Radit POV
"Kau harus menikahi perempuan itu Radit" kata laki2 paruh baya itu "tapi aku tidak menyukainya pah" jawabku sambil menunduk "aku tidak menerima penolakan ini akan ku anggap sebagai balas budimu padaku yg telah membesarkan dan menyekolahkan mu samapi kau menjadi sarjana" lanjut laki2 itu "tapi dia mengandung anak mas Ryan pah kenapa bukan mas Ryan yg menikahinya?" kataku mencoba untuk memberanikan diri menatap ayah angkatku.
Iya aku adalah anak angkat di keluarga ini kedua orang tua kandungku adalah adik kandung ibu angkatku mereka telah meninggal saat usiaku masih 2 tahun dan keluarga ini mengadopsi ku menjadikanku anak bungsu mereka,
mereka hanya memiliki 1 anak laki2 yg bernama mas Ryan bisa di bilang mas Ryan adalah anak yg manja sejak kecil dan semua keinginannya selalu terpenuhi sampai akhirnya pada saat usianya menginjak 20 tahun dan aku 19 tahun ibu kami meninggal di karenakan penyakit kangker yg telah lama di deritanya tanpa sepengetahuan kami.
mulai saat itu mas Ryan berubah menjadi seorang pemabuk dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Sempat beberapa kali dia di rehabilitasi tapi saat keluar di tetap menggunakan obat-obatan akhirnya pada suatu saat mas Ryan benar2 tertangkap saat sedang berpesta obat2an itu bersama teman2nya di apartemen miliknya dan kali ini dia harus benar2 mendekam di penjara untuk waktu yg lumayan lama dan papa benar2 tidak bisa berbuat apa-apa saat itu dan hanya bisa merelakan anaknya mendekam di penjara.
2bulaln setelah mas Ryan di penjara datanglah salah seorang sahabat papa ke rumah kami dengan marah marah memegang kerah baju papa hendak memukul beliau namun segera ku pisahkan "ada apa ini will?kenapa kamu tiba2 datang ke rumah ku dan marah2 seperti ini tolong tenanglah dan jelaskan dulu masalahmu will" tanya papa dan ku lihat di belakang om William ku lihat ada seorang gadis yg menangis tersedu-sedu di dalam pelukan seorang perempuan yg ku tahu itu istri om William "bagai mana aku bisa tenang Gas,, anak mu menghamili putriku!" teriak om William di hadapan papaku lalu papa menoleh kepadaku "kau menghamili nya Radit?" tanya papa padaku "bukan pa bukan aku..aku sama sekali tak mengenal anak om William" kataku sambil terbata bata "bukan dia tapi anak kandungmu yg ada di penjara"kata om William dengan lantang sambil menunjuk ke arah wajah papa dan ku lihat wajah papa shock mendengar itu "mana mungkin Ryan melakukan itu Will?"tanya papa pada om William "kau tak mempercayaiku Bagas?" jawab om William dengan muka marah kepada papa "om mari kita bicarakan baik2 ini semua mari kita duduk dulu kami akan mendengarkan penjelasan om William" kataku mencoba menengahi kedua sahabat ini.
Kami duduk di ruang tamu ku lihat papa masih mecoba menenangkan emosinya begitu pula om William dan gadis yg ku lihat tadi masih menangis di pelukan ibunya yg ku tahu namanya adalah Tasya dan om William menceritakan bahwa Tasya baru pulang dari study nya di luar negri lalu bertemu dengan mas Ryan mereka menjalin hubungan dan berakhir dengan mas Ryan menghamili Tasya dan berjanji akan bertanggung jawab saat keluar dari penjara tapi saat om William mengetahui Tasya tengah hamil dan yg menghamilinya adalah anak dari sahabat nya yang seorang tahanan om William tak terima dan menuntut Tasya menggugurkan kandungannya tentu saja Tasya menolak karna takut bisa saja ia meninggal saat melakukan aborsi.
"Aku ingin anakmu bertanggung jawab atas kehamilan anak ku Bagas!" kata om William dengan tegas "aku sangat setuju jika Ryan menikah dengan Tasya tapi tolong tunggulah samapi Ryan keluar dari penjara Will" kata papa mencoba membujuk sahabat nya "tidak Bagas aku tidak mau mempunyai menantu mantan narapidana" kata om William kepada papa"apa maksudmu Will meskipun Nantinya Ryan mantan narapidana dia akan tetap menjadi pewaris seluruh hartaku will" kata papa tak terima "kau kira semua hanya karna materi?kukira kau sangat mengenalku Bagas" kata om William kepada papa "lalu apa maumu?" tanya papa akhirnya "aku mau anak angkatmu yg menikahi anak ku,lebih baik Radit yg bukan anak kandungmu yg menjadi menantuku daripada anak kandungmu yg ada di penjara yg menjadi menantuku" kata om William kepada papa"saya tidak bisa menikahi putri anda om William "kataku tegas "saya sudah memiliki pasangan saya sendiri" lanjutku "jika kau masih ingin perusahaan mu tetap berdiri terima permintaan ku Bagas,ayo kita pergi" kata om William sambil menyuruh istri dan anaknya mengikutinya.
2hari setelah itu papa memintaku menemuinya di ruang kerjanya "Kau harus menikahi perempuan itu Radit" kata laki2 paruh baya itu "tapi aku tidak menyukainya pah" jawabku sambil menunduk "aku tidak menerima penolakan ini akan ku anggap sebagai balas budimu padaku yg telah membesarkan dan menyekolahkan mu samapi kau menjadi sarjana" lanjut laki2 itu "tapi dia mengandung anak mas Ryan pah kenapa bukan mas Ryan yg menikahinya?" kataku mencoba untuk memberanikan diri menatap ayah angkatku.
"kau kira aku setuju menikahkanmu dengan anak Wiliam kau terlalu percaya diri aku sudah menyiapkan perjodohan ryan dengan Tasya sebelumnya tapi karna kebodohan Ryan yg harus masuk penjara menghancurkan semua rencanaku"kata papaku "3 tahun,kau akan menggantikan ryan dengan berpura-pura menikah dengan perempuan itu dan setelah Ryan keluar dari penjara maka Ryan lah yg akan menikah dengannya dan kau bisa pergi, karna Ryan lah yg berhak memiliki semua ini bukan dirimu" kata papa dengan begitu kejamnya "lalu apa imbalannya untukku?" dengan berani aku menatap wajah papa dia terlihat sedikit marah padaku"dasar anak tidak tau diri kau masih meminta imbalan padaku setelah aku membesarkanmu selama ini"kata papa sambil tersenyum miring padaku "jika tak ada imbalan bagiku aku tidak akan meninggalkan Tasya dan akan menguasai semua hartanya" biarlah aku di anggap tak tau diri paling tidak aku mendapatkan sesuatu untuk terlepas dari keluarga ini karna setelah kepergian ibu angkatku aku sama sekali tak pernah di anggap di keluarga ini bahkan aku harus berkerja part time untuk biaya sehari-hari ku dan aku bersyukur seluruh kuliahku mendapatkan beasiswa .
"baiklah kau bisa mengambil kembali retail milik kedua orangtuamu " katanya sedikit tak ikhlas dan aku tak peduli dan ini memang tujuanku.
"baiklah kapan kita akan menemui pengacara papa?"tanyaku "besok dia akan ke sini dan lusa kau akan menikah"kata papa "baik aku setuju"kataku tak gentar aku akan menjalani pernikahan ini hanya 3 tahun aku pasti akan bertahan.