Alana menepuk lengan Bryan dengan kasar.
"kau ini kenapa. kau terkena rabies?, aku bahkan heran dengan sikap mu itu" ucap Alana pada Bryan.
"gaa sayangg, apakah aku salah bermanja - manja dengan istriku inii" ucap Bryan.
"heh ingat umur lu udah tua gw risih tau liat lu berubah - ubah gini" ucap Alana terlihat tegas pada Bryan.
Bryan?, hanya melongo tampan- tampan gini di bilang tua.
"hey bahkan banyak wanita di luaran sana yang menganggap ku idaman nya" ucap Bryan bangga.
"mungkin mereka hanya mengigau atau mereka sedang katarak" ucap Alana.
padahal mah asli nya Alana juga suka pada Bryan, hanya saja ia tengah mempertahan kan imagine nya.
"kau bahkan terlihat cemburu apakah kau juga menyukaiku" tanya Bryan pada Lana sambil tersenyum nakal.
" B.I.G.N.O!!" Ucap Lana.
padahal dalam hati nya Alana sangat mencintai dan menyayangi Bryan segenap hati nya,namun ia terlalu malu untuk mengatakannya terlebih dahulu.
"yasudah ayo!" ucap Bryan.
"kau ini bahkan tak punya rasa peduli pada manusia" ucap Lana.
"bahkan aku baru saja datang dari Yogya, aku lelah, ini sungguh pemaksaan" ucap Alana pada Bryan.
Alana akhirnya tak jadi pergi bersama Bryan di karenakan seperti alasan nya tadi namun,dia hanya menitipkan note kecil pada Bryan untuk membeli apa saja
Bryan POV...
aku pergi ke swalayan dekat sini untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga.
aku sudah membeli semuanya ah,aku melupakan sesuatu
kulihat lagi note itu ah iya, pembalut
hah?. PEMBALUT?!. yang benar saja Alana ini.
"aku harus bagaimana ini kalau tidak pasti aku akan menjadi sasaran amukan Alana jika aku tak membeli benda keramatnya ini" ucap Bryan pelan sambil menuju ke arah stand pembalut.
Ia memilih mana yang menurut nya di pakai Alana.
'Pilih lah yang ber sayap, aku Takan menerima yang tak ber sayap' .itulah yang di tulis Alana di note kecil ini.
aku memilih beberapa pembalut karena aku tak tau yang mana yang biasa di gunakan istriku itu.
suami peduli istri ya gini...
Ia akhirnya menuju ke arah kasir ,untungnya swalayan ini tak terlalu ramai.
ku lihat salah seorang kasir wanita yang cekikikan melihat aku yang membeli pembalut itu.
"sayang istri ya pak!" itulah ucapnya padaku yang dibarengi dengan cekikikan kasir laki-laki di sebelahnya.
"kalau tak ku beli nyai bisa menendang ku dari rumah kak" ucapku meladeni ucapan nya.
"ah suami yang langkah" ucap si kasir laki-laki itu.
aduh akhirnya beres juga belanja Syahlan ini.
aku memasuki mobilku dan aku melajukan mobilku ke salah satu lapak pedagang kecil yang banyak berjejer di dekat pantai, ah ini malam Minggu jadi tak ayal jika banyak muda mudi dan banyak lapak pedagang yang berjejer.
Ini sudah hal biasa di kota Padang selama malam Minggu, atau mungkin setiap malam sih aku juga kurang tau aku jarang pergi keluar rumah jika sudah malam begini.
Aku berjalan menuju lapak sate Madura, aku tau ini adalah makanan kesukaan Alana.
Lalu aku pergi ke lapak penjual nasi goreng.
aku sangat merindukan nasi goreng buatan ibu, huhh aku jadi rindu ibu yang sudah jauh di atas sana.
kebetulan sekali nasi goreng ini juga memiliki rasa yang hampir mirip dengan rasa nasi goreng ibu ku.
"pesan dua nasi goreng pedas ya buk! sayuran dan telur nya di banyakin dikit ya" ucap seseorang di samping ku tunggu aku mengenal suara ini.
"hahh Mira dengan siapa dia?" ucap ku dalam hati.
"sayang... ayo!" ucap Mira pada seorang lelaki yang kelihatan nya sudah agak berumur sekitaran 40 an mungkin.
siapa dia? tanya ku dalam hati, saat nasi goreng nya siap aku buru-buru membayarnya dan masuk mobil
aku mengendarai mobilku di atas rata-rata.
aku sedang frustasi.
Bryan POV end...
Bryan sampai di rumah nya di teras sama sudah ada Lana yang tersenyum manis pada nya.
"ini belanjaan mu" ucap Bryan lesu.
"ah thanks" ucap Alana sambil tersenyum.
seketika senyum nya memudar, di gantikan oleh wajah kebingungan yang terlihat menggemaskan.
"tunggu - tunggu ada apa dengan wajah jelek mu itu?" tanya Lana.
"ayo kita masuk" ucap bryan.
mereka makan bersama - sama namun di saat makan mereka terlihat tak mengeluarkan ekspresi yang sama
Alana yang tengah bahagia karena pasien nya yang di Yogyakarta di nyatakan sembuh namun ada Bryan yang tengah patah hati.
Alana pun ingin tidur dan berjalan menuju kamar mereka namun beda hal nya dengan Bryan yang lebih memilih menuju ke arah dapur ia memeriksa kulkas ia mengambil sebotol anggur.
ia mengernyitkan dahi saat .merasakan rasa aneh dari anggur nya itu.
"kenapa aku serasa minum teh?" ucap Bryan bingung.
ia membalikan botol itu.
'wine tak baik untuk kesehatan'
"ah ini pasti kerjaan istriku" ucap Bryan.
"hahaha Bryan jadi gagal mabuk" ucap seseorang dari balik dinding dekat dapur,si Alana.
Lana pun kembali ke kamar nya lalu tidur.
Bryan berjalan ke arah ruang tamu dan mengambil kunci motor sport Alana yang terletak di meja ruang tengah berniat ke toko langganan nya , tempat biasa Diaman ia bisa membeli anggur itu.
skip...
Bryan membeli 2 botol red anggur.
ia sudah menghabiskan satu botol ia tengah dalam keadaan mabuk ia sungguh Takan tahan jika meminum minuman itu.
ia tengah duduk di meja makan di dapur lalu ia berjalan sempoyongan ke arah kamar mereka berjalan sambil berpegangan pada sisi tangga dan masuk ke kamar mereka yang ternyata tak di kunci Alana, Bryan pun tersenyum.
"Mira kenapa kau malah mengkhianati ku, aku bahkan sangat tulus mencintai mu apa aku-" belum sempat melanjutkan kata-katanya ia pun pingsan dengan dalam keadaan mabuk berat itu.
tiba-tiba alana terbangun mendengar ada yang aneh, ia melihat ke arah pintu masuk kamar dan melihat Bryan tengah berbaring di sana.
"apakah dia ingin tidur di situ saking lelah nya?" ucap Alana terheran - heran.
ia pun beranjak dari ranjang nya itu.
"hei cepatlah bangun apakah kau akan terus tidur di sini, di sini dingin jika aku peringatkan" ucap Lana pada Bryan namun, ia kesal karena tak kunjung di sahut si Bryan.
tiba -tiba Bryan bangkit dan merengkuh Alana ke dalam pelukan nya yang hangat.
"Lana, aku menginginkan mu" ucap Bryan.
"huhh bau alkohol ,dari mana dia memperoleh nya sedangkan semua alkohol di sini sudah ku ganti dengan teh manis" ucap Lana.
"aku membeli nya tadi sayang" ucap Bryan yang tengah tak sadar itu.
"sudah kau mabuk tapi kau masih menyahut perkataan ku" ucap Lana.
"aku ga mabuk kok sayang" ucap Bryan.
"ini berapa?" tanya lana sambil melihatkan 2 jari nya pada Bryan.
"E... empat sayangg, sudah - sudahh aku tak mabuk kok" ucap Bryan sambil tertawa renyah.
"andai Mira tak melakukan ini" ucap Bryan kembali.
ah, jadi dai sedang bermasalah dengan kesayangan nya itu?? baguslah.
tiba-tiba saja bryan yang tengah mabuk itulah membopong tubuh Alana sempoyongan ke arah ranjang mereka.
Alana berusaha memberontak namun ia tak bisa melakukan apapun ia kalah telak dengan kekuatan tubuh Bryan yang perkasa.
"kau Milik ku" ucap bryan pada Alana Yang berada di bawah nya.
Alana takut, ia seperti melihat seorang p*****l saat ini.
"k... kumohon j... jangan" ucap Lana sambil mengeluarkan air mata nya.
Namun, Bryan tak menghiraukan nya.