Keadaan rumah menjadi sepi. Virzha telah pulang beberapa saat yang lalu. Anna duduk di sofa sembari menghela nafasnya dengan berat. Pikirannya masih seputar di mana Gama menyuruhnya untuk mendekati Noel agar dia bisa mengambil formula obat yang diinginkan oleh Gama. Anna masih memikirkan bagaimana caranya agar dirinya juga tidak menyakiti Virzha jika ia berdekatan dengan Noel. Bukannya ia tidak menginginkan Gama bebas dari sana. Tapi, dia juga butuh untuk mempertahankan cintanya karena hanya itu yang ia punya untuk sekarang. Apapun yang ia punya perlahan-lahan menghilang dan meninggalkan Virzha yang masih setia bersamanya dan berdiri di sampingnya hingga detik dimana dia tidak mempunyai siapapun untuk tempat mengadu.
"Anna," panggil Mama saat melihat Anna memasang wajah cemas. Memang, yang sekarang adalah cyborg. Namun, ingatan tentang mama masih tersimpan sebanyak empat puluh persen di dalam cyborg tersebut. Sehingga, kadang Anna yang merindukan mama suka sekali ingin diperlakukan seperti dulu. Selalu bermanja dan melakukan apapun untuk melepaskan rindunya pada keluarganya. Dan, cyborg Mama bisa membantu dirinya keluar dari kerinduan yang membuncah walaupun tidak sepenuhnya. Ia masih sering merasakan kerinduan tersebut namun sedikit tidaknya sudah terobati oleh cyborg Mama. Jujur, dengan begitu saja Anna rasanya ingin bersyukur berkali-kali pada siapa pun yang sudah menciptakan Mama kembali walau bukan dalam bentuk sebagai manusia.
"Hei, anak Mama kenapa? Kamu baru aja pulang main-main, terus kenapa tiba-tiba jadi muram lagi?" tanya Mama dan duduk di samping Anna sembari meletakkan teh hijau di meja kaca.
"Anna masih kepikiran Mas Gama yang belum ada kabar sama sekali tentang perkembangan dia yang bakalan keluar dari tempat menjijikkan itu atau enggak. Anna juga disuruh sama Mas Gama untuk membantu dia mengambil formula obat yang di buat oleh Professor Noel. Mas Gama bilang kalau Anna harus dekati Profesor Noel supaya bisa dengan mudah mengambil apapun yang disuruh oleh bos Mas Gama. Tapi, itu juga yang menjadi hal yang membingungkan buat Anna, Ma."
"Apa yang membuat kamu bingung? Kakak kamu sedang berusaha mati-matian di dalam tempat menjijikkan itu. Ia berusaha untuk keluar dari sana dan nggak terlibat lagi dengan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga kita. Tapi, kamu sama sekali nggak bisa membantu Kakak kamu yang sedang kesusahan seperti sekarang?"
"Ma, bukannya Anna nggak mau bantu. Tapi, di satu sisi juga Anna bingung. Anna juga punya pacar yang harus Anna hargai. Di saat banyak orang yang pergi dari hidup Anna, dia satu-satunya orang yang bahkan nggak pernah mau meninggalkan Anna barang dalam beberapa hari lamanya. Dia selalu stay di dekat Anna dan selalu menjaga Anna dari segala orang-orang yang benci sama Anna. Anna bersyukur dia ada di hidup Anna. Anna bersyukur dia bisa mau sama Anna. Anna nggak punya siapa-siapa lagi. Mama sendiri aja bukan dalam bentuk yang nyata. Kalau Anna egois dengan mendekati Noel, apa yang bakalan Anna dapat? Kesetiaan yang katanya bakalan Anna selalu junjung, menjadi pertengkaran lagi untuk kami."
"Tapi, kamu hanya membantu kakak kamu. Kamu hanya menginginkan dia bebas dari tempat yang terkutuk itu. Trus, masalah terbesar yang kamu pikirkan itu adalah dimana nantinya dia yang nggak bisa menghargai kamu lagi atau pergi meninggalkan kamu. Anna, apa kamu tahu kalau Kakak kamu bakalan pergi meninggalkan kamu nantinya? Belum tentu, Ann. Belum tentu Kakak kamu juga pergi meninggalkan kamu seperti yang kamu pikirkan. Lagian, dia hanya satu-satunya keluarga yang masih utuh disaat kita semua udah hancur berantakan, Gama masih setia di samping kamu. Dia hanya menginginkan kamu hidup dengan baik. Tapi, apa? Kamu malahan berperilaku seperti ini. Kamu membuat dia di posisi yang menguntungkan."
Oh God, entah bagaimana lagi Anna akan mengatakan pada Mama nya kalau apa yang dilakukan olehnya nantinya juga akan berdampak buruk pada kehidupannya kelak.
"Udahlah, Anna capek banget ngomong sama Mama. Mending Anna masuk ke dalam kamar aja. Mau tenangin diri karena nggak ada yang ngertiin Anna sama sekali. Lagian, Mama bisa berbuat apa sekarang? Kalau aja Mama bisa melakukan hal yang terbaik untuk kami, Mama sama Papa nggak akan memilih opsi meninggalkan kami tanpa orang tua yang mendampingi kami. Dan, jujur aja Anna nggak bisa menerima Mama dengan baik dalam bentuk yang nggak sesuai yang Anna mau. Anna mungkin masih percaya kalau mama masih bisa sama Anna sekarang walau bukan Mama yang asli. Tapi, dengan Mama berbicara seperti ini, itu sama aja kayak Anna udah kehilangan kepercayaan sama mama."
"Mama nggak pernah pengen meninggalkan kalian. Mama nggak pernah ada pemikiran untuk pergi menjauh dari kehidupan yang udah kita jalani selama ini dengan baik dan bahagia. Mama sama papa juga meninggal dengan cara yang kamu tahu sendiri. Di rencanakan. Semuanya direncanakan dengan baik sampai-sampai bahkan sampai pemerintah nggak tahu kalau itu adalah kasus pembunuhan berencana. Apa kamu tahu sekarang kalau Mama rasanya menyesal meninggalkan kalian berdua di sini. Tapi, di satu sisi mama dan papa juga gak ada pilihan. Kami kecelakaan dengan cara yang makanya masuk akal sama sekali. Dan, tetap saja itu menjadi bumerang buat kami sendiri. Kami tengah menyelidiki kasus yang terjadi di masa lalu agar orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan kami akan langsung dapat pertanggungjawabannya."
"Really? Did Mama really do this purely out of kindness? Is Mama who is now in front of Anna that good person?" lirih Anna hingga Mama merasakan dadanya tercekat. Ia merasakan sesak saat Anna seakan tak percaya padanya.
"Why don't you trust your own mother? Has Mama ever lied to you?"
"BECAUSE MOM IS NOT MY MOM! YOU ARE NOW A CYBORG!" teriak Anna. Mama kaget. Untuk pertama kalinya Anna menjerit begitu kerasnya terhadap dirinya. Ia merasakan tangannya gemetaran saat suara itu seperti meninggalkan bekas dan menggema di seluruh penjuru ruangan.
"Honey, even though you're dealing with a Cyborg right now, Mama's part is inside this cyborg."
"Dengan campuran pikiran dari lainnya. Bukan Mama yang asli. Karena Mama yang asli gak akan setiap malam laporan sama orang-orang di sana tentang apa yang dilakukan Noel terhadap putrinya. Mama gak akan melakukan hal itu."
"Karena Mama perlu menyelamatkan kakak kamu! Mama gak mau kakak kamu di sekap terlalu lama. Dia bisa aja di jadikan samsak ataupun makanan hewan jika lama di keluarkan, Anna. Mama memikirkan bagaimanapun caranya agar kakak kamu terbebas."
"Really? For us? I do not believe!"
"Kenapa? Kenapa bisa kamu gak percaya? Apa kepercayaan kamu terhadap Mama sudah hilang? Apa Mama pernah melakukan kesalahan-kesalahan sehingga kamu membuat Mama di sesali oleh banyak perasaan. Ini demi kalian tapi kami tetap gak percaya! Apa yang harus Mama lakukan agar kamu percaya? Apa yang harus Mama buat agar kamu tau kalau Mama bukan hanya sekedar cyborg tapi Mama kamu juga?"
Anna diam. Ia membisu dan tidak mau mengatakan hal apapun. Ia menarik nafasnya panjang lalu memutar tubuhnya masuk ke dalam kamar. Tindakan yang tentu saja membuat Mama merasakan patah hati. Ia di tolak oleh putrinya sendiri.
Di dalam kamar Anna menangis histeris. Ia memukul kepalanya berkali-kali untuk menenangkan suara berisik yang ada di kepalanya. Ia merasakan aneh saat mengingat kejadian tadi. Kejadian di mana ia memergoki Mama sedang mengambil fotonya kemudian berlagak seperti orang yang tidak tahu kalau dirinya sudah dipergoki. Anna merasakan aura dingin saat sang Mama melakukan hal itu. Bahkan saat dirinya tidur, ia bisa merasakan Mama datang ke kamarnya kemudian menatapnya secara terus-menerus tanpa disentuh sama sekali. Tentu saja Anna dibuat sangat merinding. Dan sekarang, apapun yang ia katakan ditolak oleh mana. Namun, ia tidak akan percaya begitu saja. Anna akan membuktikan kalau mama bukanlah mama yang ia inginkan.