Seperti pagi ini, hari Senin awal masuk semester pertama, pasti banyak siswa yang tidak menyukainya, mungkin hari pertama setelah liburan sekolah. Bahkan ada juga yang menyukainya,bukan karena mata pelajaran tapi karena banyak para pelajar baru yang baru masuk,yang buru buru masuk, apalagi sampai di sekolahan pagi harinya harus mengikuti upacara wajib disetiap sekolah, terutama Amel paling benci hari Senin.
Hari ini Amel punya tugas mengibarkan bendera merah putih,yang dimana Amel diwajibkan untuk datang lebih pagi dari para pelajar lainnya.maklum awal masuk semester pertama,banyak anak baru. Masa sekolah SMA atau putih abu abu, masa yang penuh drama,entah itu tentang percintaan, persahabatan,atau masalah presentasi,bisa jadi masa dimana banyak siswa yang sedang mencari jati dirinya sendiri.
Perkenalkan namanya Zahwa Amelia,biasanya panggil Amel,Amel salah satu anggota OSIS,jadi pagi ini Amel harus datang lebih cepat dan mempersiapkan keperluan kegiatan upacara pagi ini dengan anggota OSIS lainnya.
Tak lama banyak siswa yang mulai berdatangan dan acara upacara pagi ini akan segera dilaksanakan.
"Pagi" ucap seseorang laki laki yang bernama Enzo,yang tak lain adalah pacar dari Amel sendiri,tak perlu diceritakan seperti apa Enzo,yang pasti dia laki laki.
"Pagi juga" jawab Amel sambil tersenyum kecil karena Amel sedang latihan dengan petugas lainnya. Takut terganggu dengan kedekatan mereka.
Tak terasa hampir 30 menit upacara bendera merah-putih telah dilaksanakan,dan sekarang waktunya untuk merapikan lagi apa saja yang tadi sudah digunakan.
Amel membawa beberapa tumpukan teks yang habis digunakan untuk upacara tadi pagi bersama dengan teman yang lain,yang biasanya akan ditaruh di lemari ruang guru.
"Aku, bantuin ya" ucap Enzo ketika dia menghampiri Amel yang sedang membawa beberapa tumpuk kertas teks upacara.
"Gak,usah Zo,aku bisa sendiri kok" tolak Amel dengan halus,tapi Enzo tetap mengambil setengah tumpukan itu dan berjalan disamping Amel.
"Kayaknya kita jadi obat nyamuk,nih" ujar Mita dengan beberapa anggota OSIS ketika melihat kedekatan mereka. Amel dan Enzo hanya tersenyum kecil dan terus melangkah menuju ruang guru.
Sesampainya di ruang guru,Amel langsung merapikan kembali alat alat upacara yang tadi pagi setelah mereka gunakan. Setelah selesai mereka kembali kelas masing masing karena sebentar lagi pelajaran pertama akan dimulai.
"Halo Amel," ujar Desi,salah satu teman sekelasnya menghampiri Amel ketika dia sudah sampai didepan kelas.
Dia adalah Desi perempuan paling cerewet dan lucu,dia perempuan yang tergolong perempuan cantik di kelas,banyak juga yang suka sama dia,tapi Desi tidak pernah merespon mereka semua, itulah Desi perempuan yang selalu menemani Amel setiap hari.
"Hallo juga,Desi" jawab Amel, lalu mereka berdua mau berjalan ke dalam kelas. Tapi..
"Disini ada gua juga Lo, kenapa Amel doang yang disapa" keluh Enzo ketika melihat Desi hanya menyapa Amel saja.
"Lo gak disapa juga gak apa apa,gak penting juga" jawab Desi sambil menarik Amel, lalu mereka berdua masuk kedalam kelas.
Amel hanya tersenyum,dan mengikuti Desi menuju bangku mereka.Enzo lalu mengikuti Amel dari belakang.
"Zo,ke kantin yuk" ajak Roy teman Enzo paling paling tengil dan suka bercanda.
"Dari pada di kelas, belum bel masuk juga" saran Dimas.
Dimas,teman Enzo yang paling malas,suka tidur dikelas, mengalahkan Enzo dan Roy.
"Lo,dim, belajar, bukan ke kantin melulu,Lo" ujar Desi terlihat kesal kepada Dimas karena bentar lagi bel masuk kelas.
"Iya,nanti saja kalau istirahat" ucap Enzo menasehati Dimas
"Terlalu rajin Lo,pada" ujar Dimas lalu pergi begitu saja dari hadapan mereka,hanya meninggalkan tasnya dikelas.
Teman temannya hanya pasrah dengan kebiasaan Dimas yang sulit dihilangkan.
"Ya,baru masuk juga,sudah cari masalah saja" ujar Desi tidak suka dengan kebiasaan Dimas yang suka pergi meninggalkan jam pelajaran,dia suka membolos,mungkin sudah jadi kebiasaan Dimas.
"Gua,ikut kagak" ujar Roy minta saran Enzo.
"Terserah Lo, kalau Lo mau gua aduin sama nyokap Lo" ancam Enzo,membuat Roy hanya menurut perintah Enzo, ancaman terampuh buat Roy.
Benar saja bel masuk berbunyi, semua siswa masuk ke kalas masing masing,begitu juga dengan Amel bersiap mengikuti pelajaran pertama dari Bu Ani,guru bahasa Inggris.
" Good morning,gays," ujar Bu Ani ketika masuk kedalam kelas dan berdiri didepan papan bor.
"Morning,Miss"jawab mereka serentak.
"Siapa yang gak masuk hari ini,apa Dimas lagi yang gak ikut pelajaran ibu" tebak Bu Ani.
"100 buat Bu Ani" teriak Roy,
“Why him?” tanya Bu Ani pakai bahasa Inggris.
"Itu miss,Hi is go tu kantin e buy pod meybi, Miss.” jawan Roy, dengan bahasa inggris yang belepotan,
“Oh, so he went to the canteen to buy some food, was that right?” tanya Bu Ani lagi.
“aduh,miss, pakai bahasa Inggris lagi, ngomong apa dia, Zo ?” bisik Roy kepada Enzo.
“jawab aja yes right.” ucap Enzo agar Roy mengikuti ucapan Enzo.
“Yes raig, Miss.miss...saya punya pantun buat Miss Ani” ujar Roy penuh percaya diri.
“Okey," Bu Ani mempersilahkan.
“Sikat gigi sambil beres-beres, masih pagi udah bahasa enggres Miss” Pantun dari Roy
“Bersihin debu liat kelelawar, kalau gak mau sana keluar!” balas Bu Ani dan membuat satu kelas tertawa mendengar jawaban dari Bu Ani.
seperti itu kerondomam seorang Roy,kalau gak ada dia kelas terasa sepi,ada saja hal yang membuat satu kelas tersenyum melihat tingkah konyolnya.
tak terasa pelajaran pertama sudah berakhir dan denger denger juga kalau guru matematika yang mengisi pelajaran kedua Bu Anggi tidak masuk, karena berhalangan hadir.
“Aku ke kantin dulu ya, gurunya juga gak ada.” ujar Enzo ketika dia menghampiri Amel di bangkunya.
Amel yang sebelumnya sudah tau hanya mengangguk,tidak ada salahnya juga kekantin, gurunya juga gak ada.
"Iya, ingat jangan lama lama" saran Amel walau bagaimanapun juga Amel khawatir dengan Enzo, apalagi dikantin ada Dimas. Gak tau jadi apa Enzo kedepannya,
"terima kasih" ujar Enzo bersemangat.
Selepas Enzo pergi,Amel mengisi waktunya dengan membaca novel,gak tau kenapa Amel sering membacanya, padahal dulu dia tidak begitu menyukainya. Tapi sekarang Amel dan novel seperti tidak bisa dipisahkan.
"Mel,lagi apa" tanya Desi sambil duduk disamping Amel
"Biasalah" jawabnya sambil menunjukan buku novel yang sedang dia baca.
Desi semakin mendekati gadis itu,sepertinya dia juga ingin ikut membaca.
"Bagus gak cerianya" tanya Desi terlihat fokus ikut membaca novel milik Amel
" Baguslah,kalau gak mana mungkin gua baca" jawab Amel apa adanya.
"Mel" panggil Desi. Gadis itu hanya menatapnya sebentar dan kembali fokus dengan bukunya.
"Gua,mau tanya sesuatu sama Lo,bisa" tanya Desi sekarang dia memperhatikan gadis itu,sambil menunggu jawabannya.
"Tanya aja" jawab Amel yang masih fokus dengan bukunya.
"Dulu,awal percintaan Lo sama Enzo seperti apa sih,trus yang deketin duluan siapa?" Tanya Desi penasaran, mungkin dia gak tau kisah percintaan Amel sama Enzo seperti apa, maklum dia anak pindahan setengah tahun yang lalu.
"Panjang ceritanya" jawab gadis itu,membuat dia teringat awal pertemuannya dengan Enzo.
"Disingkat saja,gua penasaran nih" Desi semakin penasaran dengan alur cerita percintaan Amel.
“gimana,ya, ceritanya, awalnya sih,gua gak berniat pacaran,gua masih ingat fokus dengan sekolahku,tapi kesininya gua semakin nyaman saja sama Enzo "jawab Amel sambil menutup buku novelnya.
Amel mulai menceritakan kisah percintaannya dan Dini mendengarkan dengan penuh semangat, terkadang dia menggigit jarinya ketika gadis itu menceritakan betapa alayna hubungannya dulu Sama Enzo,Amel bercerita tidak ada yang dia sembunyikan dari Desi.
Dari awal mereka bertemu, sampai gadis itu bertemu dengan mama Enzo untuk pertama kali, rasanya sangat memalukan,rasa itu bahkan sampai sekarang bisa dirasakan oleh Amel.
Bahkan Amel bertemu dengan kakaknya Enzo, perkenalkan pertama yang masih membekas sampai sekarang.
"Trus,awal Lo bertemu dengan Enzo" tanya Desi mulai penasaran dengan cerita dari Amel,emang awalnya Amel bertemu dulu dengan mama dan kakaknya Enzo,karena Enzo tidak berani menemui Amel secara langsung, Enzo hanya berani menatap gadis itu dari jauh.
"gua rasanya ingin teriak , kalau dengerin cerita Lo" Amel buru buru menepuk tangan Desi agar dia diam,ketika gadis itu melihat Enzo, Roy dan Dimas datang. sedangkan Amel hanya bisa menahan senyum.
Sedangkan Enzo dan kedua temannya langsung berdiri didepan kelas seperti ingin menyampaikan pengumuman.
"Gays! Karena hari ini baru hari pertama masuk, dan jadwal pelajaran belum diresmikan, jadi hari ini kita free class, alias bebas. Terus kalian hanya boleh main di area sekolah, dan pulang seperti jam biasanya." Terang Enzo.
"Tanggung amat bro,gak pulang sekalian aja,kan bisa tiduran sampe sore" celetuk Aldi salah satu teman sekelas.
"Emangnya sekolahan ini punya Mbah mu" sahut RoyRoy kesal.