"Fikiran bodoh macam apa yang kamu punya Baladia. Tidak mungkin pangeran dari Bath itu menyukai Arabella. Semakin lama otak mu ini semakin saja gila Baladia. Kamu terlalu meninggikan Arabella. Aku tahu kalau kamu begitu bangga karena Arabella berhasil untuk masuk Acavalati. Tapi tetap saja dia tidak sehebat yang lain. Jadi berhenti untuk membual! Lagi pula orang biasa tidak akan pernah bisa menjadi istri dari Raja. Kamu tahu itu kan?"
Nerthus kadang tidak mengerti kenapa Baladia sering kali punya fikiran yang tidak masuk akal.
Ya, Nerthus sangat senang karena Baladia terus mengagungkan putrinya. Namun ada satu hal lagi yang perlu Baladia tahu, kalau Arabella tidak mungkin bisa menjadi seorang putri.
Klan Bath adalah salah satu klan tertinggi di Kwanta. Di kabarkan kekuatannya sering kali merepotkan kerajaaan dan Raja Retorik. Tidak ada satupun orang yang tidak menaruh hormat kepada dirinya. Jadi mustahil mereka bisa menerima Arabella yang dari klan rendahan.
Baladia tersenyum menanggapi itu. Kemudian berjalan tepat di depan Nerthus.
"Siapa yang bilang kalau gadis dari klan rendah tidak bisa menikahi seorang pangeran. Buktinya kamu bisa. Itu artinya Arabella juga bisa kan?" ujar Baladia dengan menohok.
Dan Nerthus hanya bisa diam membisu.
***
"Kenapa kamu terlihat seperti frustasi seperti itu Ara? Ohh... aku tahu, kamu pasti kecewa karena tidak bisa menyelamatkan Pangeran Aldric dengan membuat dia kembali seperti semula lagi, kan? Ck... sudah tidak usah kecewa. Kamu tahu kan? Kita memang dari Klan rendahan. Wajar saja jika kita tidak bisa menolong dia. Toh dia juga bisa menolong dirinya sendiri!" ucap Gotta sambil memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
Gadis dari Irni itu tahu kalau pada saat ini Arabella tampak murung dan tidak bersemangat. Bisa saja itu semua karena tidak berhasil menyelamatkan Pangeran Aldric dari sihir, hingga membuat dia gagal menjadi ketua asrama seperti yang di janjikan oleh Gerld.
"Hemm... apa yang di katakan Gotta benar Ara. Orang seperti kita lebih baik tidak usah punya obsesi tinggi. Kalau tidak mau menyebabkan masalah yang besar. Kalau pun kita harus segera keluar dari sini secepatnya itu tidak akan jadi masalah. Semua sudah sesuai dengan kemampuan kita!"
Becca turut berbicara. Dia kapok dan begidik ngeri setiap kali ingat bagaimana kemarin dia hampir membahayakan nyawa semua orang. Rasanya Becca tidak akan berani menggunakan kekuatan tanpa ada pengawasan. Becca hanya tidak ingin nyawanya melayang dengan begitu saja.
Setelah ini, Becca tidak akan pernah lagi punya obsesi besar. Biarlah dia tidak akan jadi pengantin untuk Aldric asalkan dia tidak mati.
"Kau baru mau berhenti jika sudah seperti ini? Kau memang b*****h gila Becca. Kau bilang sudah menguasai sihir itu. Karena sihir tersebut adalah sihir turun temurun dari klan mu. Apa? Kau bahkan tidak mampu melakukan sedikit pun. Hah... menyebalkan. Aku hampir menjadi fosil karena sikap bodoh mu!" sahut Valeria dengan emosi, karena mengingat bagaimana Becca menggunakan sihir dengan sembrono. Hampir saja seluruh orang yang ada di Acavalati akan mati.
Valeria menjulurkan tangan ke atas dan mengambil salah satu minuman yang pada saat ini sedang melayang layang di atasnya.
Mereka semua sedang makan malam di asrama dan pembahasan tidak pernah jauh jauh dari kejadian siang tadi. Dimana Becca menciptakan banyak sekali gelembung hidup yang siap menelan setiap orang.
"Aku kan sudah minta maaf. Siapa juga yang akan tahu kejadian seperti tadi. Aku fikir sihir ku akan berhasil dan aku akan jadi istri Pangeran Aldric. Tapi siapa sangka kalau semua akan jadi kacau!"
Becca melempar piring ke atas dan seketika piring piring itu melayang dan berjalan sendiri ke tumpukan piring yang kotor.
Gadis itu masih merasa kesal karena semua orang masih saja membahas masalah itu.
"Ck... tapi impian kamu itu terlalu berlebihan Becca. Ingin menikahi Pangeran Aldric. Kamu fikir kamu seorang putri?"
"Memang harus jadi seorang putri dulu buat bisa menjadi istri dari Pangeran Aldric? Aku rasa tidak. Semua orang yang punya bakat luar biasa bisa menjadi seorang Tuan Putri! Aku yakin itu!" kukuh Becca yang masih saja keras kepala menganggap kalau impiannya benar.
"Sudahlah... jangan ributkan masalah ini lagi. Lebih baik kita selesaikan makan dan kembali ke kamar. Tidak ada gunanya juga kan kita berkelahi? Toh sudah selesai juga kan masalahnya?" lerai Arabella sambil melihat pisau dan garpu yang pada saat ini sedang memotong daging.
Arabella terlalu tidak punya tenaga untuk sekedar memotong daging untuk dia makan sendiri. Jadi dia memutuskan untuk menggunakan kekuatan sihirnya saja.
Bukan karena dia kelelahan setelah seharian ini telah menggunakan kekuatan nya untuk menyematkan nyawa Aldric. Tapi hanya saja pada saat ini dia tidak tahu harus mengatakan apa pada sang ibu jika bertanya kenapa keluarga Bath mengirim hadiah. Dan bagaimana jika memang Aldric menyuruh orang orang nya mengatakan hal itu sebagai upeti pernikahan.
Arabella rasa, sang ibu akan kaget dengan itu semua.
Aldric memang benar benar keterlaluan.
"Ya mereka yang salah Arabella. Mereka terus saja mengolok ku. Mengatakan kalau aku ini tidak pantas untuk Pangeran Aldric. Padahal apa yang aku katakan benar kan? Tidak perlu untuk menjadi seorang putri dulu untuk bisa menikahi seorang pangeran-"
"Hemm... apa yang kamu katakan sangat benar Becca. Tidak perlu menjadi seorang putri untuk bisa menikahi seorang pangeran! Aku benar kan Arabella?" Suara bariton ikut menyahut. Dan dapat di lihat pada saat ini, Pangeran Aldric yang entah dari mana datang nya sudah berada di antara mereka dengan setangkai bunga mawar yang ada di tangannya.
Arabella memejamkan mata. Dia tidak percaya jika di jam makan malam seperti ini, Pangeran Aldric akan kembali mengganggu hidup nya. Ingin rasanya Arabella berteriak hingga Aldric menghilang dari hadapannya.
Setelah ini, Arabella yakin kalau Aldric akan melakukan hal hal yang aneh.
Sedang Aldric sedang berbincang dengan Arabella dan teman temannya. Freya melihat itu semua dari kejauhan dengan pandangan penuh dengan selidik.
"Apa hanya perasaan ku saja? Kalau Aldric dan gadis dari Klan rendahan itu makin dekat. Bahkan setiap ada gadis itu, rasanya Aldric selalu selamat dari kematian. Apa... mereka punya hubungan? Tidak mungkin jika mereka hanya sekedar patner!"
Kedekatan Arabella dan Aldric dimulai sejak kedua orang itu berpartner di hutan terlarang. Setelah keluar, keduanya semakin dekat dan seakan penuh dengan rahasia.
Untuk saat ini Freya mungkin tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kedepan, dia akan pastikan jika dia akan tahu semua.