"Apa kau bodoh? Hey... aku hanya ingin kamu melepaskan kutukan ini, bukan malah terus menimbang bobotku. Gerld. Tolong lempar jauh jauh bocah sialan ini. Aku tidak mau ada dia disini!"
Rasanya Aldric benar benar ingin mengunyah pemuda yang pada saat ini sedang berdiri di depannya hidup hidup. Bagaimana tidak? Pemuda itu bukan nya menyelamatkan Aldric dari kutukan, tapi yang ada justru menimbang tubuh Aldric hingga membuat Aldric kesal bukan main.
Kali ini semua orang sedang sibuk untuk meruntuhkan sihir yang sedang melingkupi tubuh Aldric. Dan dengan begitu percaya diri nya. Pemuda yang bernama Dominic itu terus saja menimbang tubuh Aldric. Jelas saja Aldric tidak tidak terima dan beranggapan kalau Dominic sedang main main saja dengan dirinya.
"Ck... tenanglah Aldric. Aku sedang mencoba menganalisis apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh mu? Menurut ku, tubuh mu menjadi batu murni yang terbentuk dari berjuta tahun yang lalu. Tidak akan mungkin kita bisa menghancurkan batu ini. Aku perlu membuat reaksi-"
"Aku tidak peduli sialan. Mau batu ini terbuat dari ribuan tahun yang lalu atau pun batu purba sekalipun. Yang jelas aku hanya ingin kamu mengubah aku menjadi seperti semula. Jika kamu tidak sanggup. Maka silahkan saja entah dari hadapan ku. Aku tidak sudi melihat mu lama lama!"
Aldric emosi sampai ubun ubun. Dia tahu kalau Dominic adalah anak dari asrama Verewild yang punya kecerdasan diatas rata rata. Tapi itu bukan berarti Dominic bisa melakukan penelitian atas tubuhnya.
Pada saat ini yang di butuh kan oleh Aldric adalah seseorang harus segera menyelamatkan dirinya dari kutukan itu bukan seseorang yang akan meneliti tubuhnya.
Jadi jika Dominic tidak sanggup untuk meruntuhkan sihir. Maka akan jauh lebih baik jika Dominic pergi dari hadapan Aldric, sebelum Pangeran Bath itu akan tambah kehilangan kesabaran.
"Emmm... kalau keinginan mu seperti itu... maaf aku tidak sanggup sepertinya Aldric. Maka nikmatilah kesialan mu pada saat ini Tuan Aldric!"
Dominic mengucapkan kata kata tersebut dengan begitu enteng hingga membuat Aldric ingin membunuh nya sadis. Tenang saja, setelah ini, Aldric akan memasukkan nama Dominic, sebagai orang yang paling akan di cari setelah dia lepas dari kutukan.
"Pangeran, tenanglah. Aku yakin anda akan segera kembali ke wujud semula. Aku tidak akan berhenti untuk mencari orang yang bisa membantu Anda. Nott juga sedang berusaha untuk mencari Naemy. Aku yakin sebentar lagi dia akan segera kembali."
Gerld makin panik dan takut. Karena pada saat ini Aldric makin marah dan justru lebih ingin peperangan yang terjadi. Sungguh Gerld tidak akan membiarkan hal itu akan terjadi. Dia akan berusaha untuk mencegah sesuatu yang buruk akan mengenai Acavalati.
"Kau selalu saja mengulang ngulang hal itu Gerld. Namun tidak pernah ada kenyataan nya. Kamu hanya sedang berbohong. Dan berusaha untuk menjaga Freya agar tidak terluka. Kau itu egois Gerld!"
Sejak tadi Gerld memang selalu saja mengulang ngulang perkataan yang menyatakan kalau dia sedang berusaha mencari orang yang bisa membantu Aldric lepas dari kutukan. Tapi bagi Aldric, semua tidak seperti itu.
Menurut Aldric, Gerld hanyalah sedang menunda perpecahan akan terjadi. Orang tua satu itu pasti sedang melindungi Freya. Gerld mungkin tidak akan rela jika Freya akan dibunuh. Oleh karena itu dia terus saja cari alasan.
"Bukan seperti itu Pangeran. Aku sama sekali tidak berpihak kepada siapa pun. Hanya saja saya tidak ingin ada pertumpahan darah antara klan. Apalagi pertumpahan darah itu terjadi di tempat suci ini. Pangeran saya mohon jangan mengibarkan bendera perang. Kita cari saja cara yang lainn."
Gerld tidak tahu lagi harus bicara dengan cara apalagi pada Pangeran Aldric. Pada saat ini pria itu tanpak sangat suka dan tidak bisa lagi untuk menahan emosi. Jika seperti ini terus. Bukan tidak mungkin jika peperangan akan benar akan terjadi. Dan Gerld tidak bisa untuk mencegahnya.
"Kenapa aku harus memikirkan peperangan itu akan menghancurkan tempat ini atau tidak? Kenapa tidak kamu tanyakan pada dia saja. Tanyakan pada Tuan Putri kesayangan kamu itu. Kenapa tidak memikirkan imbas dari apa yang dia lakukan. Satu satunya orang yang paling patut untuk disalahkan disini adalah dia!"
Aldric berkata dengan api kemarahan yang menyala nyala. Dia tidak akan pernah sudi untuk memaafkan Freya atau pun mengalah hanya untuk melindungi Acavalati.
Tidak akan pernah. Aldric tidak akan pernah peduli dengan kekacauan yang akan terjadi seusai perang. Yang terpenting adalah Aldric bisa menghabisi Freya. Karena dia sangat dendam dengan putri Retori itu.
"Saya akan berusaha untuk menyembuhkan Pangeran Aldric. Tapi aku punya syarat sendiri."
Di tengah tengah perdebatan yang terjadi antara Nyonya Gerld dan juga Aldri, tiba tiba Valeria dan Becca datang dengan senyum yang mengembang diwajah mereka.
Tampak sekali jika dua orang itu berseri seri. Seakan dia punya cara untuk melepaskan Pangeran Aldric dari kutukannya.
"Kalian? Bukankah kalian anak anak yang berasal dari Ilvemory?"
Ilvemory, itu artinya kedua gadis yang pada saat ini ada di hadapan Gerld berasal dari asrama klan terendah.
Sebenarnya Gerld ingin menertawakan kedua nya. Bagaimana bisa orang dari asrama rendahan ingin mengobati Pangeran Aldric. Disaat para peserta dari Klan yang lebih tinggi dan asrama kuat seperti Javernic dan Hugvindor bahkan tidak pernah bisa berbuat banyak.
Jika seperti itu. Kedua gadis di hadapan Gerld hanya membual saja.
"Aku memang akan memberikan hadiah untuk yang bisa meruntuhkan sihir yang dialami Pangeran Aldric. Dan hadiah itu adalah jadi ketua Asrama. Dia akan punya keistimewaan, di prioritas kan dalam segala fasilitas!"
Hadiah yang Gerld tawarkan sama sekali bukan hadiah yang main main. Setiap peserta pasti akan sangat membutuhkan hal itu.
Becca menggeleng kan kepala. Dia tidak ingin itu.
"Saya tidak terlalu pandai dalam memimpi. Jadi saya tidak ingin jadi ketua asrama!"
"Jadi apa yang kau inginkan?"
"Jadi istrinya Pangeran Aldric!" jawab Becca dengan lantang.
Dia tidak akan mengubah keinginannya. Semua sudah di fikirkan matang matang oleh Becca. Dia ingin menjadi permaisuri dari Aldric.
"A-apa?" tanya Nyonya Gerld dengan terbata. Matanya bahkan melotot hingga hampir saja keluar.
Ini adalah permintaan paling gila yang pernah di dengar oleh Nyonya Gerld. Becca dia nilai terlalu tidak masuk akal.
***
Sementara di tempat lain. Nerthus sedang bermeditasi dan berusaha berbicara dengan Arabella menggunakan telepati.
Ibu dari Arabella itu tidak akan pernah rela jika sampai sang putri akan menggunakan kekuatan nya. Nerthus harus menghentikan Arabella. Sebelum semua terlambat.