Hujan seolah terus mengikuti kami, sejak aku bertemu Senja di halte bus, bersama Senja di dalam mobil, bahkan saat masuk ke dalam kantor. Derasnya semakin mengguyur membuat suara gemuruh di kantor LSM Rangka Karya yang kutempati bersama teman-teman lainnya. Kantor pun masih tampak sepi ketika aku dan Senja masuk ke dalam kantor. Baru ada Erik dan Sintia di dalam, sementara Hikam, Wahyu dan yang lainnya belum tampak batang hidungnya. Sambil menunggu sekaligus menghangatkan badan, aku pun duduk di ruang tamu, di bagian depan kantor.
Senja tidak menemaniku, ia langsung beranjak ke ruang belakang, entah untuk apa. Guna membunuh waktu, aku pun sejenak memainkan handphone. Aku melihat portal pemberitaan, terutama yang memuat wawancaraku beberapa hari lalu dari pelita baru dan lentera biru. Den