"Seleksi hari ini adalah unjuk bakat dari keahilian Klan kalian masing masing. Akan ada dua belas kelompok yang terbagi. Setiap asrama akan dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk kemudian dibagi lagi untuk menjadi tiga grup. Dan dalam satu grup hanya akan ada dua kelompok yang dinyatakan lolos. Masing masing kelompok yang tidak lolos akan diadu untuk mendapatkan satu tempat terakhir. Yang tereliminasi akan langsung dipulangkan!"
Seluruh peserta telah berkumpul di lapangan besar. Menggunakan jubah dengan warna masing masing asrama.
Memang perlu untuk disadari oleh setiap orang. Bahwa tidak pernah ada tempat untuk bersantai di Acavalati. Setiap hari mereka harus berjibaku dan terus saja melawan satu sama lain untuk dapat mengamankan satu tempat.
Jika kemarin kemarin kelompok di tetapkan antara satu orang paling kuat dan satu orang paling lemah. Untuk kali ini, mereka dihadapkan pada kenyataan yang cukup membuat setiap peserta bergetar. Dimana mereka harus berkelompok sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.
"Apa kamu yakin jika Pangeran Aldric bisa dipercaya? Maksudku... dia akan sungguh membantu kita?"
Valeria berbisik dengan begitu pelan kepada Arabella. Semalam Pangeran Aldric meminta para orang yang ada di Igvemory bekerja sama untuk dapat mengalahkan Freya. Dan berjanji akan membantu. Namun entah mengapa Valeria seakan sangsi dengan itu semua. Menurutnya, Aldric hanya akan mempermainkan mereka semua.
Sedari awal. Setiap dari mereka adalah musuh. Bagaimana mungkin mempercayai satu sama lain?
"Entahlah... aku juga tidak tahu. Aku mengenal Pangeran Aldric sebagai orang yang bisa untuk di percaya. Namun kali ini aku rasa keadaan akan beda. Jika kita salah menentukan langkah. Kita bisa habis!"
Arabella menggigit bibir, sanggat gugup dengan keadaan yang sekarang. Dia ragu untuk menerima ajakan kerjasama dari Aldric. Namun dia tidak bisa memutuskan semua sendiri. Dia harus meminta pendapat yang lain. Bagaimana pun mereka adalah team. Semua keputusan harus di lakukan bersama.
"Baiklah... silahkan pilih team kalian sendiri. Masing masing team terdiri dari delapan orang. Dan waktunya sepuluh menit!"
Nyonya Gerld sudah memulai permainan. Setiap peserta langsung berhambur untuk mencari rekan paling potensial untuk dapat membentuk team. Sedangkan Arabella dan teman temannya hanya diam saja.
"Gotta... kau yakin akan mempercayai Pangeran Aldric? Bagaimana jika dia menipu kita? Kita akan habis Gotta!"
Arabella tampak tidak nyaman dengan keputusan yang diambil oleh Gotta. Gadis itu seakan menuruti apa yang diinginkan oleh Aldric dengan tidak perlu mencari kawan yang punya kualitas tinggi. Cenderung menunggu, dan akan merekrut siapa pun yang tersisa. Semua sesuai dengan yang dipinta oleh Aldric semalam.
"Arabella... kita harus percaya kepada setiap pria tampan. Biasanya pria tampan jarang berbohong! Jadi kita ikuti saja kemauan dari Pangeran Aldric. Dia pasti memihak kepada kita!"
Becca menjadi orang yang seratus persen percaya terhadap apapun yang di katakan oleh Aldric. Tidak curiga atau pun waspada sedikit pun. Bahkan jika Aldric meminta Becca untuk menceburkan diri ke laut. Maka gadis itu akan melakukannya dengan senang hati.
"Aldric melindungi mu dengan baik saat ada dalam hutan terlarang, kan? Dia bahkan tidak keberatan untuk memberi kamu hewan hasil buruannya. Aku tahu kita tidak boleh percaya pada siapa pun disini. Tapi aku rasa... Pangeran Aldric orang yang bisa dipercaya. Untuk kali ini, mari pertaruhkan nyawa kita di tangan pangeran Aldric!"
Ini semua memang sulit. Gotta juga tidak begitu berani memberikan keputusan tersebut. Namun mau bagaimana lagi. Ini adalah pilihan terbaik yang bisa dia ambil pada saat ini.
Gotta tahu kalau tidak ada jaminan untuk memilih Aldric. Tapi hati kecilnya berkata jika Aldric bisa untuk mereka percaya. Pada saat ini, Aldric pasti menepati janji yang dia berikan semalam.
Aldric pasti membantu mereka semua untuk lolos pada seleksi kali ini. Namun jika Aldric ingkar, maka mereka semua selesai. Mereka harus segera pulang dan tidak bisa kembali membawa prestasi ke Klan masing masing.
"Baiklah. Aku akan mengikuti keputusan kalian. Semoga saja Aldric tidak menghianati kita semua," ucap Arabella sambil melihat kepeserta yang lain. Tampak mereka semua sedang merencakan strategi perang yang akan mereka gunakan.
Freya tampak sibuk menyiapkan pasukan dan mengatur serangan. Sementara Aldric seperti biasa. Pria yang selalu santai itu tampak hanya duduk duduk tidak berguna. Membiarkan wajah penuh kebingungan dari para rekan satu team. Untuk kali ini, entah apalagi yang akan Aldric rencanakan.
Arabella harap itu bukan sesuatu yang akan membuat dia dan teamnya jatuh kedasar jurang dan kemudian tereliminasi.
"Mudah mudahan aku dan team ku tidak salah mengambil keputusan!"
***
Setiap orang telah memilih teamnya masing masing beserta ketua. Tampak wajah wajah tegang dan siap untuk bertempur habis-habisan untuk mengamankan satu tempat masing masing. Sedang Nyonya Gerld tampak sumringah. Dia tidak sabar menyaksikan kehebatan setiap muridnya. Dan dia sudah berjanji untuk tidak ikut campur dalam setiap seleksi. Setiap orang bebas menunjukkan kehebatan masing masing.
"Baiklah... karena kalian sudah menentukan team masing masing. Maka kita akan masuk pada proses selanjutnya. Yaitu menentukan grup!" ucap Nyonya Gerd dengan menatap setiap peserta.
"Team dengan tiga nilai teratas sampai penilaian hari ini akan jadi team juara bertahan, team sisanya bisa datang sebagai penantang! Silahkan pilih team yang menurut kalian cukup mudah untuk dikalahkan!"
Senyum Aldric tidak pernah berhenti untuk mengembang. Dia tahu, kalau ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik dan membuat dirinya bahagia.
"Dan team dengan nilai tiga teratas adalah. Team Pangeran Aldric sebagai team terkuat. Team kedua adalah team Putri Freya, dimana kedua orang itu adalah dari asrama Hugvindor. Team terkuat terakhir adalah team Kiehl dari asrama Javernic!" ungkap Gerld, memberi kode agar ketiga team itu memisahkan diri.
Suara sorak sorai terdengar begitu ramai. Semua orang bergemuruh begitu bahagia dengan pilihan team. Terutama team Putri Freya. Mereka sangat yakin akan memenangkan pertandingan.
"Dan khusus untuk team Pangeran Aldric. Karena Pangeran selalu mendapatkan nilai tertinggi dalam dua seleksi terakhir, maka kalian boleh memilih satu team untuk ditantang. Dan satu team lain akan datang sebagai penantang kalian!"
Ini adalah sebuah keuntungan karena Aldric selalu menang. Dia bisa memilih lawan. Hal itu tentu menjadi peserta yang lain jadi cemas, mereka takut jika Pangeran Aldric akan memilih mereka. Mengingat bagaimana kehebatan yang dimiliki Pangeran Aldric. Wajar jika semua peserta takut.
Tidak akan ada yang mampu untuk menghadapi Aldric. Pria itu bukan hanya punya bakat sihir yang luar biasa. Tapi dia juga di besarkan dalam lingkungan yang hebat.
Melawan Aldric sama hal nya dengan cari mati.
"Jadi siapa yang akan kamu pilih Pangeran Aldric?"
Ini akan jadi keputusan yang dinanti, karena pemetaan kekuatan akan segera untuk dimulai.
"Aku memilih Freya dan teamnya!"