pagi nya menyinari sepasang suami istri yang tengah menggulung diri di bawah selimut ini, tanpa busana.
matahari mengusik tidur Alana ia membuka mata bulat nya itu, ia melihat sang Adam yang tengah terlelap di samping nya dengan keadaan yang sama dengan nya ia mengingat semua yang terjadi semalam, ia kemudian menitipkan air mata nya.
" kau tau? aku sakit melihat semua ini kau melakukan nya padaku di saat hatimu bukanlah untuk ku, apakah aku hanya pelampiasan bagi mu"-ucap Lana
ia kembali terisak...
isak tangis Alana membuat Bryan yang tidur di sebelah nya terbangun
"kau kenapa??"-ucap Bryan tanpa menyadari keadaan mereka
"kau sungguh b***t"-ucap Alana yang menarik selimut mereka berjalan terpincang-pincang menuju kamar mandi
Bryan pun yang merasa sedikit aneh dengan tubuhnya, pun melirik ke arah tubuhnya.
"Hahh apa aku melakukan nya semalam tapi kenapa??"ucap Bryan Bahakan alasan ia mabuk pun ia sudah tak mengingat nya ,bahkan itu kejadian melihat Mira yang tengah berselingkuh itu, ia tak mengingat nya.
Bryan turun dari tempat tidur nya dan memungut pakaian mereka yang semalam mungkin semuanya di sebabkan oleh bryan.
ia menghela nafas kasar saat melihat ada bercak merah di kasur , ia jadi menyesal.
"ada apa ini,huhh aku harus menemui Mira setelah ini, aku bersalah padanya karena telah melakukan ini pada Alana"-ucap Bryan
"tetapi keputusan ku sudah bulat, aku akan tetap meninggalkan nya apapun yang terjadi, Mira telah terlalu tersakiti karena pernikahan kami"-ucap bryan lagi
Heii pecund@ng bahkan kau tak ingat bagaimana Mira yang menyelingkuhi mu, dan bahkan kau tak pula memikirkan perasaan istri mu apalagi setelah kelakuan mu ini.
sudah 1 jam lama nya Alana berada di dalam kamar mandi, bahkan Alana tak kunjung membukakan pintu persegi empat itu dari dalam.
Bryan semakin risau ia berniat membuka pintu kamar mandi namun, ia urungkan
"bagaimana kalau Alana sedang berendam di bathtub? lebih baik aku menunggunya di luar saja"-ucap Bryan sambil duduk di bibir ranjang dengan hp yang berada di tangan kekar nya itu.
satu jam lebih 30 menit namun Alana masih belum kunjung membuka pintu itu.
"sepertinya ada yang tidak beres"-bryan mengambil kunci cadangan kamar mandi dari dalam lemari mereka.
Cklekk...
ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi terdengar gemercik air shower, ia menoleh ke bawah dan mendapati Alana yang terkulai lemas,pingsan dalam keadaan basah di bawah air shower.
"A-alana!"-teriak nya kaget
ia menepuk -nepuk pelan pipi Alana namun, dia masih tak juga bergeming
nafas Bryan tercekat melihat mata Alana yang sembab, lalu dengan terburu -buru ia berlari ke luar dengan Alana yang di gendong nya
Skip...
setibanya di rumah sakit Alana di bawa ke UGD.
sudah hampir 20 menit lama nya Bryan duduk di kursi besi depan ruangan Alana ini, ia terlihat panik ia bahkan tak berani menelfon orang tua mereka .
namun,ia menelfon Kelly dan Abi
dokter keluar dari UGD
"bisa saya bicara sebentar dengan anda tuan, di ruangan saya"-ucap sang dokter
"baik !"-ucap Bryan
ia berjalan menyusul dokter itu
setibanya di ruangan itu dia duduk
"bagaimana kondisi istri saya dok??"-tanya Bryan
"ah begini, saat ini sepertinya dokter Lana sedang banyak fikiran, mungkin itu adalah salah satu faktor ia menjadi pingsan seperti ini"-ucap dokter
"hanya itu kan dok?? gaada masalah lain kan??"-tanya Bryan
"tidak, setelah ia siuman ia sudah di perbolehkan pulang, dan ini resep obat nya"-ucap dokter
"baik, terimakasih"-ucap Bryan
ia pun keluar dari ruangan dokter dan pergi ke ruangan Alana .
cklekk...
Bryan POV...
aku menatap dia yang sedang berbaring di atas brankar itu, dia sudah siuman ternyata
ah aku lupa kalau aku sudah memasangkan baju pada tubuh nya tadi
mana mungkin aku biarkan dia tanpa busana, aku tak rela.
"kenapa aku ada di sini??"-tanya Alana
"tadi kau pingsan di kamar mandi"-ucap bryan
"bisakah aku pulang sekarang"-tanya Alana
"sudah,aku juga sudah mengambil obat mu barusan"-ucap Bryan
mereka pun pulang
skip...
Alana buru buru berjalan ke arah kamar nya, ia bahkan tak berani menatap Bryan, sedari mereka di mobil malah, hanya ada keheningan.
skip...
satu Minggu setelahnya hari-hari mereka berjalan seperti biasa, Alana yang hampir 24 jam di RS dan Bryan yang semakin menempel dengan Mira.
namun berbeda dengan hari ini, Alana memutuskan pulang lebih awal.
cklekk..
Alana membuka pintu utama
terlihat Bryan yang tengah memangku Mira di sana, sambil tertawa riah
"huhh akhirnya kau datang juga, aku dan kekasihku bahkan berniat untuk mengantarkan surat ini kepada mu yang berada di rumah sakit"-ucap Mira pada Alana
lalu Mira merongoh saku jas Bryan lalu dia memberikan nya pada Alana.
"apa ini??"-tanya Alana
"silahkan kau baca, seperti nya kekasih ku sudah muak dengan mu bahkan aku sudah hamil anak nya sekarang"-ucap Mira
Serasa tersambar petir di malam yang sejuk ini Alana tiba-tiba menitikkan air mata nya
"A-apa maksud nya ini??kau mau mengakhiri ini semua, kau tau? kita bisa mencoba lagi supaya rumah kita tak berakhir menyedihkan seperti ini selama ini aku sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk mu aku-a-aku bahkan sudah menyerahkan semua nya pada mu"-ucap Alana histeris
"aku sudah muak dengan pernikahan ini, aku tak tega melihat kesayangan ku yang tersiksa dengan pernikahan kita ini, ah bukan cuma kekasih ku, bahkan aku juga sangatlah tak betah dengan pernikahan kita ini, lagian aku harus bertanggung jawab atas kehamilan Mira"-ucap Bryan menatap Alana sengit
"dan apakah kau yakin jika anak itu adalah anak mu?? bahkan kemarin sore aku melihat Mira di mall bersama seorang pria, dasar mur@han kau, beraninya kau mer but suami ku, aku tau kau hanya ingin harta Bryan dan-"-ucapan Alana terputus
plakk...
satu tamparan Bryan membuat Alana tersungkur dengan darah yang bercucuran dari hidung Alana
"JANGAN ASAL BICARA KAU, INI ADALAH ANAK KU!!"-ucap Bryan yang tengah marah itu, terlihat dari wajah nya yang tengah merah padam menahan amarah
"KEMARIN-KEMARIN AKU SUDAH BERUSAHA MEMBUAT MU TAK BETAH DENGAN KU, KU KIRA KAU AKAN MENGGUGAT KU DULUAN TERNYATA ITU MEMBUATMU SEMAKIN MENDEKAT PADAKU DAN ITU MEBUAT KEKASIH KU MENDERITA!!"-ucap Bryan
"aku sudah muak melihat mu, aku akan pergi dari rumah mu ini, dan jangan lupa tanda tangani surat itu"-ucap Bryan
Lana bangkit dan dia mengambil surat itu dari tangan Mira
"baik, jika itu mau mu tamparan mu membuatku sadar diri ,ku rasa inilah saat nya aku untuk menyerah padamu, aku sudah angkat tangan jangan pernah menyesali perbuatan mu ini, setelah ini aku akan pergi jauh dari hidup mu"-ucap Alana sambil terisak dan mengambil pena yang di sodorkan Mira, dia menandatangani surat perceraian itu
Alana meletakan pena itu di samping surat itu
ia menarik nafas nya yang tercekat
"baiklah, jangan pernah mencari ku setelah ini"-ucap Alana yang berjalan ke arah kamar nya dan kembali menangis sejadi jadinya
"ayo sayang"-ucap Mira yang tengah menarik koper Bryan itu
tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah menatap semua kejadian tadi dari arah pintu utama.
Brukk...
Bryan yang tengah mendengar benturan keras itu seketika menoleh