"Asha harus kuat! Demi Serena! Asha nggak bisa ninggalin Gama...," Air mata Asha kembali terjatuh saat mengingat Gama, bahkan dengan menyebut namanya mampu membuat d**a Asha seperti teremat, sakit.
Dengan cepat Asha membereskan beberapa pakaiannya dan Serena, ini mungkin keputusan yang gila, namun Asha harus melihat dengan mata kepalanya sendiri, ya, Asha harus.
"Nak, mau ikut Mama?" Asha mensejajarkan tingginya dengan Serena.
Serena mengangguk lucu, "Mau, tapi Sere ada school besok, Mama mau kemana?"
Serena Philomena Taksa, anak semata wayang Gama Phill Taksa dan Aeleasha Lesham. Gadis kecil yang baru menginjak usia 8 tahun. Kelahiran Sere adalah cahaya bagi Gama dan Asha, Serena adalah hidup dan permata hati.
"Kita izin ya? Dua hari aja kok, Sere mau temani Mama 'kan?"
Sere tentu mengangguk, kemana 'pun Mamanya pergi Ia harus ikut, tanpa Mamanya Sere tidak mampu.
--
Hati Asha berdenyut nyeri melihat pemandangan di depannya, disana, sosok pria yang selama ini Asha percaya dan cintai tengah bergandengan tangan mesra dengan wanita lain, tangan yang selalu menggenggam hangat tangan Asha kini dirasakan wanita lain, bayi gempal dengan lesung pipi hadir diantara mereka, menambah kesan sebagai keluarga harmonis dan bahagia.
Asha menepis kasar air mata yang perlahan mulai menetes di pipinya, saat ini Asha tidak boleh menangis, walaupun hatinya hancur berkeping hingga tak menyisakan apapun namun Asha harus bisa kuat, demi Serena.
Ia menatap jari manis yang dihiasi cincin pernikahannya dengan Gama, sedangkan di tangan kirinya bertengger cincin putih pemberian Gama saat melamarnya, kilas balik ingatan bahagia, sedih dan kenangan masa lalu berputar di otaknya, semua hari-hari yang mereka berdua lalui bagaikan kaset rusak yang selalu berputar.
Satu hal yang Asha sadari, cincin pernikahan mereka telah berganti dengan cicin pernikahan dengan wanita itu.
Beruntung Asha menitipkan Sere di playground sebelum mengikuti Gama, jika Sere melihat Papa yang selalu ia banggakan tengah bermesraan dengan wanita lain, bagaimana? Apalagi jika Sere mengetahui jika Papanya memiliki permata hati yang lain selain Sere, Asha tidak sanggup membayangkan hari dimana Sere mengetahui semuanya.
--
"Mas, abis ini pulang ya? Aku capek banget ih, mau peluk kamu aja."
Gama tersenyum gemas menatap istrinya, ia mengecup sudut bibir istrinya dengan sayang, "Boleh, aku tunggu di kamar. Jangan lupa lepaskan semua pakaian di tubuhmu," Gama mendaratkan kecupan di leher putih istrinya, "Paham, Shasa?"
Shasa Mahardika, wanita dengan wajah perpaduan Indonesia- Korea memiliki daya pikat kuat hingga membuat seorang Gama takluk di bawah kendalinya.
--
Next