Di sisi lain, Alana tengah duduk berhadapan dengan fazira, dan ada Clara yang tengah terlelap di pangkuan fazira.
"kakak mau bicarain apa kak?" tanya fazira.
"emm... apakah kamu bisa berjanji untuk ga ngasih tau siapapun?" tanya Alana pada fazira.
"insyaallah kak..." ucap fazira.
"Cuma kamu yang bisa ku percaya Ra, jadi tolong jangan beri tahu siapa pun. Terutama Bryan" ucap Alana.
"iya kak, emangnya apa kak." tanya fazira, menatap Alana yang tengah serius itu.
"aku tengah hamil" ucap Alana.
"Untuk saat ini aku tidak bisa memberitahu Bryan akan kehamilan ku saat ini jadi, aku mohon jangan kasih tau Bryan ya Ra... " lanjut Lana.
"hahh... bagaimana bisa dia meninggal kan mu dalam keadaan seperti ini kak?!... lalu bagaimana ini semua bisa terjadi? " tanya fazira.
" waktu itu..." Alana mengatakan hal yang terjadi pada saat itu pada fazira.
"Aku menghargai keputusan mu untuk merawat bayi itu hingga lahir nanti nya kak tapi, apa kamu yakin dia ga butuh sosok ayah kak, suatu saat nanti pasti dia akan menanyakan keberadaan ayah nya" ucap fazira dengan serius pada Alana.
"lalu, aku harus apa di saat Bryan sudah bahagia dengan pilihan nya walau pun kalian juga membenci nya namun, itu sudah keputusan dia, mau tidak mau aku harus menghargai nya" ucap Lana.
"aku paham kak, sudah berapa bulan kak?" tanya fazira.
"2 bulan Ra" ucap Alana sambil tersenyum.
" jaga baik-baik ya kak, bersyukur lah pada Tuhan yang bisa memberikan kakak tanggung jawab untuk memiliki buah hati secepat ini... " ucap fazira.
"iya, insyaallah Ra, aku akan menjaga nya semampu ku" ucap Lana.
"mommy cla mau pulang, cla udah ngantuk mommy" ucap Clara yang terbangun.
"yasudah duduk Dulu yuk... pamitan dulu sama aunty " ucap Fazira pada Clara.
"Cla pamit dulu ya aunty... " ucap Clara.
"iyaa... Clara cantik hati-hati di jalan ya" ucap Alana.
Alana mengantarkan mereka ke depan pintu.
"Ra, insyaallah besok lusa aku mau berangkat ke luar negri, doain aku ya semoga selamat di perjalanan " ucap Alana, yang membuat Fazira terkejut akan ucapan nya.
"ke luar negri kak, ga bercanda kan?... kakak bakal melarikan diri seperti ini? lalu bagaimana dengan pekerjaan kakak? " tanya fazira.
"Luka aku udah terlalu dalam Ra, hidup aku saat ini udah hancur, udah saat nya buat pergi jauh untuk istirahat dan sedikit ketenangan, aku harap saat menetap di sana aku bisa menenangkan fikiran ku dan bisa menemukan pengganti sosok Bryan walau mungkin saja itu mustahil... tapi aku akan mencoba nya" ucap Alana dengan memaksa kan senyum nya itu.
"Aku mohon maaf kak, aku selaku keluarga besar dan kakak ipar Bryan mohon maaf ya kak atas perilaku nya pada kakak" ucap fazira yang tengah berusaha menahan air mata nya itu,
ia tak tega melihat keadaan alana saat ini namun, ia tak bisa berbuat banyak.
"kalian gaada salah sama aku, tapi untuk Bryan aku tidak dendam namun, aku hanya kecewa pada nya aku harap dia bisa belajar dari kisah kami untuk yang akan datang "
"Dan aku harap dia bahagia dengan pilihan nya, ada orang yang mengatakan"
"bahagia tak harus tentang memiliki namun, melihat orang yang kita sayangi bahagia saja, sudah membuat kita bahagia' mungkin ini lah aku sekarang" ucap Alana yang mulai menitik kan air mata nya itu.
Fazira memeluk tubuh Alana.
"Jaga diri di sana ya kak, semoga kalian pulang dengan keadaan yang jauh lebih baik" ucap fazira, Dan melepas pelukan itu.
"sudah, jangan menangis kak... awan hitam Takan selama nya mengelilingi, pasti ada saat nya datang nya pelangi" ucap fazira.
Alana hanya menganggukkan kepalanya dengan air mata yang berlinang.
"iya semoga saja pelangi itu beneran muncul ya Ra..." ucap Lana.
"Kakak ga bakal lama kan di sana, lalu keuangan nya gimana, aku akan membicarakan nya dengan bang izan jika kurang " ucap fazira.
"tidak usah Ra, kalau lama atau tidak nya mungkin aku akan menetap di sana" ucap Lana.
"hah... emang di mana sih kak negara nya?" tanya fazira.
"Swiss Ra..." ucap Lana
"astaghfirullah jauh banget kak, tempat tinggal nya gimana kak, kakak bakal tinggal di sana sama siapa? jangan sendirian... jangan kak, bahaya sendirian" ucap fazira.
Alana terkekeh dengan kepolosan ibu satu anak ini, sungguh.
"Tempat tinggal nya sudah ada Ra... salah satu kerabat aku juga sedang di sana, untuk beberapa waktu emang sendiri mungkin lalu Lisa akan nyusul ke sana" ucap Lana.
"Alhamdulillah kak... aku kira sendiri, tapi tetap hati² ya kak, itu negri orang" ucap fazira.
"jangan lupa kirim kabar ya kak" ucap fazira.
"yaudah aku pulang dulu ya kak, inget jaga diri, jangan lupa jaga kesehatan, kalau ada apa-apa kasih kabar ke sini" ucap fazira pada lana.
"iya dek" ucap Lana sambil terkekeh.
" mommy hayu..." ucap Clara dari atas motor.
"kamu salaman dulu gih Sama aunty... dia bakal pergi jauh" ucap fazira pada Clara namun tak bisa di dengar oleh Alana karena jarak yang lumayan jauh.
"aunty bakal kemana mom?? "tanya Clara
"aunty bakal liat salju" ucap fazira
Clara berlari ke arah Lana.
"ati-ati di jalan ya aunty, assalamualaikum" ucap balita gembul dengan jilbab pink itu.
"iya Clara waalaikumsalam, jaga diri baik-baik yaa, jangan rewel, dan jadi anak pintar ya, nanti kalo udah sekolah jangan males-males ya nanti ga pinter" ucap Alana.
"Siap aunty" ucap Clara.
Skip ...
Hari ini, hari keberangkatan Lana ke Swiss.
Ia di antar oleh keluarga nya.
"jaga diri di sana ya nak, amak akan selalu mendoakan Lana supaya tetap sehat di sana dan ya, jaga cucu Amak ya... bawa dia balik ke Indonesia setelah dia lahir nanti " ucap ibu nya Lana.
"iya insyaallah Mak, Lana minta maaf ya Mak kalau selama ini Lana banyak salah sama Amak" ucap Lana.
"iya nak" ucap ibu Lana.
"Apak, Lana berangkat ya pak, Lana minta maaf kalo selama ini Lana banyak salah sama Apak" ucap Alana yang menitik kan air mata nya.
" iya nak... hati-hati di sana ya nak, ingat itu negri orang, jangan lupa jaga sopan santun ya nak dan ya jaga diri mu ya nak, Apak ga bisa jaga kamu di sana" ucap ayah Lana.
"iya pak assalamualaikum" ucap Lana.
"waalaikumsalam nak" ucap ayah dan ibu Alana.
Lana pun pamit kepada yang lain dan tiba lah saat nya panggilan bahwa penerbangan Padang-Swiss akan berangkat sebentar lagi.
Suami Diva membantu Lana untuk membawa barang Lana ke tempat peletakan barang.
"Makasih ya Ki " ucap Lana pada Oky, suami Diva.
"iya sama-sama kak, jaga diri di sana ya kak..." Ucap Oky.
Alana tersenyum ia pun berjalan menuju ke arah pintu keberangkatan pesawat.
"bukan kah itu Alana, mau kemana dia? " ucap seseorang yang tak sengaja melihat Alana dari kejauhan.
"tuan Bryan, klien kita dari Bandung sudah tiba" ucap asisten pribadi pria itu. yang tak lain dan tak bukan ternyata pria itu adalah Bryan yang tengah menjemput
klien penting nya.
"kau terlihat sedikit berbeda" ucap Bryan dalam hati nya saat melihat Alana.
Entah kenapa perasaan nya tak enak dan kenapa pula jantung nya ini berdegup kencang, seakan menyuruh Bryan untuk menghentikan kepergian Alana.