"Hey"
"Hello? Ini siapa ya?"
"Temanku menyuruh ku untuk mengundang mu menjadi teman ku. Dia bilang kau hanya bermain di support lane"
"Iya benar, boleh aku tau siapa nama temanmu?"
"Razor"
"Tapi aku juga tidak mengenalnya, namanya juga tidak ada di daftar pertemannku."
"Akun teman ku di ban. Dia membuat akun baru. Tapi saat temanku belum di ban, dia menyarankan ku menambahkan mu menjadi teman, karena aku mau mencoba lane adc. Jadi ku memerlukan support yang baik."
"Temanmu bilang aku support yg baik? Awww, aku tak sebaik itu. Dan koneksi internet ku sering bermasalah."
"Tidak apa. Mau mencoba bermain?"
"Boleh tentu saja. Oh, aku Nixie"
"Hey nixie, aku Foxa."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nixie Part
Kita langsung bermain beberapa game saat itu. Aku berusaha bermain sebaik yang aku bisa. Temannnya sudah menyaranku dan mempromosikan ku sebagai support yang baik. Jadi aku pikir kenapa tidak berusaha sebaik mungkin. Kami bermain beberapa game bersama dan menikmati interaksi kami di dalam game. Entah bagaimana caranya, dia mampu bermain dengan sangat syncron bersamaku. Padahal kita baru saja bermain bersama.
Karena saling menikmati bermain bersama, kami memberikan ID discord masing - masing supaya kita dapat bermain bersama lebih sering. Aku pikir tidak ada ruginya memberikan sosial media ku padanya juga, buat ku dia sangat sopan untuk seorang gamer laki - laki. Jarang sekali aku menemukan gamer laki - laki yang sopan dan bermain dengan baik. Meskipun aku sudah menikah sekalipun, tetap saja masih saja ada yang menggodaku. Maka dari itu aku biasanya lebih sering menyembunyikan identitasku secara keseluruhan saat bermain game. Tapi tentu saja teman bermain game ku yang sudah dekat denganku tahu kalau aku perempuan yang sudah menikah.
"Okay test?" Aku mengirimkan pesan singkat untuk mengetes apakah benar itu ID discord nya.
"Yep, ini Foxa. Halo Nixie."
"Halo Foxa! Okay, sekarang setiap aku online di discord, kamu bisa mengajak ku bermain bersama." Sapa ku untuknya.
"Tentu saja, aku akan mengirim kan pesan padamu setiap aku akan bermain game yang sama dengan mu Nixie. Dan hey, apakah itu foto aslimu?" Tanya nya tiba - tiba.
"Iya, itu foto asliku. Kenapa tah?" Tanyaku polos
"Tidak apa, hanya bertanya." Jawabnya sederhana.
" Sampai bertemu di game selanjutnya?"
"Tentu saja nixie. Semoga harimu menyenangkan. :) " Jawabnya sopan
"Semoga kau juga." Jawabku untuk mengakhiri perckapan dan segera offline, karena aku mendengar suara bintang dari kamar tidur. Bintang anak ku satu - satunya, suara tangisannya terdengar nyaring. Aku harus segera menenangkan dan mengurusnya supaya suaranya tidak membangunkan suamiku Oza.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foxaya Part
Tadi itu apa? Pikirku dengan keras. Aku bahkan tidak tahu nama aslinya dan hanya mendengar suaranya saja sepanjang permainan. Caranya memuji dan membuat ku bersemangat di setiap game yang kita mainkan membuatku tenang. Seperti aku dapat memenangkan game apapun bersamanya. Suaranya saat tertawa membuatku gila. Dan senyumnya terlihat sangat manis di fotonya. Aku menginginkan gadis ini. Perempuan yang bahkan aku tak tahu asal muasalnya. Tapi aku menginginkannya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rhodd Moursyi sangat menyukai dunia game, karena disana dia bukan siapa - siapa. Tidak akan ada yang berpura - pura baik padanya saat dia bermain game. Tidak ada yang melihat statusnya di dunia nyata selama dia tidak pernah memberitahukan apapun pada siapapun. Selama dia bermain dengan baik, dia akan dihargai siapapun. Dia muak pada semua orang yang memperlakukannya spesial hanya karena statusnya sebagai direktur di salah satu perusahaan besar, dan dibelakang nya mereka membicarakannya seperti sampah yang tak pernah berusaha sedikitpun atas apa yang sudah dia capai. Tanpa tahu bagaimana kerasnya usahanya sampai dapat mendirikan perusahaan yang dia miliki dan pimpin sekarang.
Lagipula memang semua orang tahu nama perusahaan NACL. Salah satu perusahaan game terbesar dan tersukses di negara ini. Tidak hanya mendistribusikan game, NACL juga membuat game nya sendiri. Namun berbanding terbalik dengan nama perusahaannya, tidak banyak yang tahu siapa Rhodd Moursyi. Orang - orang hanya tahu bahwa pendiri perusahaan ini masih muda dan tampan. Tidak banyak info yang beredar tentangnya. Tidak memiliki perempuan sebagai kekasih. Dia selalu datang kesemua even - even besar sendirian, atau bersama ibunya.
Hal ini banyak memancing spekulasi kalau Rhodd tidak tertarik pada perempuan sama sekali. Bahkan sekretaris yang dia miliki saja laki - laki. Tidak ada gosip satupun seputaran milyuder muda pemilik perusahaan besar ini. Tidak pernah juga dia pergi ke tempat - tempat hiburan malam. Julukan nya adalah "Angel" diantara para wanita sosialita yang sangat menginginkannya dan di media. Julukan ini diberikan karena Rhodd seperti malaikat yang suci tanpa dosa diantara mereka. Apalagi seringnya Rhodd mengikuti acara - acara amal.
Namun sepertinya hari ini pikiran Rhodd teralihkan oleh sesuatu. Dia selalu melamun saat memikirkan sesuatu. Tidak akan ada yang berani mengganggunya saat dia sedang asik dengan pikirannya. Sekertarisnya Ahmed telah menunggu didepan mejanya selama tiga puluh menit. Ahmed Adel tidak hanya sekertarisnya, tapi juga sahabat baiknya, dan satu - satunya orang selain ibunya yang berani mengganggunya disaat di memikirkan sesuatu. Lima belas menit kemudian Ahmed melihat jam tangan nya dan tertawa keras di depan Rhodd.
"Bro, ini sudah yang ke lima kalinya aku melihatmu melamun hari ini. Ada apa denganmu?" Tanya Ahmed sambil melanjutkan tawanya.
"Diamlah, lamunan ku kali ini sama sekali bukan urusan mu Ahmed. Kau tau aku selalu memberitahumu jika sudah saatnya." Ujar Rhodd gusar saat lamunan nya diganggu.
"Oh, ini jarang sekali terjadi. Wanita?" Tanya Ahmed sambil tersenyum penuh arti.
Rhodd sama sekali tidak menjawab Ahmed, tapi rona merah diwajahnya dan pupilnya yang membesar saat Ahmed mengungkitnya sudah memberikan banyak sekali jawaban. Hal ini membuat senyum di wajah Ahmed menghilang dan berganti dengan raut wajah terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka lelucon yang dia buat, ternyata bukan lelucon sama sekali untuk sahabat baiknya. Dia lebih terkejut karena ini Rhodd. Dia pikir perempuan yang akan menyukainya terlebih dahulu. Bagaimana tidak, mata hijau milik Rhodd sangat indah dan sangat jarang dijumpai dinegara ini. Bukan sekali dua kali perempuan yang dia jumpai akan memberikan nomernya agar dikenalkan pada Rhodd, dan tentu saja semua akan ditolaknya mentah - mentah.
"Kau bahkan tak mau memberikanku sebuah nama?" Tanya Ahmed pada sahabatnya.
"Belum waktunya sahabat. Aku bahkan akan mengenalkanmu jika memang sudah waktunya nanti. Kau tahu aku tak pernah berbohong padamu." Jelas Rhodd menenangkan sahabatnya.
"Tapi kau menyukai seorang perempuan terlebih dahulu seperti melihat makhluk legenda disiang bolong! Ini harus dirayakan. Aku tak sabar bertemu dengan gadis ini. Kapan kalian bertemu? Bagaimana aku yang sekertarismu tidak tahu sama sekali soal ini?" Tanya Ahmed panjang lebar
"Tenang lah Ahmed. Aku pasti akan bercerita padamu." Rhodd berusaha untuk menenangkan pikiran sahabatnya.
"Okey, Baiklah. Aku akan ikuti apa yang kau mau. Tapi ingat juga janji mu nanti malam untuk bermain bersamaku." Seru Ahmed mengingatkan Rhodd
"Tentu saja. Game?" Tanya Rhodd
"League of Legends" Jawab Ahmed singkat
"Kukira kau sudah menghapusnya dari Komputer mu." Tanya Rhodd dengan nada jahil pada sahabatnya.
"Kau tidak berhak berbicara seperti itu bro! Bahkan kau sendiri menghapusnya 2 bulan yang lalu." Ujar Ahmed sambil tertawa mengejek pada Rhodd
"Hahahaha, kau tahu sendiri bagaimana game itu. Tapi kita semua tetap kembali tanpa pikir panjang untuk satu sama lain." Jawab Rhodd sambil tertawa hangat pada lelucon sahabatnya.
"Okey, karena aku sudah mendapat perhatianmu kembali, aku akan melanjutkan briefing jadwalmu pak direktur yang sedang jatuh cinta." Ujar Ahmed sambil tertawa keras dan disambut lemparan pulpen yang berhasil dihindarinya.
Ahmed segera melakukan briefing ulang untuk jadwal kerja Rhodd hari ini. Selain harus bertemu banyak perusahaan untuk membahas peluncuran game baru mereka, Rhodd juga harus bertemu banyak investor besar. Untuk ini Ahmed sangat berhati - hati. Tak jarang dia harus menemui para investor dan perwakilan dari perusahaan yang akan mereka ajak bekerja sama terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan kepribadian Rhodd yang unik dalam memilih partner bisnis. Dan ketika dia tidak menyukai calon partner nya, tak jarang dia tidak akan mau bertemu mereka sama sekali.
Maka tak jarang Ahmed akan mengumpukan sebanyak mungkin info tentang para clon partner mereka. Termasuk menyewa investigtor rahasia yang Rhodd pakai untuk menyelidiki mereka. Tentu saja mengetahui bahwa Ahmed akan membayar dengan murah hati, para investigator sewaannya dengan senang hati memberikan informasi tambahan tentang apa yang mereka lakukan untuk Rhodd. Mereka melakukannya juga karena mereka tahu bahwa Ahmed adalah sekretaris pribadi Rhodd. Dan sering kali mereka memang harus memberikan info yang mereka kumpulkan pada Ahmed.
Setelah menyetujui semua daftar pertemuan yang akan mereka lakukan. Ahmed segera menyiapkan semua dokumen yang Rhodd butuhkan, dan menyiapkan Rhodd untuk segera pergi ke pertemuan yang dijadwalkan hari ini. Rhodd mengerti bahwa dia harus tetap sadar dan profesional saat berada pada pertemuan bisnis. Tapi isi kepalanya dipenuhi oleh suara seorang gadis yang menyita kepalanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Foxaya Part
Aku tahu hari ini akan jadi hari yang berat sejak aku terobsesi dengan gadis itu. Suaranya terngiang indah dikepalaku. Tapi aku bahkan tidak keberatan suaranya berputar - putar dikepalaku sepanjang hari. Aku bahagia mendengarnya tertawa. Ini membuatku ingin segera mengakhiri hari ini dan segera online di game yang bahkan sudah berkali - kali ku hapus. Tawanya membuatku bersemangat bertemu dengannya lebih lama.
Segera setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan ku hari ini, aku menyalakan komputer ku dan online. Sahabatku sudah menunggu ku online. Aku sudah berjanji akan bermain bersamanya terlebih dahulu. Segera aku menyalakan discord dan game ku. Setelah bermain bersama sahabatku satu atau dua game, aku melihat pesan masuk di kotak pesan pribadi discordku.
Oh, ini menarik. Dia tidak segan - segan menyapaku terlebih dahulu.
"Hey foxa. Kamu main nggak?" Tanya nya di kotak pesan pribadi ku.
"Yep, aku sedang bermain dengan sahabatku." Jawabku singkat.
"Boleh aku ikut?"
"Bisakah kita bermain setelah ini? Sahabat ku bilang dia harus pergi setelah ini." Jawabku memberi alasan.
"Tentu saja. Undang aku jika kau sudah selesai bermain okey. Aku akan membuka game ku terlebh dahulu." Jelasnya singkat
"Okey nixie. I got you!" Jawabku singkat.
Aku langsung saja bicara pada sahabatku kalau aku akan bermain bersama orang lain. Dan tentu saja dia langsung protes padaku. Karena kita jarang bermain berdua di rank seperti ini.
"Dude! kita sudah berjanji satu sama lain untuk bermain bersama hari ini. Sekarang kau malah akan main bersama yang lain. Awas ya kalau bukan perempuan." Ujarnya sambil tertawa
"Masalahnya tidak sepertimu, dia tak bisa online setiap saat man. Sedangkan kita masih bisa bermain game lain. Dan temanku yang satu ini setahuku hanya bermain game ini saja. Come on man it's not like I do this every time we play!!" Ujarku membujuk sahabatku yang memiliki nama game Tobito.
"Jadi beneran perempuan nih?" Sahabatku yang satu ini tahu terlalu banyak.
"Apa aku bilang kalo perempuan? Jangan terlalu sering membuat asumsi lah." Ujarku mengelak lagi.
"Baiklah, oke. Aku bermain game yang lain dulu. Have fun on your date baby" Jawabnya menyerah dan menggodaku.
"Tobito!" kataku dengan suara sedikit keras padanya.
"Okey iyaa!!" Jawabnya sambil tertawa keras dan keluar dari 'party' yang kumiliki. Setelah tobito benar - benar offline dan keluar dari League of Legends, aku segera mengundang nixie masuk ke 'party' yang kubuat. Tak berapa lama kemudian dia menerima undanganku dan masuk.
"Halo, Foxa?"
"Iya Nixie, aku disini." Jawabku perlahan.
"Oh, aku kira kamu 'AFK', soalnya aku lumayan lama nerima undangan mainnya. Maaf banget ya Foxa, aku nerimanya lama. Tadi ada yg lagi aku lakuin." Jelas nya padaku.
"Tidak apa - apa nixie. Aku faham kok. Hidup kita kan tidak hanya bermain game ini saja. Mau mulai game nya?" Tanyaku singkat. Aku berusaha menyembunyikan keingin tahuan ku yang begitu besar saat ini. Aku sangat yakin bahwa gadis ini baru saja menangis. Memang jika tidak jeli kau tidak akan mendengarnya. Dia sangat pandai menyembunyikan perasaaannya rupanya. Tapi suara nya yang terus terngiang dikepalaku membuatku seolah telah mendengar suaranya ratusan kali untuk tahu bahwa dia baru saja menangis.
"Okay, ayo main!" Jawabnya ceria. Aku harap dia tidak pernah berpura - pura dihadapanku. Aku ingin dia menjadi dirinya sendiri kapanpun dia berbicara padaku. Aku harap aku dapat mengatakannya semudah aku bermain dengannya saat ini.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nixie Part
Aku harap Foxa tidak menyadari jika aku baru saja menangis. Aku berharap tidak ada yang bertanya apapun saat ini. Aku hanya ingin bermain game ini dan hanya ingin melupakan semua yang baru saja terjadi padaku. Aku berusaha menutupinya dengan pura - pura riang saat Foxa bilang akan memulai 'que' game. Kami menunggu dalam diam selama beberapa detik, dan kemudian Foxa memecah keheningan.
"Hey nixie, kamu mau bermain 'champion' yang mana? Support kan?" Tanya nya. Aku bernafas lega mendengar apa yg dia tanyakan. Terimakasih tuhan dia tidak menanyakan apapun tentangku.
"Oh, hey. Mmm, Kau mau support yang seperti apa? Sedikit agresif boleh tidak?" Tanyaku kembali padanya. Aku berusaha seriang mungkin.
"Agresif? Kau mau memakai support tank?" Tanya Foxa lagi padaku.
"Hmm, aku sebenarnya bicara tentang Lulu atau Morgana. Lagipula aku tidak terlalu pandai bermain support tank. Tapi jika kamu mau, aku akan mencoba Leona atau Blitchcrank. Tapi yah, aku sudah memperingatkan mu, aku tidak sebaik itu di support tank." Jawabku menjelaskan
"Aww, baiklah. Pilih saja champion manapun yang kamu mau. Aku akan berusaha membuatmu bersenang - senang." Ucap Foxa singkat.
"Benarkah? Aww, terimakasih Foxa. Oh, kita sudah mendapatkan team!" Ujarku sambil mengingatkannya menerima team yang kita dapat. Setelah menerima, aku segera menuliskan role yang akan aku mainkan dan memilih champion. Aku memilih Lulu sebagai support, menyusun rune nya. Aku perhatikan Foxa belum memilih champion sama sekali.
"Foxa kamu nggak milih champion?" Tanyaku bingung.
"Aku akan memilih, tenang saja."Jawabnya singkat.
"Foxa, tapi ini sepuluh detik lagi atau kita akan meninggalkan team secara otomatis." Tanyaku khawatir.
"Dan boom!"Jawabnya memilih tepat di detik terakhir sambil tertawa. Mendengar nya tertawa aku tertawa bersamanya. Entah mengapa suara tawanya membuatku ingin tertawa bersamanya. Foxa memilih Lucian sebagai champion di 'adc' di lane yang sama denganku.
"Dasar usil! Kau sempat membuatku khawatir sesaat yang lalu Foxa."Ujarku sedikit mengomel padanya.
"Awww, nixie. Percayalah padaku. Aku akan berusaha semampuku membuatmu tertawa hari ini. Jadi jangan khawatir lagi okey?" Jelasnya dengan lembut.
"Okey, aku akan berusaha." Jawabku sambil tersenyum. Oh Tuhan, orang ini membuatku tersenyum. Senyum ku yang pertama pagi ini. Hal ini membuatku terdiam dan membuat suasana kembali hening. Kami menunggu kembali untuk memasuki 'map' game. Tiba - tiba aku mendengar suara donald duck di headset ku.
"Halo, bagaimana keadaanmu?" Tanya Foxa dengan menirukan suara donald duck. Mendengarnya aku tertawa dengan keras.
"OMG Foxaa!! Bagaimana kau melakukannya. Itu lucu sekali!" Jawabku sambil terus tertawa mendengarkannya berbicara dengan suara donald duck nya.
"Bagaimana ya? Rahasia? Soalnya aku benar - benar tak tahu bagaimana caranya. Aku mencoba dan tahu - tahu saja aku bisa melakukannya." Jawab Foxa untukku.
"Awwww, lucu banget serius!! Oh, Game nya udah mulai Foxa, ready to carry me daddy?" Kataku mengingatkan Foxa. Kita berdua benar - benar sampai lupa waktu karena tertawa terus menerus. Tunggu sebentar, apa aku baru saja memanggil Foxa daddy? Apa aku sudah gila?!
"For you I was born ready." Jawab Foxa lirih memecah lamunanku. Sekarang aku bingung apa aku harus menjelaskan kalau aku tidak bermaksud menggodanya atau apapun itu. Semoga dia hanya menganggap apa yang kukatakan sebagai lelucon, tidak lebih.
Segera setelah memasuki game, kami membeli item pertama dan pergi ketempat masing - masing. Karena 'Junggle' kami memulai dari 'junggle lane' paling dekat dengan lane kami, maka langsung saja kami menuju junggle untuk membantunya terlebih dahulu. Game yang kami mainkan awalnya terlihat biasa saja. Lalu tiba - tiba setiap musuh menyerang Foxa akan mulai melakukan gerakan - gerakan yang sangat berbahaya dan agresif secara bersamaan. Dia melakukannya sambil tertawa dan menyuruhku hanya menyelamatkannya sebisa yang aku mampu tanpa membahayakan diriku sendiri. Setiap dia berusaha melarikan diri dan berhasil, kita akan tertawa bersama dan membicarakannya berkali - kali
Kami terus bermain sampai game yang kami mainkan berlangsung hampir satu jam. Padahal normalnya satu game di League of Legends akan berlangsung tiga puluh sampai empat puluh lima menit. Ini terjadi karena Foxa terus menerus melakukan hal gila sepanjang permainan hanya untuk membuatku tertawa. Tiba - tiba saat game yang kami mainkan selesai, aku mendengar suara anak kecil menangis. Aku terkejut dan segera memberitahu Foxa.
"Hey, Foxa. Bintang terbangun. Aku harus pergi. Kau bisa bermain bersama orang lain jika kau mau. aku harus kembali menjaga Bintang." Ujarku menjelaskan dengan singkat.
"Apakah suara anak kecil barusan Bintang? Awwww, sepertinya dia bayi yang lucu. Tentu saja nixie, kamu dapat pergi kapan pun kau mau. Aku akan bermain game lain selama kau pergi. Bilang saja kalau kau akan bermain lagi. Aku akan menunggu mu." Jawabnya.
"Oh, jangan menungguku. Aku tidak tahu kapan aku akan online kembali. Aku tidak dapat memprediksi kapan aku akan berhenti menjaga Bintang." Jawabku lagi.
"Okey nixie, pergilah. Aku mendengar tangisan Bintang semakin keras. Aku tak tega." Ujarnya lembut padaku. Setelah mengucapkan selamat tinggal aku segera meninggalkan voice chat di discord dan mematikan seluruh akun game dan discordku. Aku mematikan komputer, memastikan semua telah kembali ketempatnya dan berlari menuju Bintang.
Setelah menenangkan Bintang dan memastikannya kembali tertidur, aku mengambil buku gambarku. Menyalakan komputer dan menyalakan discordku. Aku pergi ke salah satu server yang menjdikanku admin disana, masuk ke salah satu ruangan untuk mendengarkan lagu, kemudian menyalakan 'Bot' untuk memutar lagu. Aku mendengarkan lagu - lagu sedih favoritku sambil terus menggambar untuk melepaskan emosi yang kurasakan.
Banyak hal yang terjadi padaku hari ini. Aku pikir, jika aku menikah, aku tak akan pernah lagi merasakan patah hati. Tapi ternyata semakin dalam kau mencintai seseorang semakin sering kau akan merasakan patah hati. Aku pikir aku tidak akan lagi berusaha sendirian dalam hubungan ini, tapi kenyataannya aku salah besar. Aku belum pernah merasa sesepi ini dalam dua puluh tahun lebih hidupku. Begitu sepi dan sendirian saat seharusnya aku memiliki tempat bersandar dan bercerita.
Awalnya aku pikir Oza akan menjadi suami yang penyayang dan lembut terhadapku. Sebagai istri aku juga tidak pernah menuntut banyak terhadapnya. Aku hanya ingin Oza memperlakukanku dengan baik dan lembut seperti saat sebelum kita menikah. Hanya itu saja. Kenapa dia tidak dapat melakukannya seperti dulu. Aku merasa seperti ditipu. Jangan - jangan Foxa juga seperti itu.
Tunggu dulu, kenapa aku malah memikirkan Foxa. Tapi memang kuakui, kami baru bermain beberapa game dan dia sudah membuatku merasa seolah aku sudah bermain bersamanya puluhan tahun. Dia juga membuatku tertawa dan bersenang - senang di game hari ini. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Tapi ini membuatku penasaran bagaimana foto asli Foxa, dan apakah kita dapat bertemu di dunia nyata. Dia sama sekali tak pernah mengungkit kehidupannya di dunia nyata. Yang kami bicarakan hanya game yang kami mainkan saja League of Legends. Aku bahkan tidak tahu apakah dia memainkan game lain atau tidak.
Saat sedang asyik menggambar dan memikirkan apa yang ada didalam kepala Foxa, tiba - tiba discordku berbunyi. Hmm, pesan pribadi dari siapa lagi? Aku kan sedang menggambar. Saat aku melihat itu dari Foxa, aku langsung berhenti menggambar dan menjawabnya.
====================================================================================
Story Note :
League of Legends : Game yang dibuat oleh perusahaan bernama Riot. Merupakan game yang dimainkan dengan sistem tim vs tim. Satu tim normalnya terdiri dari 5 orang pemain.
Lane : Adalah tempat tiap masing - masing anggota tim untuk bermain, setiap lane dalam peta (map) di isi biasanya satu atau dua pemain. Lane terdiri dari Top (Map bagian atas), Mid (Map bagian tengah), Bot (Map bagian bawah), Junggle ( Map bagian hutan).
Role : Peran yang diambil tiap pemain dalam satu tim. Normalnya satu tim memiliki lima role. Top, Mid, Junggle, ADC (Attack Damage Carry), Support. Dimana sesuai namanya, mereka bertugas di lane nya masing - masing. Untuk Bot lane biasanya terdapat 2 role dalam satu lane. Yaitu ADC dan Support.
Tank : Sesuai artinya tank adalah champion yang mengambil peran sebagai bentuk pertahanan. Biasanya diambil oleh support, dan tidak mudah dibunuh.
Syncron : Terjadi atau berlaku pada waktu yang sama (KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia). Perasaan berkaitan yang dimiliki dua atau lebih pemain saat bermain bersama. Biasanya dikarenakan telah bermain bersama berulang kali, sehingga saling mengetahui strategi dan gerakan apa yang akan dilakukan oleh masing - masing anggota tim.
Offline dan Online : Artinya dalam game adalah ketika kamu meninggalkan game atau menyalakan game.
Party : Dalam game artinya kumpulan beberapa pemain yang akan bermain bersamaan dalam satu game yang sama.
Champion : Character dalam game yang akan dipilih untuk dimainkan.
I got you : Aku memahamimu
Come on man it's not like I do this everytime we play : Ayolah teman, aku kan tidak melakukannya setiap kita bermain bersama
Have fun on your date baby : Selamat bersenang - senang saat kencan sayang
Ready to carry me daddy? : Siap untuk membawaku menang daddy? ; Carry dalam game adalah istilah ketika teman bermain satu tim mu lebih bagus saat bermain dan membuatmu memenangkan game bersamanya; Daddy disini adalah sebutan untuk menggoda, lawan kata dari baby yang artinya sama - sama sayang dalam artian s****l.
For you I was born ready : Untukmu aku lahir untuk siap.