Laki2 itu menciumi seluruh punggung ku yg tanpa tertutup sehelai benangpun membuatku melenguh "Airy...."desahan suara dan nafas hangatnya menyapu sepanjang tulang selangka ku dan ku balas dengan memanggil namanya "paaammmhhhh..." seketika mataku terbuka dan aku terbangun dari mimpiku melihat telepon berdering tertulis nama pak Radit aku menatap jam pukul 01.00 dini hari "untuk apa pak Radit menelpon ku jam segini" batinku akupun mengangkat telepon itu "halo" buka ku "Airy aku di depan apartemen mu" kata pak Radit membuatku seketika kaget dan berlari ke ruang tamu dan mengintip ke arah depan apartemen terlihat mobil pak Radit di seberang jalan"ada apa pak?"tanyaku " turunlah aku tak akan pergi sampai kamu turun" kata pak Radit.
10 menit aku berada di lobi dan mengirim pesan kepada pak Radit mengatakan lebih baik kita bertemu di cafe sebelah gedung apartemen ku dan dia menyetujuinya.
"ada apa pak?" aku yg pertama membuka suara setelah beberapa saat hening dan pak Radit hanya terdiam sambil menatapku dengan ekspresi yg tak bisa ku tebak.
#Radit pov#
" Perempuan itu sudah kau temukan kan?" tanya Tasya saat di mobil perjalanan pulang kami dari acara makan malam bersama para rekan kerjaku "Radit...jawab pertanyaanku,perempuan yg terus kau pandang tadi adalah perempuan itu khan?" tanya Tasya mencecarku tanpa ku jawab dan ku hiraukan "pelankan suaramu Ravi sedang tidur Sya." balasku dengan tetap tenang "jawab pertanyaan ku Radit..apa benar itu DIA?" aku sama sekali tak ingin menjawab pertanyaanya yg membuat Tasya terdiam kembali sampai kita tiba di rumah.
# RUMAH RADIT&TASYA#
Aku turun dari mobil sambil menggendong Ravi sementara Tasya bejalan di belakangku "aku akan membawa Ravi ke kamarnya kau istirahatlah" kataku kepada Tasya tanpa menoleh "aku ingin mendapat jawabanku Radit." paksa Tasya "aku lelah Sya...bisakah kau memberi waktu untukku beristirahat" dan aku langsung berlalu ke kamar Ravi meninggalkan Tasya sendiri.
Setelah menidurkan Ravi ku elus rambutnya dan berkata "maaf...nanti saat kamu dewasa pasti kamu akan mengerti" kataku lirih lalu meninggalkannya untuk pergi ke kamarku.
sejak aku menikah dengan Tasya 3tahun yg lalu aku memutuskan untuk memboyongnya pindah ke rumah ini dengan alasan ingin hidup mandiri meskipun orang tua Tasya tidak setuju karna khawatir anak perempuan satu-satunya akan hidup susah denganku tapi aku terus memaksa dan sdikit mengancam Tasya jika tidak mau ikut pindah denganku maka kita akan LDR akhirnya Tasya setuju.
Setelah kelahiran Ravi aku memutuskan menggunakan kamar sendiri yg ku gabung dengan ruang kerjaku meskipun semua pakaian kerjaku masih ada di kamar utama tapi untuk tidur aku selalu tidur di kamar ini. Mungkin kalian mennganggapku jahat karna meninggalkan istri yg baru melahirkan untuk tidur dan mengurus bayinya sendiri tapi asal kalian tahu Ravi selalu tidur di kamarnya mulai dia berumur 1 Minggu bersama pengasuhnya dan Tasya tidak pernah sekalipun memberikan ASI nya kepada Ravi dengan alasan itu akan merusak bentuk tubuhnya dan kalian tau aku sama sekali tak peduli.
Saat aku keluar dari kamar mandi Tasya sudah menungguku duduk di sofa seberang tempat tidurku "aku ingin tidur Sya." kataku "tidak sebelum aku mendapatkan jawaban ku,apa benar dia gadis itu" Tasya dengan sifat keras kepalanya yg sangat membuatku muak "Ya" jawabku akhirnya "sekarang keluar dari kamarku aku ingin istirahat" lanjutku dengan nada suara yg sangat dingin yg biasanya membuat Tasya cukup takut namun sepertinya tidak kali ini dia tak begeming di sofa itu "kau akan meninggalkanku sekarang?" tanya Tasya dengan suara yg lirih daku tak menjawab masih memunggunginya ku dengan dia berjalan dengan cepat je arahku tiba2 menarik tanganku untuk menghadapkanku ke arahnya "apa kau sekarang akan meninggalkanku dan kembali kepadanya?" teriak Tasya di depanku "aku tak akn membiarkanmu bersama dengan perempuan itu Radit...tak akan"kata Tasya menggebu gebu"cukup Sya..aku sudah cukup bersabar selam 3 tahun ini dan sudah saatnya aku lepas darimu dan semua keegoisan keluargaku..."kataku dengan sedikit terengah "aku tidak akan melepaskanmu Radit...tak akan pernah"kata Tasya lagi membuatku muak dan melangkah pergi sambil membawa kunci mobil serta dompet dan handphone ku.
Saat di jalan aku melihat jam sudah pukul 12.30 malam aku masih memutari kota ini dan jalanan masih terlihat ramai mungkin karna ini malam minggu dan tiba2 saja aku berhenti di depan sebuah bangunan gedung apartemen menatapnya dan setelah 30 menit akhirnya ku beranikan diri untuk menelpon seseorang "Airy aku di depan apartemen mu".
Radit pov end