Minggu siang saat setelah olahraga menggunakan treadmill aku sedang berkemas untuk pergi dinas luar kota tiba2 bel pintu apartemen ku berbunyi "siapa sih bukannya Melisa lagi kencan papa mama juga gak mungkin ke sini karena mereka khan lagi hanimun" orang itu masih terus memencet bel "siapa?"kataku sambil membuka pintu dan ku lihat pak Radit berdiri di depan pintu sambil ternsenyum "haaii..."katanya sambil melambaikan tangan lalu menerobos masuk tanpa ku persilahkan dan langsung melemparkan diri ke atas sofabed ku sambil menyalakan TV "bapak ngapain kesini jam segini sih?"tanyaku "biar bisa berangkat bareng sama kamu"katanya cuek lalu menatapku dari atas ke bawah lalu ke atas lagi dengan tatapan itens "kenapa sih?"tanyaku "kamu lain kali kalo mau buka pintu pake baju yg lebih tertutup lagi yaa...untung aja aku yg dateng giaman kalo orang lain?"katanya dan membuatku sadar aku hanya memakai celana leging dan sportsbra membuatku langsung berlari ke kamar untuk memakai baju yg lebih pantas "gak usah ganti baju gak papa sayang...aku suka kamu pakai baju kayak gitu"teriaknya dari luar membuatku memakinya "dasar Radit b******k".
Aku sudah duduk di sofa terpisah dengan dia yg masih setia berbaring di sofabed ku sambil menonton TV jaket jeansnya sudah terlepas dan di letakkan begitu saja di sandaran sofa dan menyisakan kaos v neck warna hitam dan celana jeans warna biru mudanya terlihat lebih muda dari usia dia yg sebenarnya "aku memang tampan tapi aku tidak menyangka kalau kamu masih begitu terpukaunya olehku"katanya tanpa manatapku "ciihhhh...pulang sana" usirku dan dia langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ku kira di benar2 akan pulang tetapi dia malah berbelok ke dapur dan membuka kulkas mengambil minuman kaleng dan langsung meminumnya "kamu udah makan siang?" tanya pak Radit padaku sambil berjalan kembali ke arah sofa "udah...bapak ngapain siihh kesini jam segini?ini tuh weekend bapak harusnya lagi jalan sama keluarga bapak"kataku "kamu makan siang pake apa?aku laper belum sempet sarapan juga"katanya tanpa menghiraukan perkataan ku barusan"aku makan buah karna lagi diet,ya udah pulang sana minta makan ke istri bapak" kataku lagi.
"ngapain sih diet badan kamu udah kurus,,,jangan kurus2 deh gak enak di peluk tau" kata pak Radit mengomeliku "pacar saya gak suka liat saya gendut"kataku asal dan ku lihat dia hanya terdiam lalu memainkan ponsel "aku udah pesen makanan nanti kalo udah dateng bangunin aku"katanya sambil berjalan ke arah kamar ku "bapak mau kemana hei "kejarku sambil menghalanginya masuk kamar ku "mau tidur di kamar kamu aja aku benar2 capek,ngantuk dan laper" katanya sambel mendorong ku pelan dari depan pintu lalu dia masuk kamar terlihat koper ku di atas tempat tidur "kita hanya pergi 2 hari ngapain bawa koper?kamu mau ngajak liburan?" kata pak radit menoleh padaku, aku memang berencana meminta cuti ingin mengunjungi bang Zacky sekalian melihat satu2 nya keponakan ku yg barusaja lahir tapi memang sengaja akan meminta tolong pada Melisa pada hari senin secara mendadak "ge er banget" lalu aku memindahkan koper ku ke bawah dan meninggalkannya di kamar sendirian.
Saat makanan pesanan pak Radit tiba langsung ku siapkan di meja lumayan banyak juga yg dia pesan jika hanya di makan seorang diri saja ada ikan bakar,sate taichan ayam goreng lengkap dengan lalapannya dan sambal serta tak lupa tumis kangkung "ni orang yakin bisa habisin makanan segini banyak?" aku berjalan ke arah kamar ku lihat dia tertidur sangat pulas dengan wajah yg damai ada sedikit rasa sesak di dadaku melihatnya entah kenapa tiba2 saja rasa itu benar2 datang lagi rasa yg ku kira hanya perasaan yg tak serius karna hanya perasaan yg di miliki seorang anak kecil tapi tanpa ku minta rasa itu datang lagi dengan dahsyatnya seperti gelombang yg menerpaku aku menginginkannya...benar benar menginginkannya merasa di perhatikan pak Radit tiba2 bangun "kenapa?" dia bertanya padaku sambil duduk dan mengucek matanya "makanan bapak udah dateng" kataku lalu berlalu dari kamar.
Aku duduk di sofa sambil memainkan hp tak berapa lama dia keluar dari kamar sudah dengan wajah yg fresh berjalan ke arah meja makan "ayok makan" katanya memanggilku dan tak ku hiraukan aku masih saja fokus pada hp ku "ayok makan dulu,,aku gak suka kamu diet" katanya sambil menarikku "apaan sih pak?aku gak laper bapak makan sendiri aja" aku mencoba melepaskan tangan ku dari genggamannya di berhenti sambil menatapku dengan tajam entah kenapa ku rasa hawa di sekitarku menjadi dingin dan aku seketika merinding di tatap seperti itu olehnya dan mau tak mau aku mengikutinya untuk makan.
"Habiskan !" kata pak Radit padaku "pak kita hanya berdua tapi bapak pesen banyak banget ni makanan" kataku protes "aku gak tau kamu suka makan apa jadi ku pesan saja semua" katanya dengan cuek sambil terus makan "terus siapa yg mau ngabisin ni makanan?" tanyaku yg hanya dia jawab dengan mengangkat bahunya "setelah makan aku ingin bicara" katanya dengan serius "yaudah sih ngomong sekarang aja"kataku yg masih fokus dengan makanan ku tak ku dengar jawabannya dan aku pun mencoba melihatnya hanya menatapku "huuufffttthhhhh....iyaa" jawabku akhirnya.
Kami duduk di sofa aku sengaja memilih duduk di single sofa aku takut jika duduk bersebelahan dengannya bukan takut kepada pak Radit tapi takut kepada diriku sendiri yg mungkin tak akan bisa menahan nafsuku heeiiii aku wanita dewasa yg normal dan pernah melakukan itu jadi aku mencoba mnahan sisi warasku agar tetap di tempat "mau ngomong apa sih?" ku mulai pembicaraan ini karna dia hanya diam sambil menatapku aku takut salah tingkah "tentang apa yg kemarin aku katakan di ruang meeting" dia berbicara dengan serius membuatku sepenuhnya memperhatikan pak Radit "kata2 ku saat itu benar2 serius ,hubungan ku dengan Tasya hanya sebatas kontrak dan akan berakhir setelah 3 tahun dan minggu ini tepat 3 tahun hubungan ku dengannya tapi aku belum bisa meninggalkannya" kata pak Radit dan aku masih menunggunya melanjutkan kata2 nya "3 bulan lagi semua benar2 akan beres dan aku akan benar2 bebas dari mereka"kata pak Radit "mereka siapa?" tanyaku "keluarga angkat ku"jawab pak Radit membuatku bingung "keluarga angkat?" dan di jawab angguk an olehnya.