" Hey nixie, kamu tahu kan kalau aku begitu menyayangimu. Aku ingin kamu tahu kalau aku ada disini untuk mu, kapan pun kau membutuhkan ku. Aku akan mendengarkan ceritamu, dan semua yang kamu katakan, kapan saja. Dan seandainya aku ada disana saat ini, kau tahu aku akan memelukmu dengan erat."
Aku membaca berkali - kali pesan yang foxa kirim untuk ku. Entah apa yang laki - laki ini pikirkan. Tapi dia selalu berhasil membuatku tenang. Aku bahkan tidak tahu siapa nama aslinya, tapi dia selalu berhasil menebak isi kepalaku dengan baik.
"Hey foxa, terimakasih telah begitu menyayangiku. Pesan yang kau kirim membuat ku sedikit lebih tenang. Tapi aku benar - benar telah lelah dengan hidup. Maafkan aku, jika aku pernah melakukan kesalahan padamu. Aku harap di kehidupan yang lain kita bertemu lagi. Aku menyayangimu juga."
"Selamat Tinggal"
Aku berharap aku tidak pernah mengirimkan pesan seperti ini kepada siapapun. Tapi aku sekarang ada disini, di posisi ini. Aku menggenggam erat sebilah pecahan kaca.