"Hahahhaahahah....udah gendut kucel jelek kriting lagi...hahahahah...."
"dasar gendut belagu...sok sok an berani ke aku...rasain kau...hahahahahah..."tawa semua anak berseragam biru putih di suatu siang di sebuah sekolah
Aku terbangun di tengah malam dengan keringat mengucur di seluruh tubuh, mimpi itu datang lagi setelah aku berhasil keluar dari rasa takut itu 10 tahun lalu.
aku melihat jam menunjukkan pukul 4 pagi dan aku tidak akan bisa tertidur lagi dan aku memutuskan untuk memasak dan berencana membawa bekal saja bekerja nanti.
Ayam kecap dengan capcay telah selesai ku masak saat jam menunjukan pukul 6 dan aku memutuskan untuk mandi setelah menyiapkan 2 bekal yaitu untukku dan aku membuatkan juga untuk Melisa.
"Tumben ada angin apa kamu tiba2 masak?" tanya Melisa hari ini aku memutuskan untuk menumpang mobil ya karna merasa ngantuk karna hanya tidur selama 3 jam "yaudasi Mel tinggal makan kalo gak mau kasi yg lain aja,,,aku mau tidur" jawabku lalu memejamkan mata.
Tak terasa aku sudah sampai di kantor dan hari ini secara resmi pak Andreas meniggalkan kantor cabang kami dan di gantikan oleh pak Radit tidak ada yg berbeda semua sama seperti hari2 biasanya.
___°•°___
Tak terasa 1 bulan berlalu begitu saja sejak kepemimpinan pak Radit dan sikap kami juga biasa2 saja sampai suatu hari pak Radit mengajak seluruh jajaran manager untuk makan malam bersama beliau berkata bahwa ini untuk merayakan hari ulang tahunnya saat aku melihat kalender di mejaku aku juga barusaja teringat tanggal ini. semua sudah berkumpul di lobi karna akan membawa beberapa mobil saja aku tentu saja satu mobil dengan Melisa dan saat akan pergi aku lupa membawa handphone ku "iissshhh...dasar pikun" kata Melisa " tunggu bentar yaa aku ambil ke atas..bentar aja"
saat aku akan menaiki lift ku lihat pak Radit keluar dari lift tersebut "mau kemana?" tanya beliau "handphone saya tertinggal pak" jawabku dengan menunduk lalu masuk ke dalam lift.
Selama ini aku hampir tidak pernah menatap langsung matanya saat berbicara karna ku rasa aku tak akan sanggup karna debaran itu masih ada meskipun sudah 15 tahun berlalu apalagi beberapa kali aku memimpikan dia di masa lalu, saat aku kembali ke lobi semua orang sudah tidak ada di sana hanya ada pak Radit yg sedang duduk di lobi dan dia menoleh kepadaku "oh kamu sudah di sini ayo kita berangkat" katanya sambil berdiri dan memasukkan handphone yg tadi di pegang nya ke dalam kantong celana dan visual itu sempat membuat jantungku bergetar "Airy...hey..." katanya lagi "haahh...iya pak kenapa?" tanyaku sedikit gugup "yg lain kemana pak?" tanyaku lagi dia sambil tersenyum mendekatiku "meraka sudah berangkat kamu berangkat dengan saya" katanya lagi seketika membuatku shock "heemmm saya naik taksi saja pak ndak enak kalo bareng sama bapak" jawabku "kita mau menuju tempat yg sama kenapa kamu harus memesan taksi,,ayok" katanya sambil menggandeng tanganku bukan tepatnya menariknya menuju mobil yg sudah siap di depan lobi.
"Aku merindukanmu." tiba2 dia berbicara seperti itu tanpa menoleh kepadaku dan tanpa melihat ku yg ku kira dia salah bicara sehingga aku tak menghiraukannya sampai saat di lampu merah dia tiba2 menoleh kepadaku "AKU MERINDUKANMU" kata pak Radit terdengar halus namun terdengar tegas pula sehingga membuatku menoleh kepadanya dan ku lihat dia menatapku dengan dalam sempat membuatku terhanyut tapi buru2 ku tolehkan wajahku ke luar jendela "Airy begitu susahkah kamu menatap mataku?apa kesalahan ku dulu amat besar bagimu?apa aku benar-benar tak termaafkan bagimu?" tanya nya panjang dan tiba2 ku rasa dia menggenggam tanganku membuatku langsung menoleh ke arahnya "pak Radit ini...saya...tolong lepaskan" kataku sambil tergagap "Pam... tolong panggil aku seperti dulu kamu memanggilku Airy" katanya dengan masih menggenggam tangan ku "tiinnnn..ttiiinnn..." suara klakson mobil mengagetkan kami sehingga dengan terpaksa pak Radit melepas tanganku karna mobilnya bukan mobil matic.
Setibanya di parkiran mobil saat aku akan keluar dari pak Radit dia segera menahan tanganku "maaf..." katanya "saya akan menganggap kejadian barusan tidak terjadi pak...saya mohon jangan lakukan itu lagi" kataku "bukan..bukan untuk kejadian yg baru saja terjadi" kata pak Radit "maksud bapak?" tanyaku "untuk kejadian 15 tahun yg lalu saat aku tak membelamu saat aku tak membantumu dan saat aku melakukan kesalahan dengan Elly" kata pak Radit panjang lebar ku lihat ada sorot penyesalan di matanya "itu sudah berlalu pak saya sudah melupakannya" jawabku lalu menarik paksa tanganku dan cepat2 keluar dari mobil pak Radit dan masuk ke dalam restauran yg telah di pesan oleh pak Radit.
Setelah kami berkumpul semua aku masih terdiam sampai Melisa menyenggol tanganku "kenapa?di apain sama pak Radit?" tanya melisa sambil berbisik "kamu gila?emang aku siapa sampai pak Radit mau ngapa2in aku" jawabku sambil memasang raut muka horor dan hanya di balas dengan suara tawa cekikikan Melissa.
Tak berapa lama datang seorang perempuan cantik menggandeng seorang anak laki2 yg berumur sekitar 3 tahun dan anak itu berlari menghampiri pak Radit sambil berteriak "papa..papa..papa..." seketika pak Radit menoleh dan menggendong anak laki2 itu sambil tersenyum dan memperkenalkannya kepada kami "rekan2 semua perkenalkan ini istri saya Tasya...dan ini putra saya Ravi" ku lihat perempuan itu berdiri di samping pak Radit sambil memegang lengan pak Radit terlihat sekali seperti keluarga bahagia dan aku merasa sedikit ada rasa kecewa di dalam hatiku tapi aku berusaha keras untuk menepisnya dan saat pandanganku bertemu dengan mata pak Radit ku lihat tatapan lembutnya padaku dan aku memaksa menolehkan wajahku ke arah lain agar air mataku tak sampai terlihat olehnya...yaaa entah mengapa aku menangis.
part terpanjang shayaaangg?