Bab 4
Hari senin tiba saat jam istirahat seperti biasa aku bersama dengan Elly duduk di taman sambil mengobrol ralat elly yg sedari tadi terus mengoceh menceritakan acara keluarga yg di hadiri kemarin dan salah satu sepupunya tak datang sedangkan aku hanya tersenyum sendiri sejak tadi "heh kamu kenapa sih dari tadi senyum2 terus awas kesambet"kata Elly
Aku hanya tersenyum penuh rahasia yg membuat dia berpura-pura marah "ya udah aku tinggal nih kalo gak mau cerita.."katanya sambil berdiri dan akan berlalu dari hadapanku sontak aku langsung menahannya dan bercerita tentang kejadian kemarin saat di mall.
"Cieee..cieee...ada yg mo pdkt niiihh" godanya sambil menaik turunkan alisnya "apaan siihh ell" sanggah ku dengan muka merah dia bertanya lagi"apa dia sudah menghubungimu lagi?" Ku jawab "belum sih"dengan nada lesu "ya udah yg sabar yaa...tar juga di hubungi"kata elly menenangkan ku "yuk balik kelas bentar lagi bel"ajaknya dan kami berjalan bergandengan tangan sampai ke kelas..
Malamnya saat aku belajar karna ujian kenaikan akan di mulai besok tiba2 ada pesan masuk di hp ku saat ku buka ternyata nomer tak di kenal
"Hai..kau Airy kan??temannya Elly?"
"Yah..ini siapa?ada perlu apa?"
"Aku Pam yg kemarin meminta nomer mu"kata nomer asing itu.
Seketika tangan ku terasa gemetar hampir menjatuhkan hp ku karna tak mengira jika dia benar2 menghubungiku
"Oohh...haaaii...iya..ada yg bisa ku bantu Pam?" Balas ku sambil gemetar karna saking nervous nya sambil menahan senyum bahagia
"Apakah aku mengganggu?"balas Pam
"Oohh tidak..ada apa?" Balasku
"Begini kau kan berteman dekat dengan Elly..apakah boleh aku meminta nomernya?"katanya yg membuat senyumku tiba-tiba luntur
"Oohh..kenapa kau tak meminta langsung ke dia?pasti dia akan memberikannya langsung ke kamu?"balasku
"Sebenarnya aku pernah meminta ke dia tapi dia hanya berkata nanti kapan2 akan memberi nomernya" "dan sampai sekarang dia tak memberiku nomernya"balasnya dengan emoticon sedih
"Ooohhh..."aku hanya membalas dengan satu kata
"Baiklah jika kau tidak memberinya juga tidak apa-apa mungkin karna memang kita tidak saling mengenal makanya kau tak mau membantuku"katanya panjang lebar
Di satu sisi aku senang dia menghubungiku di sisi lain ada rasa kecewa ternyata dia meminta nomor ku dengan tujuan ini
"Baiklah aku berikan nomernya 089*********.itu nomer Elly"kataku sedikit tak ikhlas
"Trimakasih Airy besok aku akan memberimu hadiah" "dan ku mohon jangan beritahukan Elly kalau aku meminta nomernya padamu yaa.."katanya "oke" jawabku singkat sambil menarik napas perlahan menahan tangis Aris benar seharusnya aku sadar diri dengan penampilan ku ini
Biarlah asalkan dia bahagia seperti ini saja aku sudah amat senang dia mau berkirim pesan dengan ku. Aku pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi mencuci muka dan pergi tidur melupakan anak laki-laki itu.