Bab 5
Keesokan harinya aku bersikap biasa kepada Elly dan dia pun juga bersikap biasa membuat aku berpikir apa Pam belum menghubunginya kenapa dia tak bercerita padaku sampai bel pulang sekolah pun dia juga bersikap biasa dan saat sekolah sudah mulai sepi tiba2 Pam mendatangiku dan mengulurkan coklat padaku sambil berkata "trimakasih yg semalam" katanya sambil tersenyum manis kemudian berlalu membuatku serasa ingin pingsan.
Ellya berlari ke arahku dan bertanya "kenapa dia menghampirimu raa??" Aku hanya diam sambil menggenggam coklat itu membuat Elly menatapku heran "sudahlah ayo pulang sekolah sudah mulai sepi" katanya sambil menarikku meninggalkan sekolah.
Seminggu berlalu hubungan ku dengan Elly masih sama seperti biasa dia tidak mengungkit tantang Pam dan aku juga tidak bertanya sebenarnya aku takut jika memang mereka sama2 memiliki rasa aku takut sahabatku satu satunya menghianatiku.
Hari minggu setelah ujian berlangsung akhirnya aku dan Elly bisa pergi ke salon bersama mulai dari pagi sampai sore aku melakukan perawatan rambut dan hasilnya sangat memuaskan rambutku terlihat lurus berkilau dan wangi membuatku lebih percaya diri, tapi ada yg aneh yaitu Elly tidak se ceria seperti biasanya saat aku mengajaknya bicara dia hanya membalas sekenanya saja saat aku bertanya dia hanya menjawab "aku gak papa kok emang aku kenapa?" Katanya sedikit judes membuatku terdiam dan tak bertanya lagi.
Jam 4 sore kami selesai dan pamit terlebih dahulu karna hari ini mama dan papa ku ada di rumah jadi aku akan makan malam bersama dan Elly bilang dia akan bertemu dengan temannya.
Saat aku di dalam mobil jemputan bang Zacky aku melihat Pam masuk ke dalam mall itu aku ingin menyapanya tiba2 dari dalam Elly berlari memeluk lengan laki2 itu membuat hatikuu terasa remuk dan aku hanya bisa menahan air mataku.
Setelah selesai makan malam papa dan mamaku menawariku apakah aku mau ikut pindah dengan mereka ke luar kota karna kemungkinan meraka akan sedikit susah untuk sering pulang sedangkan bang Zacky banyak sekali kegiatan di luar mereka takut aku kesepian meskipun ada ART di rumah tapi orang tua ku tetap khawatir aku menjawab "aku pikir-pikir dulu deh mah pah.. boleh kan?" Kataku "jangan kelamaan mikir kalo emang mau nanti mama akan segera mencarikan sekolah untukmu" kata mama ku "iya mah"jawabku pendek saja sambil berlalu ke kamar.
Saat sendiri di kamar tiba-tiba air mataku jatuh mengingat kejadian di mall tadi yg membuat ku tak habis pikir kenapa Elly selama ini diam saja tak bercerita kepadaku jika dia dan Pam sekarang bersama..lelah menangis aku pun tertidur sampai esok paginya saat mama membangunkan ku "Airy bangun sayang...ayok pergi sekolah kenapa masih tidur siihhh...ini udah jam setengah 7 loohhh" membuatku menutup kepalaku dengan selimut pink ku dan mama sontak langsung menarik selimut ku "ayok sayang kok males gini siihh?jangan2 selama ini juga males2 an gini yaa selama mama gak di rumah..ayookk bangun mandii!!!" Rayu mama "maahh aku gak masuk yaaa ...ujiannya udah selesai juga kok paling cuma jamkos(jam kosong)aja" kataku sambil merengek kepada mama "engga pokoknya harus masuk titik!" Kata mama akhirnya dengan gontai aku masuk kamar mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.
Benar saja di sekolah hanya jamkos dan guru hanya memberi pengumuman untuk murid yg harus ikut perbaikan nilai dan untungnya nilaiku selamat semua meskipun bukan juara 1 tapai aku tidak pernah lepas dari peringkat 5 besar dan selama 1 minggu ini hanya akan di adakan ujian susulan atau perbaikan nilai serta jamkos dan sedari aku masuk gerbang tadi sampai siang ini aku sama sekali tidak bertemu Elly apa dia tidak masuk tapi dia juga tidak mengirim pesan padaku huuffftthhh... Biarlah aku duduk di kelas sambil melihat ke arah lapangan aku juga gak melihat Pam main basket kayak biasanya yg ada hanya Aris dan teman2nya membuatku muak tapi Ku bersyukur semenjak ada Elly dia tak pernah menggangguku lagi dan tiba2 ada yg masuk kelas sambil memanggilku "Airy...."itu suara Elly saat aku menoleh dia berdiri bersebelahan dengan Pam mereka berdua menghampiriku "aku mau bilang ke kamu kalo aku sama Pam udah jadian sejak seminggu yg lalu dan ku harap kamu ngerti kalo aku dan Pam sama2 suka." Jleebbbb...rasanya tiba2 sakit banget aku hanya terpaku "kamu gak papa khan aku sama Pam...aku tau kamu suka sama Pam tapi dia menyukai ku dan aku tak bisa memaksanya untuk menyukaimu" kata Elly lagi dan Pam hanya menatapku dalam diam aku merasa air mataku akan jatuh dan mengangguk "iya...."jawabku lalu pergi meninggalkan mereka berlari ke kamar mandi
Aku merasa benar2 hancur dan terkhianati sahabat pertamaku menjadi pacar cinta pertamaku padahal dia tau aku menyukai Pam dan dia bilang akan membantuku tapi kenapa dia seakan menusukku dari belakang...aku menangis di kamar mandi selama 15menit sebelum akhirnya kembali ke kelas dan melihat Elly Aris dan teman2nya berkumpul sambil tertawa tak ku lihat Pam aku masuk hendak mengambil tas dan tiba2 arus memanggilku "heh jelek kau kira dengan merubah rambutmu kau jadi cantik...??bahkan kau semakin jelek..ahahahahahahah"katanya sambil tertawa di ikuti temannya dan Elly menghampiri ku sambil berkata "maaf Airy Pam memang bukan jodohmu karna apa yg di katakan aris memang benar" katanya dengan ekspresi kasihan padaku "sudahlah sepupu biar dia pulang dan berkaca di rumah"kata Aris sambil menghina membuat aku bingung "kalian saudara?" Tanyaku di jawab anggukan oleh mereka berdua lalu tertawa terbahak-bahak "kenapa Ell?padahal aku menganggapmu sahabatku" tanyaku sambil menangis "karna kakakmu yg sombong dan munafik itu aku sakit hati padanya!"katanya berapi api "apa salahku?" Tanyaku "salahmu adalah kau adiknya Zacky yg menolakku menjadikannya pacar dan kau juga gadis yg bodoh" tambahnya sambil membentakku dan tak tahan aku segera mengambil tas dan pergi dari kelas itu dengan di iringi tawa puas mereka.
Sesampainya di rumah aku melihat mamaku di ruang tivi dan mengatakan "mah aku ikut pindah mama dan papa aja" dan berlari ke kamarku di lantai 2 tak menghiraukan mamaku yg berteriak bertanya kenapa aku pulang sambil mengais.