Anna berjalan menyusuri sekolah untuk mencari keberadaan Virzha. Gadis itu bahkan sudah berkali-kali untuk berusaha menelepon Virzha namun pria itu tidak mengangkatnya. Anna yakin Virzha pastu sekarang salah paham atas apa yang terjadi pada dirinya. Namun sebenarnya ada kekecewaan di hati Anna karena pria itu tidak menanyakan keadaannya melainkan menanyakan hal lain tanpa bertanya mengapa dia bisa begitu. Namun Anna tahu sebagai Virzha sebenarnya ingin mengatakannya hanya saja dia sudah tertutup emosi jadi tidak bisa mengatakan hal tersebut. Dan terjadilah perdebatan di antara mereka sehingga membuat mereka renggang selama 2 hari ini. Anna selalu menelepon Virzha namun pria itu tidak pernah mengangkatnya. Atau kadang Anna menjadi pria itu di dalam kelas namun tiba-tiba sudah tidak ada lagi keberadaannya. Dan di situ dirinya yakin bahwa Virzha menjauhinya.
"Hei Nathan," panggil Anna pada adik kelasnya. "Lo ada melihat Virzha nggak?"
Nathan menggeleng, "Gak liat kak. Tapj coba tanya sama Nana. Kayaknya dia tau bang Virzha di mana"
Anna mengangguk kemudian dia ke lapangan. Ia melihat Nana yang tengah duduk sembari membuka buku puisi miliknya. Anna mendekati adik kelasnya itu, "Nana, ada ngeliat Virzha nggak?"
Nana mengangguk, "Bang Virzha katanya mau ke gudang belakang kak. Mau merokok katanya," ucap Nana membuat Anna kaget. Pasalnya pria itu sudah lama mengatakan padanya bahwa ia sudah berhenti merokok. Namun enapa tiba-tiba pria itu kembali dan melanggar apa yang sudah ia janjikan?
"Oke makasih Nana" Anna kemudian pamit pergi kemudian mencari keberadaan Virzha. Ia melihat Virzha di belakang gudang dengan rokok yang ada di selipan jemari lelaki itu. Anna melotot tajam melihat Virzha yang sedang merokok dengan santainya. Ia mendatangi Virzha kemudian menarik rokok itu sambil melihat Virzha yang sudah seperti orang yang kehilangan arah.
"Kamu ke mana aja? Kenapa kamu hindari aku?"
Virzha tertawa sarkas, "Kenapa aku gak boleh hindari kamu?"
"Aku salah apa sama kamu? Kenapa kamu jadi berubah kayak gini sih? Aku ada salah apa sama kamu sampai kamu jadi kembali merokok kayak gini?"
"Aku gini karena siapa? Kamu nanya atau beneran sarkas?"
"Aku sama kamu sebenarnya apa yang kamu pikirin sampai kamu jadi kayak gini dan menghindar dari aku. Aku enggak tahu apa yang di pikiran kamu sampai-sampai kamu bener nggak ada kabar sama sekali untuk aku. Aku khawatir sama kamu"
"Khawatir?" Virzha kembali tertawa. Lebih tepatnya tertawa mengejek, "Kamu tahu apa yang ada dipikiran aku ketika melihat kamu pulang dengan keadaan nangis? Aku khawatir sama kamu. Apalagi aku jelas melihat ada kissmark di leher kamu. Tapi kekhawatiran aku tiba-tiba sirna ketika aku nggak sengaja melihat Noel memperhatikan kamu dari jauh dengan wajah yang aku sendiri nggak paham kenapa dia memperlihatkan wajah songongnya itu sama aku. Aku awalnya penasaran dan pengen tanya sama kamu. Tapi ketika itu aku melihat kemeja seragam kamu dia yang pegang. Dan aku kembali ke ingatan aku di mana aku tahu kamu bohong tentang kamu pulang untuk rapat OSIS. Mau seberapa banyak Kamu membohongi aku lagi?" Virzha mengatakan itu tepat di depan mata Anna. Anna sendiri gemetaran melihat tatapan Virzha yang tidak menyiratkan tentang cinta dan ketulusan seperti biasanya. Anna menggenggam tangan Virzha kemudian menarik pria itu ke dalam pelukannya.
"Aku beneran nggak ada apapun sama Noel. Aku nggak ada hubungan apapun sama dia seperti apa yang kamu pikirkan sekarang. Kenapa seragam aku sama dia karena aku dapat tumpangan dari dia. Pada saat itu aku bingung nggak tahu harus gimana menghadapi hutang-hutang dari keluarga aku. Maka dari itu aku pulangnya lama dan berakhir jumpa kamu dengan keadaan yang kayak gitu. Dan parahnya lagi kamu salah paham tentang aku sama Noel. Aku bener nggak ada apa pun sama dia sumpah demi Tuhan. Kamu harus percaya sama aku"
Virzha tidak membalas pelukan itu. Ia hanya menyandarkan dirinya pada bahu kekasihnya. Rasanya dia benar-benar takut kehilangan. Jika Anna pergi dari hidupnya dia harus bagaimana? Anna selalu saja memberikan warna terindah dalam hidupnya. Bahkan ketika gadis itu hanya tersenyum melihatnya, kenapa tiba-tiba jantung berdegup kencang tiba-tiba merasakan energinya langsung naik drastis ketika melihat wajah kekasihnya tersenyum. Atau bahkan hanya diam saja gadis itu mampu mencuri hatinya dan membuatnya bahagia.
Jadi kalian tahu kan bagaimana rasanya jika kehilangan orang yang kita cintai dan menjadi sumber kebahagiaan kita? Bahkan lebih parahnya lagi kalau dia beneran memang selingkuh. Virzha jadi memikirkan banyak hal karena itu. Dia menjadi overthinking kepada kekasihnya sehingga yang terkuak dikepalanya hanyalah kejelekan-kejelekan yang dilakukan Anna padanya.
Virzha melepaskan pelukan Anna kemudian sedikit mundur 3 langkah dari Anna. "Aku enggak bisa langsung maafin kamu karena kejadian kemarin aku nggak bisa langsung percaya atas apa yang kamu ucapkan tadi. Tapi aku mohon sama kamu untuk biarin aku sejenak menjauh dari kamu supaya pikiran-pikiran buruk aku tentang kamu nggak langsung masuk ke dalam pikiran aku dan menyakiti kamu. Aku beneran gak mau jika kamu mendengarkan hal-hal buruk dari ucapan yang aku kasih ke kamu. Anna Aku bener-bener butuh waktu sendiri untuk aku bisa menerima apa yang kamu ucapkan"
Anna menangis. Gadis itu memegang baju Virzha dan memeluk pria itu dari belakang. Dia takut di tinggalkan lagi. Dia memang belum sepenuhnya mencintai Virzha. Namun hadir laki-laki ini dalam hidupnya membuat hidupnya sedikit berwarna. Ia tidak merasa kehilangan seluruh hidupnya karena pria ini. Virzha memberikan senyuman terbaik miliknya untuk Anna di kala ia mengalami kesedihan. Anna tidak bisa kehilangan Virzha dan membuat pria itu marah dan berakhir meninggalkan dirinya.
"Aku beneran minta maaf sama kamu. Aku mohon kamu jangan tinggalin aku"
"Aku hanya ingin waktu sendiri. Aku takut kalau pikiran pikiran jahat aku malah bikin kamu hancur. Aku pernah melihat dengan jelas tentang penghianatan dan itu menjadi trauma tersendiri buat aku. Hingga di satu titik aku selalu berpikiran negatif tentang kamu. Aku nggak mau pikiran-pikiran negatif aku malah nyakitin kamu itu yang aku bilang sama kamu" Virzha membalikkan tubuhnya, "Kamu tahukah kamu bahwa kamu adalah suatu kebahagiaan untuk aku. Kalau kamu bener-bener berkhianat dari aku, Aku harus gimana? Aku harus berpangku pada siapa lagi kalau bukan kamu? Kamu udah tahu kalau mama papa aku pernah hampir cerai karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Mama? Hingga saat itu untuk aku percaya lagi sama perempuan itu susah. Mama menghancurkan segala pemikiran aku dan menghancurkan segala impian aku karena perselingkuhannya. Aku nggak mau kamu sama kayak Mama"
"Tapi aku gak kayak gitu?"
"Trus tentang kissmark dan Noel itu apa? Aku beneran belum paham yang kamu ucapkan tentang Noel tadi. Iya, kamu jumpa sama dia dan dia memberi kamu tumpangan. Apa dia juga memberikan kamu kissmark? .....
Apa kamu memberikan servis sama dia supaya dia kasih kamu uang?"