"Anna, what are you doing?" Noel membuka pintu ruangan setelah ia selesai mandi. Pria itu berjalan perlahan mendekati Anna yang memandang lukisan indah seperti rumah dan dua orang laki-laki dan perempuan di depan rumah tersebut tersenyum dengan ceria. Lagi, lukisan tersebut juga membawanya seperti mengingat masa lalu. Ia seakan di antara ke berbagai perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya dan dirinya sendiri seperti dipaksa untuk mengerti apa rasa isi hatinya. Anna mencoba mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Dia tidak punya gambaran di masa lalu tentang dirinya namun ketika ia bermimpi semua scene dalam hidup itu semuanya tergambar dengan jelas. Semuanya tersusun rapi namun ketika Anna sudah bangun, gadis itu hanya bisa menangis dan bayangkan apa yang terjadi di mimpinya.
"I'm still thinking is all this real? I never imagined I would be reborn" lirih Anna. Noel memeluk Anna dari belakang. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Anna. Demi Tuhan, Anna benar benar membuat dirinya ditraksi. Hanya dengan wanginya saja seakan-akan Anna menjadi feromon untuk Noel.
"You still don't believe everything you dream of?"
"I still can't be sure." ucap Anna, "Everything that happened is still confusing for me" Anna meletakkan kepalanya di dinding lukisan tersebut. Menghela nafas panjang mencoba menetralisir perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya. Semua tidak mudah ia cerna. Semuanya masih terlalu membuatnya pusing karena banyak sekali hal yang datang secara tiba-tiba.
"Anna, kamu belum percaya denganku?" Noel memaksa Anna menghadap pada dirinya, "You even know the sequence of the dreams you have. But why don't you believe that the city is reincarnation?"
"Bagaimana bisa aku percaya secepat itu? Kamu sendiri bahkan masih melakukan banyak hal apalagi aku?" Anna mengambil tangan Noel lalu menggenggamnya erat, "Noel, ketika kita sudah sama-sama tahu jawaban dari diri kita masing-masing, kamu bisa datang ke aku dan mengatakan hal yang benar konkret tanpa kamu duga-duga. Sama dengan aku yang juga akan mencari jalan bagaimana bisa mimpi kita bisa sama. Karena untuk menyakinkan sebuah peristiwa di masa lalu sama peristiwa di masa sekarang itu bukan perkara yang mudah. Jodoh yang kamu bilang bahwa kita adalah takdir dari Tuhan bukan berarti itu adalah kenyataan. Banyak hal yang semestinya harus kita perbaiki satu-persatu dan kita susun menjadi rangkaian yang bersatu padu. Ketika kamu banyak menduga-duga hal, yang ada itu jadi bumerang bagi kita sendiri. Kamu tahu kan kalau misalnya kamu menginginkan masa lalu kamu sama masa sekarang itu adalah hal yang sama, atau Kamu berpikir bahwa kita adalah jodoh yang memang ditakdirkan oleh Tuhan dan terlahir kembali dengan perasaan yang belum bisa satu, itu bukanlah sesuatu yang bisa kamu dapatkan dengan cara yang mudah seperti apa yang kamu pikirkan sekarang. Di saat ini aku masih ragu dengan perasaan aku sendiri bahkan dengan mimpi aku sendiri Karena aku tahu mimpi itu bukan 100% benar. Ada banyak hal yang bisa menjadi mimpi itu adalah bunga tidur. Kamu juga nggak bisa memaksakan perasaan aku karena pada saat ini aku terikat oleh Virzha. Virzha adalah pacar aku yang sekarang berada di sisi aku dan mencintai aku apa adanya dengan tulus. Aku nggak bisa menghianati dia sekalipun kamu memintanya. Bahkan jika memang kita benar-benar adalah manusia yang terlahir kembali, dan di saat itu kamu kasih tahu aku bahwa kamu adalah reinkarnasi sama denganku, bukan berarti aku akan langsung berpaling sama kamu dan meninggalkan Virzha" jelas Anna. Namun penjelasan itu sepertinya tidak berpengaruh pada Noel. Malahan wajah pria itu tiba-tiba menampakan bahwa ia tidak terima dengan ucapan yang dibeberkan oleh Anna.
"Kamu bahkan tidak mencintai Virzha. Kamu terpaksa berpacaran dengan Virzha karena pria itu selalu aja datangi kamu dan selalu aja meminta kamu untuk menjadi pacarnya. Kamu mungkin terpaksa berpacaran dengan dia karena kasihan sama dia kan? Ayolah Anna, kamu lepasin dia dan kita akan sama sama. Aku akan membantu kamu mengingat masa lalu kita. Tapi, lebih baik kamu lepaskan dulu si Virzha itu sebelum kita melangkah ke tempat yang lebih lagi. Aku sudah membuat alat di mana kamu bisa melihat masa lalu kita bahkan kita bisa melihatnya secara langsung. Aku mohon Anna" pinta Noel dengan wajah memerah seperti ingin menangis. Anna merasakan sesak di dadanya. Ia tidak bisa memilih diantara dua orang ini. Anna mencoba untuk melupakan Noel namun tidak bisa. Pria ini seperti memiliki makna tersendiri untuk mengikat Anna agar mau dengannya.
Anna kemudian menggeleng lalu melepaskan pegangan yang diberikan oleh Noel di pinggangnya dan tangannya. Ia kembali berusaha membuka pintu yang terkunci namun tiba-tiba memeluknya lebih erat. Ia bahkan merapatkan pelukannya hingga Anna susah untuk bergerak. Kini Anna mendorong Noel kuat sampai pria itu jatuh di lantai.
"Kamu gila tau nggak! Kamu udah gak waras! Kamu memaksa aku untuk mengingat hal yang gak perlu aku ingat. Kenapa kamu memaksa semua hal harus di jalan yang kamu tentukan? Kenapa kamu memaksa aku harus paham sama apa yang kamu lakukan? Noel! gak semua hal hatus berjalan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Ini dunia bukan punya kamu"
-/-
Virzha masih menunggu Anna pulang daritadi . Pria itu bahkan tidak lelah berkali-kali menelepon Anna. Gama bahkan tidak tau Anna dimana. Virzha menggeram lelah hingga matanya langsung melihat Anna yang berjalan dengan wajah yang lesu. Seperti ada masalah yang di sembunyikan kekasihnya itu.
"Anna, kamu dari mana aja sih? Aku cariin kamu dan telepon kamu kenapa gak di jawab sama sekali?" tanya Virzha.
Anna kelihatan linglung hingga air matanya tiba tiba saja mengalir dengan derasnya. Ia meneguk ludahnya kasar saat yang melihat tatapan Virzha yang begitu menyayat hatinya. Ia kembali menangis lalu tiba-tiba membuat Virzha erat. Virzha yang mendapat perlakuan tersebut tiba-tiba bilang apa yang dilakukan oleh Anna sekarang membuat dadanya ikutan sesak.
"Anna, kamu kenapa sih? Kan ku tanya kamu dari mana aja? Kenapa tiba-tiba kamu pulang dengan keadaan nangis kayak gini? Kamu baik-baik aja kan?"
"Aku tadi habis diserempet sama mobil. Aku takut sekarang. Aku-aku takut kenapa-napa. Maafin aku yang lupa ngabarin kamu. Aku bener-bener linglung tadi," ucap Anna dengan nada menyakinkan. Ia terpaksa bohong karena ia takut Virzha akan marah dan mendatangi Noel. Kini paksakan bertaut pada Virzha. Ia mencoba meyakinkan lelaki itu karena ia bisa melihatnya di wajahnya bahwa Virza tidak terlalu percaya dengannya.
"Kamu percaya sama aku kan?"
"Nggak tau"
Anna mengernyitkan dahinya heran, "Maksudnya?"
"Aku mau percaya. Tapi ada kissmark di leher kamu apa bisa aku percaya?"