"Menikah dengan ku? Kau gila? Tidak sekalian kau ingin menjadi ibu ku?"
Aldric memelotot kan mata. Tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh wanita yang ada di depannya. Yang dengan tidak tahu diri justru ingin menikah dengan dirinya.
Selama ini tidak pernah ada orang yang berani untuk mengusik Aldric. Apalagi orang tersebut meminta untuk dinikahi. Becca adalah orang yang pertama dan mungkin juga yang terakhir yang akan mengatakan hal tersebut.
Gadis itu cukup waras kan saat mengatakan semua itu? Kenapa tidak sedikit pun Becca mau memawas diri jika mereka tidak akan pernah cocok.
Dari segi kasta saja mereka tidak selevel.
"Emm... hemmp!"
Freya menahan tawa saat mendengar tawaran yang di berikan oleh Becca. Alih alih akan mengobati Aldric. Wanita itu justru ingin dinikahi oleh Aldric.
Bukan apa apa. Jika orang yang dilamar oleh Becca bukanlah Aldric, hal itu akan jauh lebih baik.
Tidak tahu kah mereka? Jika Aldric adalah orang paling tidak punya hati dan tidak punya perasaan di dunia ini? Jangankan untuk menikah. Mau berteman dengan seseorang saja Aldric tidak akan sudi.
Jadi lebih baik jika Becca mengubur saja mimpinya dalam dalam. Karena semua itu tidak akan pernah terkabul.
Becca tidak akan mungkin untuk dapat memiliki Aldric.
"Kenapa kau tertawa? Puas kau melihat aku begini? Jangan membuat aku emosi ya Freya. Semua ini terjadi karena ulah mu!"
Aldric merasa tidak terima saat mendengar Freya menertawakan dirinya. Semua itu terdengar seperti sebuah penghinaan. Bagaimana bisa Freya tertawa sekeras itu, disaat dirinya sedang terpuruk seperti sekarang, padahal semua yang terjadi adalah karena gadis itu.
"Aku tidak tertawa. Aku hanya sedang mencoba menghalau bersin ku saja. Kenapa kamu justru marah marah kepada aku!"
Freya masih berusaha untuk mengelak. Dia tidak mau terus di salahkan oleh Aldric, meski pun sebenarnya memang benar dia menertawakan Aldric. Bisa bisa pria itu akan makin murka.
"Sudah sudah. Jangan ributkan masalah ini. Karena yang paling penting adalah Pangeran Aldric bisa segera terbebas dari kutukan ini. Soal hadiah apa yang akan di dapat. Kita bicarakan nanti saja."
Nyonya Gerld masih berusaha keras untuk membuat Aldric lepas dari sihir hingga peperangan nanti tidak akan terjadi. Tidak heran jika pada saat ini Nyonya Gerld melerai pertengkaran.
Soal hadiah, bisa mereka bicarakan belakangan. Tidak perlu di perdebatkan sekarang.
"Tapi aku tidak mau untuk menikah dengan gadis itu Gerld. Kamu ini apa apaan!" tolak Aldric dengan keras.
Sampai kapan pun dia tidak akan pernah sudi untuk menikah dengan Becca. Wanita itu sama sekali bukan tipe Aldric.
"Pangeran... saya mohon. Ini adalah satu satunya kesempatan agar Anda bisa lepas dari kutukan ini. Jika dia satu satunya orang yang bisa mengubah Anda jadi seoreo semula. Apa boleh buat?"
Tidak ada cara lain. Nyonya Gerld bahkan tidak punya solusi apapun untuk membebaskan Aldric dari kutukan.
Itu artinya jika Becca bisa merubah Aldric, Pangeran Bath itu tidak boleh menolak.
Ini adalah satu satunya kesempatan yang pria itu punya.
"Sial. Kalau seperti ini. Sama saja namanya! Aku berubah atau pun juga tidak berubah tidak ada bedanya."
Aldric tetap tidak mau menerima kenyataan dan marah akan keputusan yang dibuat oleh Nyonya Gerld. Tapi seperti nya sang kepala sekolah tidak pernah peduli akan hal itu.
"Kamu... siapa nama mu?" tanya Nyonya Gerld sambil menunjuk ke arah Becca.
"Saya... Becca Nyonya!" jawab Becca penuh dengan percaya diri.
Dia merasa sangat bahagia karena keinginan nya akan di penuhi. Kapan lagi dia akan bisa untuk menikah dengan seorang pangeran jika bukan sekarang?
"Baiklah Becca. Aku akan kabul kan permintaan mu jika kamu bisa membuat pangeran Aldric kembali seperti semula. Sekarang buat lagi dia terlepas dari kutukan!"
Nyonya Gerld mempersilahkan Becca dan gadis itu mengangguk setuju. Ini adalah saat yang paling tepat untuk Becca membuktikan kualitas dirinya.
***
"Kenapa mereka lama sekali? Bukannya yang lain sangat sebentar? Apa ini karena mereka sangat bodoh?" cibir Gotta, saat kedua sahabatnya tidak juga kunjung keluar dari ruangan Nyonya Gerld.
Para peserta yang lain tidak menghabiskan banyak waktu untuk mencoba untuk menyembuhkan Aldric. Tapi anehnya Becca dan Valeria tidak juga keluar, seakan mereka sedang sangat sibuk sekarang ini.
Jujur Gotta penasaran apa yang di lakukan dua wanita itu sekarang ini.
"Mungkin mereka sedang tawar menawar dalam mendapatkan hadiah. Kamu tahu sendiri kan? Kalau Becca begitu berambisi untuk bisa menikah dengan Pangeran Aldric. Aku rasa dia mengerahkan segala kemampuan yang dia punya!"
Senyum yang ada di bibir Arabella di paksa untuk terbit. Meskipun pada saat ini sebenarnya gadis itu tengah gusar karena sejak tadi ada panggilan batin yang berasal dari sang ibu.
Arabella menebak kalau pada saat ini sang ibu sedang memaksa dirinya untuk bicara. Mungkin sang ibu tidak mau jika Arabella akan ikut menyembuhkan Aldric. Karena jika Arabella ikut menyembuhkan Aldric. Sama artinya gadis itu akan memberi tahu pada semua orang kalau dirinya punya kekuatan yang besar.
Selama ini Nerthus berusaha untuk menutupi itu. Tidak heran kalau hingga sampai sekarang dia berusaha memperingati Arabella untuk tidak menggunakan kekuatan nya.
"Kau benar. Dua orang itu sudah tidak waras. Bisa bisanya mereka meminta hadiah yang tidak masuk akal seperti itu. Kalau aku jadi pangeran Aldric. Aku akan mengutuk mereka jadi batu," kekeh Gotta saat membayangkan bagaimana kedua teman kamarnya itu melakukan hal yang tidak masuk akal. Dan terkesan membuat orang ingin tertawa.
"Ohh iya Ara. Kamu sudah mempersiapkan diri kan? Agar nanti kita bisa saling membantu? Aku akan berusaha menyembuhkan dari dalam. Sedangkan kamu menggunakan kekuatan dari luar yang berasal dari ramuan mu? Aku juga tidak tahu apa ini akan berhasil, tapi tidak ada salahnya kita mencoba ini kan?"
Gotta akan bekerja sama untuk membuat Aldric lepas dari kutukan dengan cara mencurahkan segala kekuatannya dan kekuatan Arabella.
Gadis dari Irni itu berharap jika usaha yang akan di lakukan akan berhasil.
"Aku akan berusaha keras untuk membuat kita berhasil!" ujar Arabella berusaha meyakinkan. Kalau dirinya pun akan berusaha sebisa yang dia mampu untuk membuat Aldric lepas dari kutukan.
"Baguslah kalau begitu-"
"Ahhh....!"
Ucapan dari Gotta terhenti saat mendengar teriakan dari arah dalam ruangan Nyonya Gerld. Seakan akan ada sebuah kejadian yang amat sangat menakutkan.
Gotta dan Arabella saling berpandangan dalam waktu yang cukup lama.
"Becca?" teriak keduannya secara bebarengan.
Ada sesuatu yang salah.