Anna menatap Virzha dengan pandangan nanar. Ia langsung merasakan dadanya begitu sesak dan kini ia bergetar. Apa yang dikatakan Virzha mampu membuat seluruh aliran tubuhnya merasa hilang begitu saja dan terhenti. Ia tidak bisa berkata apa-apa selain menggenggam tangan itu dengan begitu erat bermohon agar perkataan itu sama sekali tidak terlontarkan. Jujur, Anna makin merasa kalau ketika tangannya dihempas begitu kasar. Ia tidak bisa berdiam diri lagi selain memeluk pria itu berharap apa yang dikatakan itu tidak benar dan dia tidak akan ditinggalkan.
"Virzha, aku mohon sama kamu bilang kalau semua yang kamu katakan tadi itu adalah sebuah kebohongan. Bilang sama aku dan tatap mata aku. Bilang semua yang kamu katakan itu nggak bakalan pernah terjadi. Aku beneran nggak kehilangan kamu. Aku e