"Kamu tahu kan kalau misalnya guru biologi kita tuh memang sedikit meresahkan. Aku udah jawab seluruh pertanyaan dia bahkan udah aku praktek itu depan juga dia masih marah-marah sama aku yang bilangnya aku anak Badung lagi! Aku tuh kesel, yang. Masa aku diem diem aja juga dimarahi. Aku nggak ada ngomong apa-apa cuman duduk rapi dengerin deh ngomong walaupun ngantuk ngantuk aku dengernya ya tetap aja aku dengerin omongan dia. Masa dia sama sekali enggak bisa menghargai aku. Aku tuh teramat kesel banget sama dia. Pengen meratapi tapi aku dapat kesempatan duduk sama kamu sekarang dengan meninggalkan kelas."
Anna tertawa saat Virzha mengomel dengan suara yang sangat kesal hingga menampakan guratan dikeningnya karena dia menceritakan hal tersebut dengan nada yang benar-benar menggebu-gebu seakan-akan hal tersebut memang membuat ia marah. Virzha saat ini duduk bersama Anna yang kebetulan sedang di jam olahraga bagi kelas Anna. Virzha sendiri diusir oleh guru biologinya karena pemuda itu mengantuk saat gurunya sedang menjelaskan tentang bioteknologi. Sontak saja sebenarnya Virzha tidak mau keluar dari kelas karena dia merasa bahwa dia tidak melakukan tindakan yang fatal dan hanya sedikit mengantuk bukan tertidur dengan pulas. Namun, karena title jelek yang telah tersemat semenjak lama pada pemuda itu membuat dirinya sedikit tidak disukai oleh para guru.
Dulu, hampir setiap hari Virzha akan melakukan pertarungan dengan gengnya bersama dengan sekolah lain hingga menimbulkan keributan yang besar bahkan pernah ada yang hampir tewas karena kelakuan dari para geng masing-masing sekolah. Tentu saja hal tersebut masuk ke dalam koran bahkan seluruh channel TV yang ada di Indonesia. Para anak-anak muda itu hanya merasa bahwa geng dari sekolah lain tersebut membuat mereka tersulut emosi karena ketika geng dari sekolah SMA Negara lewat, ada orang yang pura-pura meludah sehingga siswa dari geng SMA Negara merasa dirinya dijatuhkan dan seakan dia adalah pecundang yang tidak pantas untuk bergabung bersama geng abal-abal dari SMA Negara.
Pertarungan tak dapat dielakan dari kedua pihak tersebut. Semakin dibiarkan mereka semakin melunjak dan pada akhirnya polisi datang untuk menyerang mereka namun ada salah satu siswa dari sekolah lain menancapkan pisau di bagian d**a salah satu murid SMA Negara. Anna yang mendengar hal itu bahkan tidak bisa berkata-kata lagi karena pada saat itu dia juga menjadi anggota OSIS di kelas 10 dengan jabatan sebagai bidang humas. Anna tidak menyangka bahwa Virzha, orang yang selalu mengejar-ngejarnya sekarang berurusan dengan polisi karena salah satu dari murid SMA Negara menjadi korban atas perlakuan dari kedua sekolah tersebut.
Sebenarnya Anna bahkan sekolah sekalipun tidak ada yang tahu bagaimana kronologi sesungguhnya. Karena, beberapa murid dari SMA lain mengatakan bahwa murid dari SMA Negara melakukan tindakan pengecut dengan hampir saja memukul kepala dari SMA mereka dengan tongkat baseball. Fitnah tersebut bahkan disetujui oleh beberapa pihak sekolah lain dan hampir saja membuat para siswa dari SMA negara yang terlibat dalam tawuran tersebut akan dimasukkan ke dalam penjara. Namun, salah satu siswa dari kelas 10 mempunyai orang tua yang memiliki jabatan sebagai pengacara yang hebat mengambil kasus tersebut dan pada akhirnya kasus itu ditutup karena hal sebenarnya sudah diketahui dan kedua belah pihak sekolah tidak ingin mengambil jalan pusing dan memilih untuk berdamai antara satu sama lainnya.
Anna menghela nafasnya. Ia menyendokkan salad buah ke dalam mulut Virzha. Anna belakangan ini memang selalu saja rajin memakan buah-buahan dan diolah dengan berbagai macam contohnya salad buah ataupun dirujak. Bahkan, tidak jarang buah-buahan itu bisa saja dia sayur jika dia memang mau melakukannya berbekal dengan resep dari video-video di platform online. Anna ingin kembali hidup sehat seperti dulu karena sepertinya belakangan ini tubuhnya tidak bisa bekerja dengan baik setelah operasi buntu yang ia lakukan. Anna mengalami kelelahan dengan cepat bahkan ia mudah stress.
"Kamu kalau buat makan itu kenapa sih selalu aja enak? Aku karena sampai berpikir kamu itu punya tangan ajaib dan otak ajaib. Tangan kamu bisa melakukan hal apapun. Memasak, mencuci, menyetrika, bahkan segala hal apapun terasa rapi di tangan kamu. Dan kalau otak, kamu diberi kepintaran yang begitu mengagumkan bahkan mempunyai pikiran yang logis untuk memecahkan sebuah masalah yang terjadi dalam forum. Aku kadang merasa heran sama kamu yang memang benar-benar sangat pintar sedangkan aku sama sekali enggak bisa mengimbangi kamu walaupun aku sudah belajar mati-matian tapi aku belum tentu bisa mengimbangi semua kepintaran yang kamu punya sekarang."
"Kenapa tiba-tiba kamu berbicara itu? Semua orang itu pintar. Hanya saja, terkadang gelombang otak juga tidak bisa menerima semua informasi secara berlangsung dan perlu pelan-pelan untuk memasukkan segala memori ke dalam otak. Dan itu saja menjadi landasan bagaimana orang-orang itu sebaiknya tidak bodoh hanya saja mereka tidak mau belajar dengan baik sehingga informasi itu tidak bisa masuk ke dalam pikiran mereka. Atau jika kamu mengalami kesulitan dalam belajar, itu artinya kamu sebenarnya belum bisa improvisasi diri kamu sendiri agar kamu bisa mendengar ataupun kamu bisa menanggapi apa yang dikatakan oleh guru kamu. Guru yang terbaik untuk kamu sebagai muridnya. Nggak ada guna beliau untuk membuat kamu bodoh karena kamu bukan sesuatu yang sangat berharga di dunia ini untuk dia selain kamu ada seorang murid. Kamu hanyalah salah satu anak bangsa yang perlu dia tuntun untuk menjadi orang yang lebih baik."
"Gitu ya? Tapi kenapa para guru kalau ngomong tuh suka banget dengan bahasa yang kasar dan membuat para murid lainnya merasakan sakit hati. Wajar kan, kalau misalnya seorang murid rasa sakit hati sama gurunya sendiri karena omongan gurunya yang terlalu kasar bahkan mereka berani memukul para murid dengan tangan mereka sendiri."
"Loh, kamu nggak tahu sistem guru yang ada di zaman dulu. Bahkan, kalau misalnya anak muridnya itu nakal mengatakan dia baru saja dipukul oleh gurunya waktu di sekolah, mereka kembali dipukul oleh orang tuanya karena kelakuan mereka pasti sangat fatal sehingga guru tersebut berani memainkan tangan mereka pada muridnya. Sekarang? Kalau ada aja guru yang marahi muridnya langsung marah bahkan bisa saja mencegat gurunya untuk memberi pelajaran kepada dia. Padahal, ia pakai jangan dulu memang selalu memberikan hal yang terbaik untuk para anak muridnya namun karena pada anak murid di zaman sekarang terlalu tinggi harga dirinya, maka peran guru dialihkan menjadi kejahatan sosial jika mereka memukul anak muridnya sendiri walau dalam konteks untuk memberitahu hal yang baik pada muridnya."
Virzha menganggukkan kepalanya kemudian memakan kembali salad buah yang disodorkan oleh Anna. Pemuda itu hanya diam kemudian mengambil tangan Anna untuk ia kecup demi elus dengan begitu lembut sehingga membuat Anna terkekeh melihat bagaimana bucinnya seorang Virzha bad boy sekolah. Anna bahkan semuanya tidak menyangka sampai sekarang bagaimana seorang bad boy ini mencintai dirinya begitu tulus tanpa ada berpikiran untuk pergi dari hidupnya setelah berkali-kali Anna merusak kepercayaan dirinya. Dia tetap berada di radar Anna bahkan selalu saja ada di saat-saat terburuk yang Anna alami. Anna begitu merasa beruntung saat dirinya menemukan Virzha sebagai seseorang yang selalu ada untuknya.
"Aku sebenarnya pengen banget bilang makasih sama orang tua kamu karena udah melahirkan gadis secantik kamu bahkan sekitar dan semanis kamu untuk hidup di muka bumi ini. Menjadikan kamu sebagai gadis yang kuat dan pintar membuat aku juga merasakan begitu beruntung ketika aku adalah orang yang menjadi salah satu penjaga kamu. Kamu itu cantik banget. Cantiknya bikin aku kadang deg-degan. Tapi, di sisi lain terkadang aku juga merasa insekyur disaat kamu mempunyai segala hal yang baik sedangkan aku cuman jadi pengaruh buruk untuk kamu."
"Wow, who said that?" tanya Anna dengan suara yang sedikit jenaka.
"Yaaaa.. emm.... banyak sih. Ya gitu deh. Kadang, aku pengen banget bilang sama kamu kalau aku selalu aja aku merasa aku bawa kamu itu terlalu sempurna buat aku yang biasa aja."
"Emang aku sesempurna apa sampai kamu merasa bahwa kamu nggak pantes buat aku? Emangnya aku sehebat apa sampai kamu merasa bahwa kamu di samping aku kamu merasa insecure seperti itu?"
"Ya... seperti yang aku bilang sama kamu, Kamu adalah gadis yang paling kuat dan cantik yang ada di hidup aku diambil sama aku. Jujur, Aku pengen banget sama-sama kamu sampai hari tua."
Anna hanya bisa tersenyum saat ingatannya kembali ke kejadian semalam.