maaf udah buat temen2 nunggu karna kemarin2 aku masih pontang panting ngurusin dua bocil yg sakit jadi gak fokus nulis dulu. Sebagai permintaan maaf ini aku up langsung 2 bab....im sorry....salam sayang thor keceehh???
masih Radit POV
*saat ini
Saat tiba di restoran aku masih tak menghiraukan Tasya yg sejak tadi
entah berbicara apa saja. 2 minggu ini aku sama sekali tidak menghubungi Airy karna papa angkatku mulai mencurigaiku dan aku tak mau semua rencanaku berantakan,
aku hanya perlu bersabar sedangkan pernikahanku dengan Tasya tinggal menghitung hari lalu aku akan mengurus semua perceraian ini sampai mas Ryan keluar dari penjara dan menanda tangan i surat peralihan perusahaan yg sebelumnya tas namanya dan setelah itu aku akan terbebas dari keluarga ini perusahaan milik orang tuaku sudah ada di tanganku dan tidak ada yg bisa menggoyahkanku lagi.
Setelah berpisah dengan Tasya aku akan kembali kepada Airy dan aku akan memiliknya seutuhnya dan aku akan membawa Airy ke luar kota untuk melanjutkan memimpin perusahaan pusat lagi.
Aku terpaksa pindah untuk memimpin cabang ini karna ada salah seorang temanku yg mengatakan bahwa dia bertemu dengan Airy di kota ini tapi sebuah keajaiban ternyata dia ada di perusahaan miliku membuat ku sangat lega memikirkannya dan membayangkan aku tak perlu susah2 untuk mengatur pertemuanku dengannya.
"sayang hari minggu besok kita jadi dinner khan merayakan aniv kita yg ke 3?" kata Tasya membuyarkan lamunanku ku lihat ku lihat Ravi tengah asik menikmati cheese cake nya "aku ada tugas ke luar kota dan harus berangkat minggu sore." kataku to the point "kok kamu baru bilang sih khan aku udah bilang duluan sama kamu kalo aku mau kita rayain aniv kita,,,lagipula kenapa sih kamu susah2 handle perusahaan cabang bukannya kamu tinggal menikmati dan mimpin dari kantor pusat." kata Tasya panjang lebar dan aku tak peduli sambil melihat jam di tangan ku aku berkata "aku harus kembali." dan langsung meninggalkan mereka "Radit...hey kok aku di tinggal sih.."kata Tasya meneriaki ku dan tak ku hiraukan dia tak akan berani menyusulku karna tidak ada yg menjaga Ravi karna dia tak membawa baby sitter nya.
#Radit end POV
#Airy POV
Dia melepas ciumannya dan mengatakan "i miss you"terengah2 di antara deru nafas kami berdua. Aku tersadar "apa yg baru saja aku lakukan" batinku lalu mencoba pergi dari hadapan pak Radit tanpa berbicara apapun padanya saat akan membuka pintu "bersabarlah 3 bulan lagi" kata pak Radit tiba2 dan berjalan ke arahku dan ku rasakan dia memelukku dari belakang dan menyandarkan keningnya di punggung ku "tolong beri kesempatan padaku..aku berjanji 3 bulan lagi aku akan benar2 menjadi milikmu seutuhnya Airy... please...please..."katanya lirih penuh harap dan aku membalikkan bardan ke arahnya "apa maksudmu?kau sudah punya Tasya dan ravy pam...aku tak bisa meski aku ingin" kataku lirih tak ku pungkiri juga perasaan itu entah sejak kapan kembali hadir bukan hanya cinta anak muda lalu aku melepaskan pelukannya dan keluar dari ruangan itu.
Setibanya di ruanganku aku mencoba memikirkan lagi perkataan pak Radit dan aku bimbang haruskah aku mempercayainya tapi apa kata orang di luar sana ini akan benar2 terlihat jika aku lah yg merebut pak Radit dari keluarganya...."huuufffttthhhhh....."untuk ke sekian kalinya aku menghela nafas berat "sejak kapan kamu punya penyakit asma?" tiba2 Melisa ada di ambang pintu ruanganku sambil memperhatikan ku meghela napas "ngagetin aja sih kamu Mel" kataku sambil cemberut "tar pulang ngantor kita belanja yuk pengen beli lingerie" katanya sambil berkedip genit ke arah ku "kamu dapet cowok baru?"tanyaku curiga Melisa adalah tipe cewek bebas dan aku tidak masalah karna itu adalah kehidupan dia dan aku hanya bisa mendukungnya "tau aja sih?"katanya tambah genit "jijik looo"kataku sambil mendorong wajahnya yg hampir menempel pada pipiku dia hanya cekikikan "eehhh bentar bentar"katanya sambil mengendus tubuhku "kamu ganti parfum?"tanya Melisa "haaahh...eehh enggak kok..biasanya juga pake parfum ini"kataku sedikit gugup "enggak aku yakin ini bukan parfummu Ry "kata melisa dengan ekspresi berfikir "ini tuh parfum cowok aku yakin,,,abis ketemu siapa sih sampek ni parfum kuat banget nempel di kamu"kata melisa penuh selidik "udah deh balik ke ruangan kamu sana udah jam segini tar kalo ada atasan yg keliling kena semprot kamu"kataku berusaha mengalihkan topik pada Melisa"awas tar pulang kerja kamu harus cerita"katanya sambil pergi meninggalkan ruangan ku.
Setelah pulang kantor aku dan melisa pergi ke salah satu pusat perbelanjaan dia benar2 membeli beberapa potong lingerie dengan berbagai model yg membuatku geli saat melihat modelnya "gimana ada janda yg geli waktu liat barang kek gini sih Ry?"tanya melisa padaku aku memang pernah menikah tapi aku tak pernah sama sekali menggunakan pakaian macam itu dan mantan suamiku pun tak masalah "kamu cuma beli itu?"tanya melisa saat melihatku membawa satu set baju tidur dengan atasan bertali spaghetti dan bawahan celana pendek yg menurutku masih terlihat sopan di banding baju tidur yg lain yg ada di sini.
Melisa memaksaku membeli dan berkata akan membayarkannya dan memamerkan sebuah credit card yg kutahu itu bukan miliknya "ambil aja" kata Melisa dengan belagu "makasih" jawabku tak kalah songong.
Setelah belanja kita mampir untuk makan malam dan disinilah sidang itu di mulai "itu parfum pak Radit khan?"Melisa tiba2 membuka suara membuatku tersedak "Mel aku lagi makan loohh...bisa gak aku habisin dulu makananku dengan tenang dan damai?"kataku pura2 sewot "ngindaaarr terooosss"kata Melisa setelah makanan ku habis melisa berkata "udah kaaannn?jangan ngindar lagi"aku tak bisa mengelak darinya lagi karna dialah satu2 nya orang yg aku percaya dan selalu bisa memberiku solusi "apaan sih...kamu mau aku ngomong apa?"tanyaku berpura pura "huuufffttthhhhh....kamu habis make out sama pak Radit kan tadi siang?"tanya Melisa to the point "gila kamu?ya enggak laahh"kataku "trus ngapain sampek bau parfum tu laki orang nempel se badan2 Airy????"tanya Melisa menuntut dan tak ada pilihan lain selain menceritakan semuanya pada Melisa karna aku butuh di sadarkan dari situasi ini "menurutku denger dulu deh penjelasan pak Radit lalu kamu baru bisa ambil keputusan"kata melisa memberikan solusi "gak mungkin pak Radit tiba2 aja mau selingkuh dari istri yg sempurna dan anak yg ganteng bukan maen itu jika hanya untuk main2"kata melisa lagi "entah laahh Mel liat entar aja"kataku "kalian bener2 berangkat besok sore?sapa tau tar kalian bisa make out lagi sama pak Radit...atau mungkin lebih....hehehehe"kata melisa sambil menggodaku "udah deh yuk pulang ah kangen kasurku aku"lanjutku pada Melisa.