“Dengan melakukan penelitian yang anda katakana bahkan kita sudah melakukan pengeluaran yang begitu banyak lebih dari apa yang seharusnya. Apakah ini tidak berlebihan professor?” Tanya salah satu dokter yang juga bekerja sama dengan Noel. Noel menatap tajam dokter yang lebih muda satu tahun darinya itu. Ia meletakkan kembali segala berkasnya lalu membuka tabung dengan remote control.
“Tidak ada yang membuat saya menyesal dengan melakukan apa yang ingin saya lakukan. Saya juga sudah melakukan hal ini sejak lama. Jika kalian tidak mau menerima atau membantu saya dalam mengerjakan apa yang sekarang saya lakukan, saya harap kalian bisa pergi dari sini karena saya bahkan tidak membutuhkan kalian di sini” tegas Noel kemudian para petinggi di sana langsung mengernyitkan dahinya karena emosi yang di tampilkan pemuda itu sekarang.
Noel memandang mayat yang ada di depannya. Di dalam tabung yang berisi cairan nitrogen itu terdapat mayat yang snagat cantik yang sangat mirip dengan Anna. Itulah mengapa ia mengatakan kalau Anna bukanlah orang yang sembarangan ia labeli sebagai bagian dari reinkarnasi. Hal ini sudah terbukti langsung bahkan di hadapannya kini. Apalagi di tambah dengan kejadian mimpi yang di alami Anna. Noel semakin meyakinkan dirinya bahwa Anna memanglah reinkarnasi dari seseorang yang berharga di masa lalunya. Dan insting Noel jarang salah sasaran. Ia akan membuktikan pada Anna yang sesungguhnya terjadi di antara mereka berdua. Gadis itu harus di yakinkan bahwa Noel adalah takdirnya.
“Gue tau lo sangat sayang dan sangat pengen tau tentang Anna yang lo piker adalah reinkarnasi dari istri lo di masa lalu. Tapi bukan berarti lo memaksakan sesuatu yang gak harus lo paksakan ada. Anna udah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang dan lo sama sekali udah gak berhak atas dia. Kalian hanya-“
Noel menarik jas Sam. Menatap pria itu dengan tatapan yang tajam. Rasanya Noel ingin marah saja hari ini. Ia merasa kesal dengan apa yang di katakana oleh para rekannya tentang dirinya dan Anna, “Aku tidak menyuruhmu untuk mengikuti apa yang aku lakukan. Jika kau memang tidak menyukai apa yang aku lakukan agar Anna mengerti bahwa dirinya adalah reinkarnasi, lebih baik kau diam sekarang karena ucapanmu hanya membuatku kesal. Kau hanya bisa membuatku dalam pemikiran buruk”
“Noel! Lo harusnya paham gak semua hal bisa lo paksakan. Lo gak bisa meminta dia untuk peduli sama lo atau mengerti keadaan lo di masa lalunya. Lo juga harusnya paham kalau lo sendiri masih ragu lo beneran reinkarnasi. Maka dari itu lo gak bisa memaksakan dia menjadi milik lo, Noel”
Noel menggeram marah kemudian ia melemparkan berbagai barang di hadapannya. Ia menendang tubuh Sam yang notabene adalah sahabatnya. Ia kemudian pergi dari sana dengan wajah yang memerah.
“Kenapa anaknya professor Noel sangat temperamental begitu? Aku tidak pernah melihat anak yang sangat emosian begitu. Padahal dulu papanya adalah orang yang tidak gegabah sepertinya” ucap kepala Laboratorium pada Sam dan dua rekan lainnya.
“Dia ada masalah dalam kesehatan mentalnya makannya dia mengalami temperamental begitu. Bukan hal mudah untuk menyembuhkan penyakitnya itu, dia sendiri sudah berusaha agar apa yang ia pikirkan tidak membawa pengaruh buruk untuknya. Tapi ya begitu. Apa yang terjadi di depan mata kalian adalah hasil dari penyakitnya itu. Aku juga sampai sekarang tidak paham entah mengapa pria itu sangatlah mudah kesal dan marah pada siapapun”
-/-
Gladys buru-buru masuk ke dalam rumah. Ia bisa melihat Gama tengah sibuk memegang ponselnya dengan wajah yang mengerut untuk teliti membaca apa yang ia ingin pelajari.
“Kak Gama” panggil Anna dengan nada yang tergesa-gesa.
Gama yang mendengar suara adik yang memanggilnya langsung melongokkan kepalanya ke belakang. Ia terkejut ketika melihat adiknya menangis dengan senggugukkan. Anna berlari lalu langsung berdiri di hadapan Gama.
"Kakak kasih tahu sama Virzha kalau aku pergi?" tanya Anna dengan wajah yang masih menangis dan tubuh yang bergetar. "Kakak Kenapa sih bisa bisanya ngasih tahu Virzha kalau aku lagi pergi. Kakak tahu kan kalau pacar aku itu sangat-sangat cemburuan. Kan Kakak juga tahu kalau dia bahkan selalu aja marah sama aku karena masalah sepele belakangan ini"
"Kakak gak tau kalau kamu pergi ke mana tanpa izin kakak"
"Aku ada masalah. Aku kalau bisa kasih tahu kalian semua masalah yang aku punya. Kakak harusnya paham bahwa aku juga kalau yang gampang banget ngasih tahu hal yang ada di hati aku. Kak, gimana kalau Virzha bisa beneran marah sama aku. Aku takut sesuatu terjadi sama dia. Tadi dia pulang dengan balap-balapan" ucap Anna. Dia sungguh khawatir jika Virzha kenapa-napa di jalan. Bahkan pria itu tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara.
"Memang pada dasarnya Kamu gak pernah mau sama aku kan? Kamu memang terpaksa pacaran sama aku karena takut aku malu"
Anna menggeleng. Ia meremat dadanya karena sesak tiba-tiba merasuki dadanya. Ia sebaiknya takut jika Virzha menjauhinya. Ia sendiri juga aneh dengan perasaannya yang ia punya sekarang. Semuanya terlalu gamang untuk ia jalani. Banyak teka-teki yang harus ia jawab untuk mengetahui apa maksud dari semua yang menimpanya belakangan ini.
"Anna" Gama menghampiri Anna kemudian memeluk adiknya itu. Anna menangis histeris di pelukan kakaknya. Ia merasa semua hal yang terjadi pada hidupnya kini entah kenapa menjadi sesuatu yang rumit untuk ia jalani. Banyak hal yang terjadi belakangan ini namun dia sendiri tidak tahu bagaimana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya. Apa yang di katakan Noel tadi benar-benar membuatnya kepikiran. Bahkan ketika pria itu menangis di hadapannya, entah kenapa perasaan Anna menjadi kacau melihat tangisan pria itu. Ia bahkan merasa bersalah ketika pria itu menjerit memintanya untuk tetap berada bersamanya. Anna tidak bisa memungkiri perasaan aneh yang menyelimuti hatinya. Ia ini bahkan takut jika Noel melakukan hal-hal yang tidak masuk akal dan extreme. Jika yaitu melakukan hal seperti itu, entah apa yang harus Anna lakukan.
"Kak Gama. Aku ketemu sama orang yang bilang kalau dia adalah orang yang di masa lalu. Dia berhubungan sama dengan aku, Kak" ungkap Anna karena ia semakin bingung dan butuh bantuan untuk menyelesaikan masalahnya ini. Anna memegang tangan Gama erat, "Kak, apa Kakak juga pernah ketemu sama orang yang bilang kalau aku adalah orang di masa lalu juga yang berhubungan dengan dia?"
"Kakak gak pernah ketemu. Tapi dulu ada orang yang pakai topi fedora datang di depan rumah kita. Dia bilang sebentar lagi hidup kita tidak bisa aman. Katanya semua hal buruk akan terjadi sebentar lagi di kehidupan kita. Awalnya kakak enggak percaya hal itu. Namun setelah orang tua kita meninggal dengan kecelakaan yang sebenarnya kita sendiri nggak tahu hal sebabnya apa, di situ Kakak yakin bahwa hidup kita bener-bener nggak bisa aman lagi"
"Kenapa kakak gak bilang sama aku? Kenapa kakak sembunyikan hal ini?"
"Karena dia mau kamu. Kamu sebagai eksperimen dia"
"Apa?"