Raka berkali-kali berusaha mengulas kehidupannya sendiri. Apa yang telah ia lakukan selama belasan tahun hidup, atau kesalahan apa yang telah ia lakukan sebelumnya kepada orang lain. Demi Tuhan, Raka belum pernah melakukan tindakan yang berbahaya apalagi hingga membahayakan nyawa orang lain. Raka tidak pernah membenci orang secara random. Mungkin jika ada orang yang ia benci, maka itu adalah orang tuanya. Ah sebenarnya tidak juga. Kata benci terlalu ekstrem. Raka hanya kurang menyukai orang tuanya karena beberapa alasan. Meski begitu pun, Raka tetap bersikap baik kepada mereka. Belum pernah dalam hidup Raka ia bersikap kurang ajar kepada orang tuanya. Lantas apa sebenarnya kesalahan Raka hingga ia harus mengalami beragam kesialan seperti sekarang?
Pindah dari sekolah lamanya adalah ide Ra