Bab 6
Pam pov
Setiap jam istirahat aku selalu melihatnya di jendela sendiri tanpa teman aku tau dia menatapku yg kadang membuatku salah tingkah entah karna apa padahal semua pacar dan mantan2 jauh lebih cantik dari dia tapi saat melihat matanya terasa menenangkan seperti mata mendiang ibuku yg telah lama pergi.
Saat di mall aku sengaja meminta nomernya dan berpura-pura bertanya apakah dia temannya Elly si anak baru yg centil itu, aku tau Elly adalah sepupu Aris dan aku juga tau Aris selalu menganngunya tapi aku terlalu gengsi menegur Aris karna takut meraka tau aku melirik gadis itu bisa2 mereka mengolok-olok ku saat aku pertama kali mengirim pesan padanya memang sengaja meminta nomer Elly dengan tujuan ingin meminta bantuan Elly untuk mendekatinya dan akhirnya setelah beberapa hari merayu Elly kami akhirnya janjian bertemu di sebuah mall di hari minggu untuk membahas tentang Airy tetapi Elly selalu bilang kalu gadis itu tak menyukai ku dan kabar yg ku dengar hanya gosip saja karna Elly bilang abang dan kedua orang tuanya tak mengizinkannya untuk berpacaran karna masih terlalu kecil dan tiba2 Elly meminta tolong padaku untuk berpura-pura menjadi pacarnya di depan Airy karna dia bilang bahwa kakak Airy terus mengejar-ngejar nya dan membuat dia takut sehingga dia menunjukkan bahwa dia punya pacar agar abang Airy berhenti mengganggu nya dan aku menyetujuinya begitu saja tanpa berpikir macam-macam dan pada hari itu "Airy..."kata Elly "aku mau bilang ke kamu kalu aku sama Pam udah jadian sejak seminggu yg lalu dan ku harap kamu mgerti kalo aku dan Pam sama2 suka." Kata elly kepada Airy dan tiba2 saja aku melihat wajah Airy memucat dan terlihat shock "kamu gak papa khan aku sama Pam...aku tau kamu suka sama Pam tapi dia menyukai ku dan aku tak bisa memaksanya untuk menyukaimu"tambahnya lagi sontak aku menoleh ke arah Elly saat aku akan mengatakan sesuatu ku dengar Airy sudah berlari meninggalkan kelas dan aku menarik tangan Elly dan berkata "kau bilang dia tak menyukai ku lalu apa tadi yg ku dengar Ell?" Tanyaku dia dengan enteng menjawab "kalian tak akan bisa bersama Pam karna sekarang dia akan membencimu" ucapnya sambil lalu aku sangat ingin menghajarnya tapi dia seorang perempuan biarlah besok aku akan bicara dengan Airy.
Dan keesokan harinya aku sama sekali tak melihat Airy di sekolah pun dengan hari2 selanjutnya yg akhirnya ku tau dia pindah bersama kedua orang tuanya membuatku menyesal mengapa tak dari awal menyingkirkan gengsiku dan mendekatinya sendiri tanpa meminta bantua Elly yg ku kira sahabat Airy.