota. Menghina Aldric sama saja dengan menghina klan Bath. Tidak akan ada ampun untuk orang yang seperti itu.
Tidak heran, kalau Nyonya Gerld makin panik. Dia seperti sedang di serang dari berbagai arah tapi tidak ada yang mampu untuk membantu nya. Hingga lihat saja pada saat ini. Wajah wanita itu murung.
"Anjing laut yang biasa berjaga di pinggiran pantai sama sekali tidak terlihat Nyonya. Semua orang sudah mencoba untuk mencari nya. Sayang tidak ada satu pun yang berhasil. Naemy seperti di telan oleh Bumi. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana Nyonya."
Jujur saja Nott tidak mampu untuk memberikan saran untuk Nyonya nya itu. Sudah banyak sekali ide yang dia coba untuk menemukan Naemy namun nihil.
Bukannya menemukan titik terang, yang ada semua orang yang mencari Naemy justru semakin bingung. Keberadaan Naemy seperti teka teki yang sulit untuk di pecahkan.
Nott sudah menyerah untuk menemukan Naemy.
"Lalu kamu ingin membiarkan Acavalati penuh dengan darah? Kamu mau perang besar terjadi? Nott... jika Klan Bath ingin mengalir kan darah Freya. Raja Retori juga tidak akan pernah rela. Itu artinya tempat ini akan jadi area pertempuran. Nott... Kwanta akan kembali terpecah seperti beratus tahun yang lalu. Kamu ingin semua itu terjadi? Aku tidak Nott! Aku tidak ingin semua orang saling membunuh seperti yang dulu."
Bertahun yang lalu. Dikabarkan Kwanta pernah terpecah belah hingga tidak ada kerjasama antara penyihir dan hal itu lah yang pada akhir nya membuat kepunahan penduduk Kwanta secara besar besaran.
Hingga detik ini. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi saat masa peperangan itu.
Yang pasti. Nyonya Gerld tidak mau hal itu akan kembali terulang. Sebisa mungkin dia berusaha untuk membuat peperangan itu tidak terjadi. Entah bagaimana pun caranya nanti.
"Kalau begitu harapan kita tinggal satu Nyonya... Putri Freya. Dia pasti bisa untuk melepaskan kutukan itu. Dia sendiri yang mengutuk Pangeran Aldric. Tidak masuk akal jika dia bilang tidak mampu untuk meruntuhkan sihir sendiri. Saya rasa Putri Freya terlalu mengada ngada. Bagaimana kalau kita paksa dia saja Nyonya?" tawar Nott, yang berusaha untuk membuat Freya mau mengobati Pangeran Aldric.
Nott yakin, Freya hanya berbohong. Pura pura tidak mampu untuk mengobati Aldric.
***
"Kau memang sialan Freya. Kamu pasti sengaja kan? Pura pura tidak tahu menahu soal Sihir ini? Padahal kamu sendiri yang telah melakukan ini dan pasti juga tahu mantra penghancur nya. Dasar kau anak Retori yang tidak tahu diri. Aku tidak akan pernah memaafkan kamu jika wujud ku tidak berubah seperti semula. Lihat saja aku akan mencekik mu hidup hidup. Aku sedang tidak bercanda!"
Segala sumpah serapah terus saja di lakukan oleh Aldric saat Freya mengaku pada saat ini dia tidak bisa untuk mengembalikan Aldric ke wujud yang semula. Freya mengaku mencuri ilmu Sihir itu dari Ayahnya. Dan tidak tahu menahu tentang cara mengembalikan semua itu seperti semula.
Freya bukannya tidak berusaha untuk mencoba. Namun tetap saja tidak berhasil. Dan lihatlah hasilnya pada saat ini. Justru semua barang yang ada di ruangan Nyonya Gerld berubah menjadi patung semua.
Jujur, Freya seperti ketakutan. Karena sihir itu ternyata tidak mampu untuk dia kendalikan.
"Aldric... aku sungguh sungguh. Aku bahkan tidak tahu kapan yang tepat untuk menggunakan kekuatan ini. Lihatlah... semua yang aku sentuh justru berubah menjadi patung!"
Freya justru menangis histeris. Dia ketakutan karena sejak tadi karena terlalu berambisi untuk melepaskan sihir dari Aldric. Freya yang tidak tahu caranya justru terus membaca mantra dan siapa yang sangka jika mantra tambah kuat. Dan pada akhirnya setiap apapun yang di pegang oleh Freya justru akan berubah menjadi patung.
Putri dari Retori itu hanya takut. Jika dia pada akhirnya mengubah diri sendiri menjadi patung. Freya tidak mau menghabiskan waktunya hanya untuk jadi patung seumur hidup.
Tidak elak pada saat ini Freya makin kencang menangis sementara Aldric tampak tidak peduli dan menatap Freya dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.
Pria itu sama sekali tidak peduli dengan tangisan yang pada saat ini sedang di keluarkan oleh Freya. Aldric rasa itu hanya akal akalan dari Freya saja untuk menipu dirinya.
"Sudahlah Freya tidak perlu pura pura seperti itu. Kamu fikir aku terenyuh. Tidak. Aku hanya akan makin muak kepadamu. Kalau memang kamu tidak bisa untuk mengembalikan aku seperti semula. Kalau begitu cepat panggil Ayah mu. Suruh dia bertanggung jawab atas perbuatan yang kau lakukan, tidak perlu kau banyak alasan!"
Kaki Aldric terasa seperti ditebas dengan pedang yang begitu tajam. Dia di paksa tidak bisa bergerak sepanjang hari. Lebih gilanya lagi. Dia tidak berhenti untuk berdiri.
Aldric ingin semua penderitaan ini di akhiri. Atau jika tidak. Maka dia akan benar benar jadi patung sungguhan meski sudah di ubah menjadi manusia lagi.
Jika Freya memang terlalu bodoh untuk mempelajari suatu sihir secara tuntas. Maka seharusnya Retori yang merupakan raja dapat membereskan masalah itu dengan cepat. Freya tidak perlu banyak alasan dan tinggal saja menghubungi sang ayah.
"Tidak bisa. Ayah juga tidak bisa meruntuhkan sihir itu. Karena ayah juga tidak pernah menggunakan sihir itu. Karena Ayah sendiri mempelajari sihir itu dari orang lain secara belum sempurna. Jadi aku mohon maaf Aldric. Kamu mungkin tidak akan kembali ke wujud semula. Seperti yang di alami oleh kakak mu."
Freya tahu kalau ucapan nya mungkin membuat Aldric sakit hati. Tapi kenyataan nya seperti itu. Aldric tidak bisa kembali seperti sedia kala.