Seperti biasanya seperti kelas kebanyakan kalau lagi jam kosong pasti para siswa banyak yang tidur didalam kelas, bercanda dengan teman satu kelas atau mungkin pergi ke kantin sambil menunggu waktu pulang. Seperti kelas gadis itu saat ini, penghuninya entah pergi kemana,kelas kosong tidak ada penghuninya sama sekali.
“ Mel,Lo gak laper,apa" tanya Desi ketika mereka sedang bersantai di depan kelas,sambil melihat para siswa lain yang lagi latihan main basket.
"Laper,sih,mau kekantin"jawab gadis itu dan dijawab anggukan dari Desi.
Dalam perjalanan menuju kantin tidak ada yang mereka bicarakan, sesampainya di kantin terlihat penghuni sekolah banyak yang sedang kumpul disini.
"a***y,pada kumpul semua disini" ucap Desi ketika banyak siswa dan siswi yang sedang makan dikantin atau hanya nongkrong saja.
"Beli minuman aja,Des,gua yakin gak akan kelar kalau makan disini" ucap Amel sambil membayangkan kalau sudah pesan makanan,jadinya bisa tahun kapan.
"Ok,Lo mau beli minuman apa,biar gua beliin" ujar Desi.
Setelah pesan minuman mereka pergi ketaman sekolah dan berharap tidak seramai seperti dikantin. Benar saja,di taman tidak seramai di kantin.
Mereka berdua duduk di kursi yang ada di sana sambil menikmati minuman yang mereka beli. Tak lama Enzo dan kedua temannya datang.
"Lagi kumpul disini" ujar Dimas sambil mencari tempat duduk disamping Amel dan Desi.
"Iya, duduk" jawab Amel meminta mereka duduk bersama bersama.
"Lihat, siapa yang datang" ujar Desi ketika melihat manusia berambut jagung sedang menghadapi mereka.
"Ngapain, manusia beralis cicak kesini" celetuk Roy terlihat kesal,mungkin karena alisnya Lisa seperti gambar cicak.
"Enzoooo" ujar Lisa sambil mencoba memegang pergelangan tangan Enzo,
"Apaan sih,bisa lepas gak" jawab Enzo mencoba melepaskan tangan Lisa.
"Enzo kamu kenapa sih,setiap kali aku deketin kamu seperti ini" protes Lisa kepada Enzo,tapi Enzo terlihat tidak peduli.
"Lo ingin tau,gua risih sama Lo" jawab Enzo dengan menekan kalimat terakhirnya.
"Aku aduin nanti sama papa kamu" ancam Lisa dan berharap Enzo menurut kepadanya.
"Gua gak peduli" jawab Enzo.
Desi yang ada disamping Amel ingin berdiri,tapi Amel menahannya.
"Duduk dan nikmatilah" ucap Amel pelan dan berharap Desi mengerti. Amel bukanya tidak cemburu ketika melihat kekasihnya di dekati perempuan lain,tapi dia hanya ingin melihat sejauh mana Enzo menyelesaikan masalahnya dan Amel cukup melihat dan mendengarkan perdebatan mereka. Begitu juga dengan Roy dan Dimas yang masih terlihat tenang, seperti tidak terjadi apa apa.
"Enzo,kamu taukan kalau kita akan bertunangan" cetus Lisa gak mau kalah.
"Gua gak mau sama Lo" jawab Enzo terlihat cuek.
"Aku akan bilang sama papa kamu dan keluarga kamu" Lisa mulai terpancing emosinya, sedangkan Enzo terlihat hanya diam dengan ancaman dari Lisa.
"Kenapa Lo gak tunangan saja sama papa gua" jawab Enzo mulai terlihat marah juga,mungkin Lisa selalu mengaitkan masalahnya dengan papa Enzo.
"Aku pastikan kamu akan menyesal" ujar Lisa sambil berlalu dari hadapan mereka.
"Zo, maunya nenek Lampir itu apa sih," tanya Desi ketika Lisa sudah pergi.
"Kenapa Lo gak tanya tadi, waktu dia ada disini" jawab Roy.
"Yang gua tanya Enzo,bukan Lo, minggir Lo" gerutu Desi sambil mendorong Roy dari tempat duduk. Saking kesalnya dia sama Roy.
"Dih,dasar cewek alay,Lo"celetuk Roy tentu membuat empunya tambah marah,Desi sudah bersiap mau memukul Roy.
"Udah udah ,Lo berdua ini akur bentar kenapa,setiap kali bertemu pasti berantem" nasehat Dimas. Amel , Enzo dan Roy hanya tersenyum, sedangkan Desi memalingkan wajahnya.
"Jadi gak nih,jalan jalannya," tanya Enzo mencoba mengalihkan pembicaraan
"Jadi dong,gua sudah bawa baju ganti nih,Lo pada kan tau kalau rumah gua paling jauh dari kalian" jawab Dimas semangat.
"Kamu bawa baju ganti gak" tanya Enzo kepada Amel.
"Bawalah,ini kan rencana kita dari kemaren," jawab Amel gak mau kalah dengan Dimas,karena rencana jalan jalan ini sudah mereka rencanakan dari kemarin.
"Lo, sendiri Roy" tanya Dimas kepada Roy.
"Gua,mah gak usah ditanya pasti bawa" jawab Roy dengan percaya dirinya.
Bukanya mengajarkan yang tidak baik, pulang sekolah langsung main,tapi mereka juga aturan kalau tidak diperbolehkan berkeliaran kalau masih memakai seragam sekolah.
"Kita jalan kemana,hari ini" tanya Amel kepada teman yang lain.
" katanya kepantai " ujar Roy mengingatkan rencana kemaren kalau hari ini mereka akan ke pantai, sesuai rencana awal.
"Padahal gua, ingin ke Dufan" jawab Amel sambil memikirkan bisa bermain berbagai hal di Dufan.
"Ok,kalau mau ke Dufan mah,aku ikut saja" jawab Enzo mengiyakan keinginan Amel,benar benar pacar pengertian.
"Asik tuh,ke Dufan" jawab Desi dengan senyum puasnya,
"Asik juga kepantai "pungkas Roy membuat senyum Desi menghilang dari wajahnya.
", nyebelin banget sih Lo,Lo diem aja,gua mau healing bukannya fresh malah jadi stres gua" Desi mengeluarkan keluh kesahnya.
“Diinformasikan bagi semua siswa siswi SMA Pancasila,Dikarenakan kami para guru masih belum bisa mengajar, dan kalian masih belum bisa move on soal liburan. Jadi kami akan mengijinkan kalian untuk pulang lebih awal, nikmatilah libur terakhir hari ini, karena besok sudah saatnya kita berjuang lagi. Sekian, terima kasih”
Terdengar suara pemberitahuan dari dari para guru.
“Udah ah, jangan buang waktu yang berharga. Ayo Din, ganti baju dulu.” ajak Amel kepada Desi dengan cara menarik tangannya,agar bisa menjauh dari para lelaki.
Amel dan Desi menuju ke toilet umum untuk ganti baju dan bersiap siap. Takutnya kesiangan dan waktu jalan jalan mereka terbuang sia sia.
Selesai berganti pakaian, mereka berdua kembali bertemu dengan 3 cowok yang sedang menunggu mereka,gak tau apa yang sedang mereka bicarakan.
Amel menggunakan baju berwarna putih dan celana jeans panjang, rambutnya dia biarkan terurai,tidak seperti biasanya dia kucir waktu di sekolahan.
“Gak tau kenapa,cara pakaian kamu sering membuatku deg degan” goda Enzo sambil menatap Amel dari atas atas sampai ke bawah.
"apa,aku terlihat lain" jawab Amel sambil memperhatikan pakaian yang dia gunakan dari atas sampai bawah,apa ada yang salah dengan cara berpakaiannya.Sepertinya dia tidak pernah mengubah cara berpakaiannya.
“Kamu juga tuh ganti baju,biar tambah ganteng” rayu baliknya.
“ok, tunggu sebentar ya” Enzo pergi bersama dua temannya untuk ganti pakaian.
"Benar,Lo Mel,kata cowok Lo,Lo hari ini terlihat cantik dan berbeda " puji Desi mungkin dia kagum juga seperti Enzo. Amel yang dipuji malah jadi bingung sendiri,ah, mungkin lebih baik diiyakan sajalah.
"Oh,jadi kemarin kemarin gua gak cantik gitu" pancingnya.
“Cantik atuh, gak tau kenapa Lo terlihat lebih cantik ” jawab Desi .
Mereka berdua mengobrol sambil menunggu para lelaki kembali.