Bab 7
15tahun kemudian
Plaakkkk...sebuah tamparan mendarat di pipi mulus itu tanpa rasa kasihan laki-laki itu menjambak rambut istrinya sambil berkata "aku sudah mengatakan padamu untuk meminta 1 toko lagi kepada papamu agar aku tak perlu mencari pekerjaan lagi..!!" Kata laki2 itu pada istrinya sambil meringis menahan sakit wanita itu berkata "sudah 2 toko bangkrut gara2 kau selalu menghabiskan uang modal mas dan aku tak enak hati jika harus meminta lagi kepada orang tuaku mas" kata perempuan itu "kau itu anak kesayangan mama dan papa Airy pasti mereka akan memberikan apa yg kau mau..lagipula jatah warisan untukmu masih banyak yg belum mereka berikan" kata laki2 itu sambil berteriak,, yaahh perempuan itu adalah Airy memiliki suami bernama Reyhan .mereka menikah sudah 3tahun dulu Reyhan sangat mencintai Airy selalu memanjakan Airy dan setelah setahun menikah Reyhan di keluarkan dari perusahaan nya karna adanya phk mulai saat itu Reyhan lebih suka mabuk dan berjudi bahkan sudah 2 kali orang tua Airy memberikan cabang toko bangunan mereka tetapi selalu berakhir dengan gulung tikar karna Reyhan selalu kalah bermain judi yg kadang membuat Airy sedih dan kadang bersyukur mereka belum memiliki anak karna dia akan sangat kasihan jika anak mereka tumbuh saat kondisi rumah tangga seperti ini Reyhan yg tak bekerja dan lebih sering pulang dalam keadaan mabuk dan hanya mengandalkan Airy yg bekerja sebagai seorang manager pemasaran di salah satu perusahaan retail terbesar di negara ini.
"Cukup mas aku gak mau lagi meminta minta kepada orang tuaku...biar saja aku mencari nafkah sendiri jika memang kamu gak mau kerja ya udah biar aku aja yg kerja tapi jangan merepotkan orang tuaku.." plaaakkkkkkk....tamparan kedua mendarat di pipi sebelah nya sambil mencengkram wajah Airy Reyhan berkata "kau mengejekku yg tidak bekerja haaaa???dasar pel**** s****n.."kata reyhan dengan kasar Airy mencoba melawan dengan mendorong reyhan sekuat tenaga tapi tetap kalah dengan Reyhan meskipun sedang setengah sadar Reyhan masih bisa menyeret Airy ke kamar mandi dan mencelupkan kepala Airy kedalam bak mandi sampai Airy hampir kehabisan nafas,
Sambil meraba-raba Airy menemukan botol sabun cair yg terisi penuh karna baru tadi pagi dia mengisinya dan langsung menghantamkan ke arah kepala Reyhan dengan kekuatan terakhirnya "aaakkhhh...bre****k"seru Reyhan sambil mundur dan memegang kepalanya dan memberikan kesempatan kepada Airy untuk segera kabur dari rumah itu beruntung dia belum memasukkan mobil ke dalam garasi mengambil kunci di bufet sebelah tv dan berlari keluar rumah saat di mobil dia melihat Reyhan berteriak memanggil namanya dan tak di hiraukannya yg dia tau hanya dia harus pergi sejauh mungkin dari rumahnya.
"Nih minum dulu teh hangatnya Ry.."kata Melisa "makasih mel"balas Airy sambil meminum teh hangat nya..15menit yg lalu tiba2 Airy menggedor pintu apartemennya saat membuka pintu Melisa sangat terkejut melihat keadaan Airy yg berantakan dengan pipi memar sudut bibir ada bekas darah yg sudah mengering serta pakaian yg setengah basah sambil menangis memeluk Melisa "aku nginep sini boleh kan mel?" Tanya Airy di pelukan Melisa "iya Ar boleh...ayo masuk dulu keringkan badanmu agar tak masuk angin"jawab melisa sambil menuntunnya masuk.
Setelah meminum teh Melisa bertanya "mau cerita?" Akhirnya sambil menangis Aira menceritakan semua yang terjadi saat di rumah tadi mulai dari cacian Reyhan sampai kekerasan yang dilakukan Reyhan kepada Airy "trus setelah ini kamu mau gimana Ry?masih mau bertahan?" Tanya Melisa,, Airy terdiam beberapa saat dan setelah itu dengan mantap dia menggeleng "enngak mell kali ini aku akan menyerah saja...mungkin sudah saatnya kami berpisah" kata Airy dengan tatapan menerawang lantas Melisa langsung memeluknya "baiklah besok kita lakukan visum agar lukamu bisa kau gunakan sebagai bukti gugatan ceraimu kepada si bre****k itu Ry,sekarang istirahatlah" mereka akhirnya beristirahat.
Setelah 3 hari Airy menginap di apartemen Melisa dia akhirnya menyewa unit apartemen di sebelah tempat Melisa dan Airy sengaja tidak mengatakan kepada kedua orangtuanya bahwa dia akan berpisah dengan Reihan karena Airy takut orang tuanya akan kecewa dan sakit hati jika mengetahui anaknya telah dianiaya oleh menantunya.
Siang ini seperti biasa Airy ada di ruangannya sedang melakukan pekerjaannya untuk merencanakan pemasaran gerai baru perusahaan mereka yg akan bekerja sama dengan sbuah perusahaan swasta di daerah tersebut dan dan tiba2 ada telepon kantor ya berbunyi "halo ibu Airy saya dari resepsionis lantai bawah ada orang yg ingin bertemu dengan anda" kata perempuan itu "siapa yaa?saya sedang tidak ada janji dengan siapapun"kata Airy "katanya beliau suami anda bpk Reyhan" deggg seketika Airy langsung memucat "haloo..halooo...bu Airy"Panggil resepsionis itu "oohh iya tolong antarkan bapak Reyhan ke ruang tamu lantai bawah saja yaa" "baik bu Airy" "trimakasih"kata Airy "sama2 ibu"jawab resepsionis itu
Sebenarnya Airy sangat takut bertemu dengan Reyhan tapi walau bagaimanapun dia harus menemui Reyhan untuk mengetahui maksud dan tujuan laki-laki itu akhirnya dia turun ke lantai bawah untuk menemuinya di ruang tamu tertutup "ada apa?"kata Airy "apa maksud kamu tiba2 mengirim surat gugatan cerai kepadaku?" Tanya Reyhan to the poin"tentu saja untuk bercerai"jawab Airy dan tiba-tiba Reyhan berdiri membuat Airy sedikit takut dan memasang kuda-kuda untuk berlari jika Reyhan berani memukulnya akan tetapi hal mengejutkan sungguh terjadi yaitu Reihan tiba-tiba berlutut dihadapan Airy sambil berkata "maaf... maafkan aku jangan tinggalkan aku...aku harus bilang apa kepada orang tuaku jika kita berpisah?" Kata Raihan memohon sambil menangis tapi sekarang Airy benar-benar tak perduli karena dia sudah terlalu lelah selama 2 tahun selalu dicaci dan dipukuli oleh suaminya "maaf kan aku juga mas mungkin ini yg terbaik buat kita,kita bertemu di pengadilan saja dan soal orang tuamu kau sudah dewasa jadi kau bisa jelaskan sendiri kepada orang tuamu" kata Airy sambil pergi tanpa memperdulikan lagi Raihan yang berlutut. Setibanya Airy di ruangannya dia mulai berfikir "haruskah ku rundingkan dulu dengan orang tuaku....."katanya lirih "huuuuffttthhhhh..." desah Airy sambil mengusap kasar wajahnya "sebaiknya setelah sidang selesai sajalah agar papa dan mama tidak khawatir.." dan Airy pun kembali ke berkas2 yg ada di mejanya.