"Aku akan berusaha keras untuk membuat Pangeran Aldric kembali ke semula. Kapan lagi aku akan jadi ketua asrama. Iya kan?"
Gotta sangat bersemangat. Dia tidak peduli entah bagaimana caranya. Dia akan tetap berusaha meruntuhkan sihir yang pada saat ini sedang melingkupi Aldric.
Meski kedengarannya sulit. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Ini adalah kesempatan emas untuk Gotta menunjukkan dirinya.
Klan Irni akan langsung terangkat mana kala Gotta berhasil membuat Aldric terlepas dari sihir. Bukan itu saja, mungkin Gotta akan bisa pergi ke Hugvindor untuk menggantikan Putri Freya yang pada kenyataannya tidak sehebat yang orang orang fikirkan. Atau malah mungkin memang tak punya kehebatan sama sekali.
"Jangan mimpi Gotta. Memang kamu fikir kamu itu siapa? Kau fikir dengan modal Naga terbang yang kamu miliki, maka kamu bisa membantu Pangeran Aldric? Yang ada justru makin parah! Kau tidak lihat? Sudah hampir separuh anak Hugvindor masuk, tapi tidak satu pun berhasil untuk membuat Pangeran Aldric kembali seperti semula?"
Valeria menjawab dengan enteng, tanpa ada beban sedikit pun. Apa yang dia katakan adalah kenyataannya. Sudah lebih dari satu jam mereka menunggu, mengantri untuk menyembuhkan Pangeran Aldric.
Dimulai dari para anak anak Hugvindor, yang berisi para kumpulan bangsawan. Tapi lihat saja tidak ada satu pun yang berhasil dan berakhir dengan kekecewaan. Lalu Gotta berujar ingin membuat Pangeran Aldric kembali seperti semula hanya dengan kekuatannya yang biasa biasa saja.
Valeria rasa, Gotta harus segera bangun dari tidur.
"Ck... Valeria, kamu jangan meremehkan klan Irni. Kami ini sangat ahli dalam urusan itu. Jadi tidak perlu ragu atas kemampuan itu. Aku yakin dengan kekuatan yang aku miliki, aku akan merubah Pangeran Aldric yang saat ini jadi patung kera, berubah menjadi tampan lagi!"
Gotta tetap tidak peduli dan bersikukuh kalau dirinya akan tetap berusaha keras membuat Pangeran Aldric berubah wujud dan semua orang pada akhirnya akan hormat dan juga tunduk kepada dirinya.
"Tapi kenapa Putri Freya harus merubah Pangeran Aldric jadi patung kera ya? Padahal kan ada banyak bentuk lain? Terlebih Pangeran Aldric sangat tampan, jika Pangeran Aldric tidak bisa di kembalikan, bukannya itu suatu kerugian besar? Dunia ini akan kehilangan salah satu orang paling tampan!"
Becca merasa sedih karena Pangeran Aldric berubah menjadi patung kera. Sekalipun ingin merubah Pangeran Aldric, Valeria rasa seharusnya Putri Freya tidak boleh mengubah wajah sang pangeran. Itu semua demi mempertahankan salah satu orang paling tampan di dunia ini.
"Ck... ini bukan saatnya memikirkan ketampanan seseorang Becca. Fikirkan saja bagaimana caranya untuk bisa membuat Pangeran Aldric terlepas dari kutukan!" sahut Gotta dengan kesal. Karena sejak tadi, Becca hanya memikirkan ketampanan seorang pangeran Aldric.
"Kalau pun aku nanti bisa merubah Pangeran Aldric seperti bentuk semula. Hanya ada satu hal yang aku minta. Dan aku tidak akan meminta untuk jadi Ketua Asrama!"
Meski belum memikirkan cara untuk membebaskan Pangeran Aldric dari kutukan. Tapi Becca sudah memikirkan hadiah yang akan dia dapatkan. Lebih tepatnya, menukar hadiah yang akan dia dapatkan dengan hadiah yang dia mau.
"Apa memangnya?"
"Aku akan meminta Pangeran Aldric untuk menikahi aku."
Becca menjawab dengan begitu enteng hingga membuat dirinya mendapatkan toyoran keras di kepala dari teman teman nya.
Keinginan Becca dirasa terlalu tidak masuk akal. Bagaimana dia ingin dinikahi Pangeran Aldric. Saat dirinya saja pada saat ini bukan berasal dari klan bangsawan.
"Becca... lebih baik kamu mengasah kemampuan mu. Dari pada terlalu banyak membaca tentang dongeng cinderela! Orang rendahan seperti kita tidak akan mungkin menjadi pasangan Pangeran Aldric! Oke?"
Gotta makin tidak faham arah pembicaraan teman nya itu. Dia rasa pada saat ini Becca sudah gila. Jika dia ingin menikah dengan Aldric. Hal itu mustahil terjadi. Se mustahil Becca membuat Aldric terlepas dari sihir.
Mungkin pada saat ini Becca sudah tidak waras hingga memimpikan menikahi Aldric.
"Kenapa tidak? Sedari tadi juga kamu selalu bermimpi untuk menjadi ketua asrama. Tidak ada yang melarang, tapi kenapa giliran aku yang bermimpi kamu malah seperti orang kesetanan. Sebenarnya mimpi kita sama sama tidak masuk akal Gotta. Jadi berhentilah bicara!"
Gotta ingin jadi ketua asrama sedang Becca ingin jadi istri Aldric. Kedua nya sama sama gila. Hanya beda kontek saja.
Becca tidak pernah tertarik untuk jadi ketua asrama. Karena baginya menjadi pemimpin adalah sesuatu yang sulit. Karena itu dia mengubah imbalan menjadi lebih menguntungkan dirinya. Yaitu dengan menjadi kan dirinya menjadi istri Aldric.
Karena sekalipun Becca jadi ketua asrama. Belum tentu juga dia akan terus berada di Avacalati.
"Sudahlah... kalian berhenti bicara saja. Dari pada membuat keributan. Lebih baik tiru saja Arabella. Sejak tadi dia tidak pernah berhenti berfikir. Pasti dia sedang merancang mantra untuk membuat Pangeran Aldric kembali seperti semula. Bukankah itu sangat bagus?"
Di banding dengan ke-tiga teman nya yang pada saat ini sedang bertengkar tidak jelas. Pada saat ini Arabella justru sedang fokus pada mantra nya.
Meski mereka juga yakin kalau Arabella tidak akan mampu untuk merubah Aldric. Paling tidak Arabella sedang berusaha sangat keras.
"Ibu maafkan aku. Jika setelah ini aku akan banyak menggunakan kekuatan ku!"
***
"Apa kau sengaja menjadikan aku tontonan? Hampir separuh anak Hugvindor masuk dan menyaksikan aku berubah menjadi patung kera tapi tidak satu pun yang berhasil untuk mengubah aku. Apa kau sedang bercanda Grace? Lebih baik sudahi saja kegilaan kamu pada saat ini untuk menyuruh para orang bodoh itu mencoba untuk mengubah aku seperti semula. Mereka semua tidak berguna."
Aldric marah bukan main. Saat belum ada satupun orang di Avacalati berhasil untuk mengubah dirinya. Tidak peduli seberapa keras orang orang itu mencoba tapi hasilnya tetap sama.
Justru para anak anak Hugvindor mengolok-olok tentang wajah Aldric yang sekarang ini.
"Aku akan lebih senang jika perang akan benar terjadi!"
Aldric merelakan peperangan antara Klan Signur dan Bath akan pecah. Sebagai balas dendam untuk Freya, dari pada dia harus diam seperti saat ini.
Jika dia tidak bisa berubah ke wujud asli. Maka dia ingin Freya dan Klan nya mati.
Orang orang jahat seperti Freya dan Klannya tidak pantas untuk hidup.
"Pangeran... sabarlah. Saya sedang berusaha mencari Naemy. Dan sembari mencari Naemy. Biarkan para peserta Avacalati mencoba meruntuhkan sihir nya. Saya yakin kalau salah satu diantara mereka pasti bisa Tuan. Percayalah. Semua pasti akan kembali seperti semula."
Nyonya Gerld berusaha untuk meyakinkan Aldric. Dia tidak ingin peperangan pecah.