"Tuan Raka kenapa?"
Raka mengerjap pelan. Hannah berdiri di hadapannya dengan ekspresi bingung. Wanita itu membawa baskom berisi air hangat untuk membersihkan wajah Raka. Lagi dan lagi, Raka kebingungan dengan garis waktu hidupnya. Sesaat yang lalu, ia berdiri di ladang jagung luas, dikejar-kejar oleh seorang pria aneh dengan dua mahkluk hitam mengerikan miliknya. Raka juga ingat dengan pasti bahwa ia baru saja menarik kepala pria itu hingga putus dari lehernya menggunakan tangannya sendiri. Lalu sesaat kemudian, Raka berada di kamarnya sendiri, seolah apa yang baru saja ia alami hanyalah mimpi atau bahkan halusinasi belaka.
Raka memegangi kepalanya dan menunduk. Waktu di dalam hidupnya semakin membingungkan dan Raka semakin tersiksa karena hal itu. Kenyataan dan halusinasi semakin terc