Di saat Lana tengah menyuapi Yura nasi Alana melihat ke arah halaman rumah.
tak sengaja ia melihat Fazria yang tengah memarkirkan motor nya di sana.
Ia tersenyum ke arah Alana,ia melambaikan tangan nya.
Fazira tengah menggendong putri cantik nya itu.
"Hai aunty Lana" ucap nya.
Alana terkekeh...
"hai juga Clara cantik... sini yuk" ucap Lana kepada mereka.
Alana berjalan ke bawah sambil menggendong Yura.
Alana pun membukakan pintu utama rumah nya itu.
"ayo masuk Ra" ucap Alana sambil tersenyum.
" assalammualaikum" ucap fazira sambil masuk ke dalam rumah.
"waalaikumcalam" ucap Yura yang tengah di gendongan Alana itu dengan aksen cadel khas nya.
Sontak mereka terkekeh.
"keponakan kakak ini lucu sekali sih kak..."
"Clara sayang, main ya sama Yura mami mau bicara dulu sama aunty Lana" ucap fazira pada putri nya.
"iyaa mommy... kakak boleh main sama Yura Ndak??" tanya Clara yang aksen cadel nya yang tak jauh berbeda dari yura.
"Boye kak clala, Ayuk" ucap nya sambil membawa Clara bermain masak masakan di karpet.
Kedua bocah yang berumur 2 dan 3 tahun itu pun bermain bersama.
"kak..." ucap fazira pada Alana, terdengar serius.
"iya Ra?" ucap Alana sambil mengalihkan atensi nya pada fazira yang tengah menatap nya serius itu.
"aku perhatiin badan kakak makin berisi deh... kakak ga diet kak, biasa nya kan kakak diet karbo " ucap fazira yang tengah heran melihat perubahan pada tubuh Alana.
"a... aa iya aku sudah tak terlalu diet lagi..., aku... iya aku sudah ga diet lagi" ucap Alana terlihat gugup.
"ah semoga saja fazira tak curiga atas kehamilan ku ini" ucap Alana dalam hati nya.
"Tapi ya kak, dulu aku sewaktu hamil Clara sama seperti kakak..." ucap fazira.
"aunty yura nangis" ucap Clara sambil berlari mengadu pada Alana.
Sontak mereka mengalihkan atensi nya pada Clara dan yura.
Buru-buru Alana melangkah menuju ke arah bocah dua bocah itu.
"aunty yula pengen mama" ucap Yura yang teringat ibu nya.
"kak..., diva kemana kak?" tanya fazira pada lana.
"dia sedang ke rumah lama ku untuk menjemput barang-barang ku yang masih tersisa di rumah ku dulu" ucap Lana sambil menenangkan Yura yang tengah menangis itu.
"Yura mau tidur ga?..., nanti waktu Yura bangun pasti mama nya udah ada di sini" ucap Lana yang tengah berusaha membujuk Yura itu.
"benelan aunty?" tanya nya dengan wajah polos dan air mata yang tengah ia usap itu.
"bener, yasudah Yura tidur dulu ya" ucap Lana.
"iya aunty" ucap nya.
"aku tidurkan Yura dulu ya Ra" ucap Lana sambil tersenyum pada fazira.
"iya kak" ucap fazira sambil membawa putri nya untuk duduk di atas karpet sambil menonton video anak-anak di hp nya.
Alana berjalan menuju kamar diva dan mulai menidurkan Yura.
Tak lebih dari 10 menit kemudian Yura pun tertidur.
"apa sebaiknya aku katakan saja ya pada fazira atas kehamilan ku ini" ucap Alana dalam hati nya.
Tak lama kemudian Alana keluar, berniat menuju ruang tamu namun, ia urung kan karena ia tadi lupa membuatkan minum untuk fazira dan Clara.
"hehe... maaf Ra tadi kakak lupa menawarkan minum, kalian ingin minum apa?" tanya Alana pada fazira dan Clara.
"Clara mau s**u kedelai aunty" ucap Clara.
"kamu Ra?" tanya Lana.
" aku air putih aja kak" ucap fazira dengan senyuman ramah nya.
"tunggu sebentar yaa" ucap Alana, ia berjalan menuju dapur.
(Di lain sisi...)
"sayang... aku ingin pernikahan yang mewah dan meriah, seperti pernikahan teman² ku yang lain..., kalau perlu pernikahan kita hendak nya lebih mewah dari pada mereka" ucap seorang wanita yang tengah bergelayut manja pada lengan sang kekasih nya itu.
"kamu ga mikir mir kalo biaya nya itu mahal..., aku mau yang sederhana di pernikahan ku yang ke dua ini" ucap laki-laki itu pada kekasih nya.
Perkataan itu membuat sang wanita menurun kan pundak nya lesu.
Iya, mereka adalah Bryan dan Mira.
mereka tengah membicarakan tentang rencana pernikahan mereka yang diimpikan oleh Mira itu.
"pokok nya ku tidak Sudi !..., aku ga mau tau pokok nya pernikahan kita harus lebih mewah dari pada teman-teman ku yang lain, bagaimana kata murid-murid ku nanti bahwa pernikahan pertama guru idaman nya itu kampungan" ucap Mira, ucapan nya itu terdengar pedas dan terkesan angkuh.
Ia menoleh ke arah Bryan yang hanya diam itu.
" sayang, aku mohon... mau di mana letak muka ku nanti, aku tau ini bukan pernikahan pertama bagi mu namun, itu tidak bagi ku" ucap Mira sambil merengek manja, mereka bahkan di lirik dengan tatapan sinis oleh beberapa pegawai hotel dan beberapa pengunjung hotel yang lewat.
Ya, saat ini mereka memang berada di hotel untuk memesan room khusus untuk pernikahan mereka yang akan di laksana kan 1 Minggu lagi.
"aku sedang membangun proyek besar besaran mir, jadi aku tak bisa mengeluarkan banyak dana untuk beberapa bulan ke depan" ucap Bryan.
Saat ini Bryan memang sedang membangun sebuah rumah megah di kampung halaman nya.
Dan itu hanya di ketahui oleh abi, dan Abi malah membocorkan hal tersebut pada Kelly istri nya, yang notabene nya adalah sahabat karib Alana, dan sekaligus membocorkan rahasia itu pada Alana (ada di part² sebelum nya).
"pokok nya tidak ada yang mewah mewahan, kalau kau punya dana untuk menambahkan nya maka mungkin saja itu bisa" ucap Bryan dengan tegas.
" kau tahu sendiri kan bahwa gaji ku berapa per bulan nya, dari mana aku punya uang sebanyak itu, kau tau juga kan usaha ayah ku juga sedang mengalami penurunan" ucap Mira.
Sedikit info, ayah Mira adalah seorang pengusaha ilegal yang sering menyeludupkan satwa-satwa langkah ke luar negri.
Dan saat ini pula tangan kanan ayah Mira di tangkap pihak berwajib.
Yang menyebabkan kerugian dan Operasi nya berhenti untuk sementara.
"yasudah kalau begitu tak usah berdebat, aku tak mau sampai awak media menyiarkan hal buruk tentang kita yang menikah secepat ini, Kau tau kan sayang bahwa aku baru saja bercerai dengan Alana, itu bisa saja menjadi senjata untuk menjatuhkan ku bagi para pesaing-pesaing ku" ucap Bryan kembali melunak.
"aku ga mau tau!... pokok nya pernikahan kita harus mewah!" ucap Mira sambil berteriak di sana.
Yang mengundang tatapan banyak orang yang berlalu lalang di sana, karena saat ini keadaan hotel agak sedikit ramai.
"mohon maaf tuan dan nyonya, bicara anda bisa sedikit di kecil kan?, para tamu terganggu dengan kebisingan yang anda buat" ucap salah satu resepsionis laki- laki yang berada tak jauh dari mereka.
Dengan wajah menanggung malu, Bryan menarik Mira menuju keluar hotel.
"JANGAN TERLALU KEKANAKAN MIRA!... KAU TAU, TINDAKAN MU TADI SUNGGUH MEMBUAT KU MALU, bisakah kau sedikit lebih dewasa, aku muak jikalau kau masih bersifat seperti ini" ucap Bryan.
Mira ternganga, sekaligus terkejut karena ini pertama kali nya ia di bentak seperti ini oleh Bryan, kekasih nya itu.
"k... kau berubah sayang" ucap Mira sambil memalingkan pandangan nya dari hadapan Bryan.