Warning 21+
Please be careful when reading this story.
Anna kini di dalam mobil milik Noel. Pria itu tiba-tiba membawanya keluar dari sekolah saat ia ingin memasuki kelas. Anna menatap tajam pada Noel yang sedang fokus pada jalanan namun mengendarai mobil dengan ugal-ugalan seperti orang gila.
"Lepaskan saya! Saya nggak mau sama bapak!" sergah Anna dengan kuat ingin melepaskan cekalan yang dilakukan oleh Noel kepada tangannya. Ia meringis kesakitan saat tangan itu dengan kuat mencengkeram nya.
"Kamu diam! Atau saya bisa melakukan tindakan gila saat ini"
"Silahkan! Anda memang sudah gi-LEPAS!"
Noel membawa Anna masuk ke dalam apa tandanya dengan menggendong gadis itu. Noel dengan tenaganya yang kuat kini membanting tubuh Anna di kasur besarnya. Wajah pria itu sudah memerah seakan ia sedang menahan segala amarah yang ada di kepalanya. Ia bahkan dengan cepat membuka dasinya lalu kemejanya hingga menampakkan hasil work out nya. Anna meneguk ludahnya kasar namun segera ia mengalihkan pandangannya ke samping.
"Bapak mau apa?" tanya Anna dengan gemetar. Wajah pria itu semakin naik hingga ia merasakan gelenyar aneh saat sebuah benda kenyal mampir di lehernya. Ia menarik nafasnya kuat seakan ia kehilangan seluruh udara hingga dengan cepat-cepat ia rakus mengambilnya. Bahkan tangannya yang dari tadi tidak bisa diam tiba-tiba terhenti saat dengan lembut Noel menautkan tangannya dengan tangan pria itu. Tangan yang besar seakan-akan menyatakan bahwa ia akan melindungi Anna dari hal apapun itu.
"You really pissed me of sometimes" ucap Noel dengan nadanya yang berbisik hingga membuat degup jantung Anna semakin bergelora. Anna enggak menahan nafasnya ketika tangan pria itu dengan lancar memasuki bajunya dan mengelusnya perlahan hingga membuat Anna semakin merinding. Anna mendesah kuat saat tangan itu dengan lancang meremas payudaranya. Anna gemetaran, selalu saja ia gemetaran jika merasa ketakutan dan cemas. Noel yang menyadari itu langsung mencium kembali bibir Anna bermaksud menenangkan gadis itu. Namun Anna bukannya tenang malah menjadi lebih gemetaran sekarang. Ia melepaskan tautan Noel lalu berlari keluar. Noel menangkap gadis itu dengan cepat lalu memeluknya dari belakang.
"Lepas! Lepasin aku. Kenapa memaksakan bahwa aku itu adalah kekasih kamu terdahulu?"
"Ayo ikuti aku"
Keduanya kini berjalan ke ruangan kecil di sudut apartemen. Anna takut jika Noel melakukan hal-hal yang tidak pantas lagi. Namun ia langsung kaget saat melihat isi didalam ruangan tersebut. Matanya menyentuh saat melihat lukisan-lukisan indah yang terpampang rapi di dalam ruangan itu. Lukisan yang sepertinya akan membawanya seperti menjelajah masa lalu. Dengan hati-hati ia melangkahkan dirinya masuk ke dalam ruangan tersebut.
"You know? To make you believe that you are my past is not an easy matter. What else do I have to do to make you believe what I say?" lirih Noel dengan memeluk Anna dari belakang. Mengecup leher gadis itu dengan lembut kemudian meraba kembali perut Anna. Anna memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh Noel. Ia menatap kembali ke arah depan saat matanya bersitatap dengan baju khas zaman dahulu dengan warna yang putih namun banyak corak di baju tersebut.
"What is that?" tanya Anna pada Noel yang masih saja mengecup lehernya. Anna tidak tahu mengapa dia tidak menolak sentuhan dari pria itu. Ia seakan menikmati pelukan dan ciuman dari pria itu.
"Itu adalah baju khas dari negara Korea. Baju zaman kerajaan yang dipakai oleh seseorang yang aku cintai namun aku sia-siakan" Noel membalik tubuh Anna. "Anna, apakah kamu tahu bahwa mencintaimu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Anna kamu harus pelan-pelan mengingat tentang masa lalu kita"
"Sejak kapan kalau kamu tahu bahwa aku adalah orang yang ada di masa lalu kamu"
Flashback
Pada saat itu Noel dan Joe duduk bersama setelah malam di mana mereka bertengkar. Kedua pria beda usia itu duduk menghadap kolam renang dengan wajah yang sendu dan bibir yang keluh enggan untuk berbicara hal apapun karena mereka tidak tahu hal apa yang harus mereka bicarakan. Kedua pria itu tersenyum saat mereka tiba-tiba saling bersitatap di dalam kolam renang yang memantulkan wajah mereka.
"Kamu waktu kecil imut banget gemesin juga. Besarnya kenapa jadi tempramental gini sih?" ucap Papanya membuat Noel memutar bola matanya malas.
"Papa gak ngaca? Papa juga kadang bisa tempramental kayak aku kemarin"
"Papa marah kayak kamu juga kalau memang bisa saat tertentu bukannya setiap hari kayak kamu," kekeh Joe hingga membuat Noel mendengus kesal, "Kamu tuh kadang mirip sama ayah kamu dulu. Tempramental kalau papa deketin Bunda kamu. Suka banget tiba-tiba nyoosor entah bilang apa aja biar Bunda kamu tuh enggak mau deket-deket sama Papa. Kadang sifat kamu mirip banget sama dia. Tapi di satu sisi kebanyakan sifat diamnya. Tapi ayah Kamu dulu nggak suka banting-banting barang deh kayaknya"
"Beda orang juga beda generasi enggak usah disama-samain" jengah Noel menghadapi kelakuan Papanya itu. Noel memang sudah lama tahu bahwa ia bukan anak dari Joe dan Key. Karena selama ini juga Key selalu mengatakan bahwa ayah dari Noel telah meninggal sejak lama karena penyakit yang dialaminya. Noel yang tahu bahwa dia bukan anak kandung dari Joe bukan langsung membenci pria itu. Namun ia tetap mencintai dan menyayangi pria yang selalu saja membuatnya bahagia itu. Walau dengan sifat jahil yang tidak berkesudahan yang selalu saja dilakukan oleh pria itu.
"Kamu harus tahu bahwa kejadian di masa lalu yang terjadi entah kenapa terjadi lagi. Setelah kamu cerita sama papa dan Bunda bahwa kamu sering memimpikan hal yang sama berulang-ulang dengan kejadian persis seperti di zaman dahulu,
ayah sama Bunda yakin bahwa kamu adalah reinkarnasi dari ayah kamu sendiri. Dulu ayah kamu juga reinkarnasi dan kamu berarti reinkarnasinya yang ketiga. Papa harap kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu di kehidupan kamu yang sekarang. Terlepas dari kamu yang belum mengingat hal apapun yang terjadi di masa lalu, kapan harap kamu menemukan sosok yang membuat kamu bahagia dan yang memang takdir kamu di kehidupan yang sekarang. Papa juga akan mencari tahu hal yang membuat kamu kenapa menjadi reinkarnasi kembali. Dan papa hanya berharap bahwa kamu bisa mengendalikan emosi kamu agar tidak terlihat oleh orang-orang yang memang mengincar manusia yang bisa bereinkarnasi. Karena jika mereka tahu kamu adalah reinkarnasi, kamu akan dibawa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan penelitian oleh mereka. Bahkan kehidupan kamu tidak akan bebas karena mungkin saja di masa lalu kamu mempunyai kejahatan hingga membuat orang-orang di masa lalu terlahir kembali dan membalaskan dendamnya kepada kamu. Papa harap kamu mengerti apa yang papa maksud kan"
Flashback off
Anna yang mendengarnya semuanya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pria ini. Namun iya hanya mengangguk saja karena sepertinya tidak ada yang menarik dari percakapan yang dilakukan oleh pria itu kepada ayahnya karena dia sama sekali tidak mengerti apa yang reinkarnasi dan sebagainya. Kini iya berjalan mengitari tempat tersebut tiba saatnya ia melihat tulisan aksara jaman goryeo yang melekat di dinding putih.
"Selamat datang kembali Sehwa-ya"