"Apa maksud nya aku tidak akan pernah bisa kembali ke wujud asli ku. Apa kamu sedang menyumpahi aku menjadi patung kera seperti saat ini?"
Aldric marah setelah mendapat pernyataan yang terasa sangat menyakitkan untuk dirinya. Bagaimana mungkin bisa Freya berucap dengan begitu enteng jika Aldric tidak akan mampu untuk kembali ke wujud asli.
Jelas saja Aldric tidak terima dan langsung memarahi Freya.
"Tapi itu semua adalah kenyataan Aldric. Aku tidak akan mungkin bisa untuk mengubah kamu seperti semula. Meski Ayah juga datang kemari. Karna sejak awal. Baik aku dan Ayah tidak pernah mempelajari ilmu sihir itu dengan tuntas. Orang yang mengajari Ayah ilmu sihir itu juga sudah mati! Aku rasa sekalipun Naemy datang. Dia tidak akan bisa untuk merubah kamu. Itu bukan sihir perubah wujud biasa. Maaf. Aku harus mengatakan ini dengan jelas!" aku Freya pada akhirnya.
Freya tahu jika pada saat ini Aldric mungkin akan mengumpat dan juga menyumpahi dirinya dengan segala sumpah serapah. Namun jika tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Maka Aldric akan tetap berharap berubah wujud.
Sihir yang digunakan Freya adalah sihir yang sama persis seperti sihir yang di pakai kakak nya untuk mengubah kepala Eric menjadi kepala musang. Sebenarnya Retori sudah memperingatkan Freya agar tidak menggunakan mantra itu. Namun apa daya. Freya sudah terlanjur geram pada tingkah Aldric yang dia rasa sangat sombong dan juga merendahkan dirinya.
Akhirnya Freya tanpa sadar menggunakan sihir itu dan jadilah Aldric seperti saat ini.
"Apa kau dan seluruh keluarga mu berniat untuk membunuh Klan Bath secara perlahan? Aku rasa peperangan memang perlu untuk di lakukan!"
Kesabaran Aldric sudah habis. Dia sudah tidak bisa lagi mentolerir segala kesalahan yang dilakukan oleh Freya. Klan Signur sudah merubah kakak nya menjadi manusia dengan kepala musang dan pada saat ini justru membuat dirinya menjadi patung kera.
Tidak ada yang pantas untuk Freya dapat kan selain kematian.
***
"Tuan Putri apa kamu yakin tidak bisa meruntuhkan sihir itu? Cobalah ingat pelan pelan Tuan Putri. Kami tidak ingin memarahi kamu. Tapi kami harap Anda bisa mengerti ini. Jika Pangeran Aldric tidak kembali dalam wujud asli, maka peperangan akan terjadi. Kamu juga pasti tidak mau sampai hal itu terjadi kan?"
Nyonya Gerld berbicara dengan begitu lembut pada Freya. Dia harap dengan diajak bicara dengan baik baik, Freya akan bisa mengerti. Bukankah sesuatu yang disampaikan melalui hati akan sampai kepada hati juga?
Dengan bicara dari hati ke hati seperti saat ini. Nyonya Gerld harap jika Freya mau merubah Aldric.
Ini semua demi kebaikan semua orang.
Nyonya Gerld hanya tidak mau jika semua orang akan menjadi korban keegoisan yang di lakukan oleh Freya. Jika dia memang bisa merubah Aldric. Akan jauh lebih baik di lakukan sekarang, sebelum semua akan makin rumit.
Namun Freya justru menggeleng kan kepala pertanda kalau dia benar benar tidak bisa merubah apapun yang sudah dia lakukan pada Aldric. Semua sudah terlanjur.
"Aku benar-benar tidak bisa meruntuhkan sihir itu Grace... aku tidak bohong. Awalnya aku fikir akan dengan mudah meruntuhkan nya. Namun sepertinya semua itu tidak mungkin. Karena kenyataannya aku tidak mempelajari sihir itu secara utuh. Aku mempelajari nya secara diam diam saat Ayah dan Kakak ku sedang membicarakan nya!"
Awalnya Freya sangat senang saat tahu kalau Aldric tidak bisa berubah untuk menjadi seperti semula. Freya fikir itu akan menjadikan dirinya punya kedudukan lebih tinggi dari pada Aldric. Namun semua salah. Pada akhirnya, sihir yang dia gunakan menjadi boomerang dan membuat masalah besar.
Kini karena keteledoran yang dia lakukan. Freya hampir saja membuat peperangan antara dua klan besar. Apalagi Aldric sudah melakukan ancaman tadi. Jadi mau tidak mau. Freya harus mencari cara untuk menghilangkan kutukan Aldric.
Gerld yang seperti tahu kalau semua sia sia. Hanya bisa menatap Freya dengan berbagai macam fikiran yang melintas di hati. Wanita itu kemudian menatap Nott penuh dengan arti. Seakan akan ingin mengatakan sesuatu lewat telepati.
"Saya sudah mengumpulkan semua peserta Nyonya. Dan mereka semua ada di aula. Apakah kita akan menemui mereka sekarang juga? Jika Nyonya menghendaki nya. Maka saya akan membuka ruangan itu sekarang. Mereka semua juga pasti sudah menunggu anda."
Nott tahu, jika mengumpulkan para peserta dan meminta mereka mencoba untuk membebaskan Aldric adalah tindakan buang buang waktu. Namun satu satu nya ide yang pada saat ini ada di otak Nott hanya itu.
Mungkin saja akan ada peserta yang punya kekuatan di luar nalar.
***
Seorang perempuan cantik yang tangannya penuh dengan hiasan kerang tiba tiba diseret oleh seseorang yang tidak di kenal dengan mata yang telah di tutup oleh sebuah kain.
Sebelum nya dia sedang merawat karang laut dan tanpa dia duga tiba tiba ia diculik.
Perempuan yang disebut sebagai Naemy si penjaga laut itu bingung. Untuk apa dirinya diculik?
"Siapa sebenarnya kalian. Dan apa tujuan kalian membawa aku kesini? Jangan menyakiti perempuan terutama perempuan yang cantik. Jadi tolong lepas kan aku."
Semua terasa gelap dan sungguh Naemy tidak mampu untuk melihat apapun. Yang hanya bisa dia rasakan adalah pada saat ini suhu tempat itu hangat.
"Kami sudah berhasil membawa dia Tuan. Jadi apa lagi yang harus kami lakukan?"
Para orang yang menculik Naemy seperti sedang bicara dengan seseorang hingga membuat Naemy menyerngitkan kening. Dia seperti tidak asing dengan suara itu dan bahkan bisa merasakan jika aura dari orang tersebut.
"Pergilah... aku akan mengurus dia sendiri. Tidak perlu khawatir kan apapun!"
Suara bariton itu tambah membuat Naemy yakin jika orang itu adalah orang yang sangat dia kenal.
"Kudra... apa kau tidak bisa melupakan mantan kekasih mu ini? Sampai sampai kamu melakukan penculikan yang sadis seperti saat ini? Jika kamu ingin bertemu dengan aku. Seharusnya kamu tinggal bilang saja. Jangan membuat keributan seperti saat ini. Ck... cara mu sangat lah kuno."
Naemy mencebik kan bibir, sengaja untuk mencemooh Kudra yang tiba tiba menculik dirinya setelah hubungan mereka sudah berakhir lama.
Kudra yang mendengar segala ocehan dari Naemy hanya tersenyum miring. Mantan kekasih nya itu memang selalu saja tidak pernah berubah. Menyimpulkan segala sesuatu. Berdasarkan keinginan nya sendiri.
"Hebat sekali kamu. Bisa mengenali aku meski matamu masih di tutup begini. Apa hanya dari bau tubuh saja kau tahu ini aku? Hebat... seperti nya kamu sangat rindu kepada diriku. Hingga bau tubuh ku kau hafal."