09:10 WIB
Sabtu adalah akhir pekan yang terbaik untuk mengistirahatkan tubuh serta pikiran dari segala aktifitas apapun. Matahari sudah bangkit sejak 5 jam yang lalu, namun Angella terlihat masih terbaring letih di atas ranjangnya.
Gadis itu sudah terbangun sejak 10 menit yang lalu, namun gravitasi pada ranjangnya menolaknya untuk bangkit. Semalam ia terlambat pulang ke apartemennya karena mendapat ‘lembur’ dari Adam.
Mendengar jam weker yang sudah berdering selama 15 menit, Angella memutuskan bangkit untuk mematikan suara bising itu dan memulai aktifitas paginya.
Di ruang tengah, Angelia sudah memulai paginya dengan melakukan stretching dengan pemandu gerakan yang ia perhatikan dari balik layar kaca televisi. Selain untuk kesehatannya, gadis itu harus memperhatikan bentuk tubuhnya yang tidak boleh berubah sedikit apapun karena Angelia adalah salah satu mahasiswa popular di kampusnya -kampus Angella juga tepatnya.
Tak lama, Angella keluar dari balik pintu kamarnya dan menuju dapur. Ia membuka kulkas untuk mendapatkan sarapan paginya. Seperti biasa, kulkas kosong hanya ada roti gandum dan selai serta air mineral.
Ia ambil roti dan selai itu untuk sarapannya. Perutnya sudah sangat lapar, maka Angella memutuskan tidak perlu memanggang rotinya. Ia olesi selai Nutella di atas rotinya dan menyantap sarapan paginya.
Seusai menyelesaikan stretching paginya, Angelia melangkah ke dapur untuk mengambil air mineral di dalam kulkas, lalu meneguknya. Angella melirik sekilas saudarinya dan melanjutkan sarapannya.
“Jangan lupa tagihan gue,” ucap Angelia seusai meneguk air. Ia menatap Angella dan dibalas tatap oleh saudarinya.
Mendengar Angelia mengulang pembicaraan semalam, selera makan Angella langsung hilang.
Melihat Angella yang tidak merespon, Angelia kembali berkata, “Come on, Sist. It’s only ten billion,”
“So, pay it! Don’t ask me.” Balas Angella galak. Ia tinggalkan sarapannya di dapur dan kembali masuk ke kamarnya.
“Mulai lagi,” gumam Angelia yang ditinggal sendiri.
oOo
Matahari sudah semakin naik. Mengingat peringatan tagihan kartu kreditnya kemarin, Angelia memutuskan menghabiskan akhir pekan di depan televisi yang sedang menayangkan drama serial kesukaannya. Ia tolak ajakan teman-temannya untuk hangout dua hari kedepan.
Di saat yang bersamaan, Angella keluar dari kamarnya sudah rapi dengan pakaian kasualnya, berbeda dengan pakaian yang semalam ia pakai. Siang ini hanya dengan mini skirt, kaos putih dan sneakers.
“Kemana lo?” tanya Angelia basa-basi.
“Main sama temen gue,” jawab Angella.
“Lucky you,” ucap Angelia.
Mendengar ucapan saudarinya, Angella memutar bola matanya malas. Perlahan ia mendekat, lalu tangannya menyalurkan lembaran-lembaran kertas merah yang biasa disebut uang itu pada saudarinya.
“Take it,” kata Angella.
Melihat uang itu, tanpa aba-aba Angelia langsung menerimanya. “Dalam rangka apa ini? Semalem aja gue minta bayarin tagihan kartu kredit gue, lo marah.”
Angella memutar bola matanya lagi.
“Siapa bilang gue kasih cuma-cuma? Bersihin apartemen, laundry pakaian, masak makanan dan lain-lain. Itu upah lo.” Jelas Angella kemudian berlalu dari hadapan saudarinya yang sudah tampak geram dengan perintahnya.
“Sialan lo, Angella!” umpat Angelia begitu saudarinya menghilang dari pintu apartemen mereka.
Seperti kata-kata saudarinya, Angelia mulai membersihkan apartemen mereka usai menyelesaikan drama serial yang ditontonnya. Ia mulai dari membersihkan kamarnya -tentu saja- lalu mengumpulkan tumpukan baju kotor untuk dicuci. Dilanjut dengan kamar Angella.
Kedua saudari itu sebenernya jarang memasuki zona privasi masing-masing. Hanya saja ini perintah Angella langsung untuk membersihkan apartemen mereka, artinya termasuk kamar gadis itu.
Angelia tidak terlalu terkejut dengan isi kamar saudarinya yang cukup rapi dan tidak terlalu berantakan seperti kamarnya. Pakaian kotor pun tertumpuk rapi di dalam tempat khususnya.
Begitu mengambil pakaian kotor Angella, ia hendak keluar dari kamar itu. Namun pandangannya teralihkan dengan isi lemari Angella yang tidak sengaja terbuka.
Ia jatuhkan pakaian kotor Angella dari tangan dan menghampiri lemari ‘emas’ itu. Betapa terkejutnya Angelia mendapati lemari penuh pakaian, tas, sepatu dan aksesoris branded yang ia inginkan namun terlalu mahal untuk ia miliki.
“What kind of sister you are, Angella!”
Perlahan-lahan tangan Angelia menyentuh satu per satu barang milik saudarinya. Ia tahu kadang kala saudarinya mengenakan barang-barang branded seperti itu, namun tidak disangka isi lemarinya hampir seperti toko-toko di pusat perbelanjaan yang sering ia kunjungi.
Mulai dari pakaian, sepatu, tas, hingga aksesoris milik Angella ia cobai sampai lupa bahwa perintah Angella padanya adalah merapihkan apartemen mereka, bukan mengacaukannya menjadi kapal pecah seperti saat ini.
Hingga yang terakhir, Angelia tidak melewatkan sebuah kotak cukup besar yang disimpan di rak paling atas lemari. Walau sudah memanjat dengan bantuan kursi, kotak itu masih terlalu tinggi untuk Angelia jangkau. Ia paksakan untuk berjinjit dan tidak menyangka akan terjatuh dari kursi itu, diikuti kotak yang berhasil diraihnya tadi.
“Awww,” rintah Angelia kesakitan akibat terjatuh sekaligus tertimpa kotak berat yang ingin diraihnya tadi.
“Isinya batu atau bom, sih? Berat banget.” Oceh Angelia.
Kemudian Angelia membuka matanya untuk mengecek isi kotak yang sudah berhasil diraihnya. Memastikan batu atau bom isinya. Sepersekian detik, gadis itu seperti kehilangan kesadarannya. Angelia tidak bisa mengontrol mata dan mulutnya yang terbuka lebar begitu melihat lembaran-lembaran kertas berwarna menghujaninya.
“U…uang?”
Angelia masih tidak menyangka dengan harat karun yang ditemuinya di kamar saudarinya. Tidak yakin dengan jumlahnya, namun ia percaya totalnya mencapai lima puluh juta. Seperti hitungannya pada gulungan uang yang terdiri dari 10 lembar uang seratus ribu dalam 44 gulungan ditambah lembaran-lembaran lain yang tidak digulung oleh pemiliknya.
Tanpa berpikir panjang lagi, tangan Angelia mengumpulkan semua kertas-kertas itu dan memasukkannya ke dalam kotak asalnya. Ia lupakan tugasnya dan membawa pergi harta karun saudarinya itu.
oOo
to be continues...
Hello guys!!
Udah greget belom? Hihihi maaf, ya. Aku baru jadi belum bisa buat kalian satistifed kaya story author-author senior lainnya huhuhu.
BTW, aku mau tanya dong.
1. Kalian tertarik baca cerita aku itu karena apa ya?
2. Kalian punya saudara terutama saudara kembar kah?
3. Udah mulai related belum kehidupan persaudaraan kalian dengan Angella-Angelia?
uhuy~~
Ditunggu next chapter ya!!!